Nana memasukkan ponsel yang baru saja digunakan untuk merekam video ke dalam sakunya dengan tangan yang masih bergetar. Matanya menyala, bukan karena ketakutan, melainkan amarah yang membara di dalam dadanya. Rekaman pengakuan Lila dan Dion sudah cukup menjadi bukti kuat, cukup untuk menjerat Tuan Jhon dan siapa pun yang melindunginya ke penjara. Ia menatap dua anak kecil di hadapannya dengan lembut, berusaha menenangkan wajahnya yang masih tegang. Lila menatapnya dengan mata basah, sementara Dion memegangi tangan Lila erat-erat, seolah tak ingin kehilangan keberanian yang tersisa. Nana tersenyum kecil. “Tunggulah di sini, sayang. Tante akan memberi orang-orang jahat itu pelajaran.” Tangannya terulur, membelai lembut kepala dua malaikat kecil itu sebelum ia beranjak berdiri. Langkah kak

