Kebenaran mulai terungkap

1027 Kata

Nana menatap tangan kecil Dion yang penuh bekas cambukan. Garis-garis hitam itu seolah menceritakan kisah yang lebih menyeramkan dari sekadar kekerasan fisik. Hatinya menegang, jemarinya bergetar menahan emosi. Ia ingin marah, ingin berteriak, tapi ia tahu harus tetap tenang demi dua anak kecil di hadapannya. “Dion… siapa yang melakukan ini padamu?” tanya Nana dengan suara serendah mungkin, takut menakuti jika ia menaikan saja nadanya suaranya. Dion menunduk, bahunya gemetar. “Aku jatuh, Tante,” jawabnya pelan. Nana tersenyum lembut, menatap mata Dion. “Tante adalah orang dewasa terlebih Tante adalah seorabg polisi, sayang jadi tante tahu perbedaan antara luka jatuh dan luka pukulan.” Ucap Nana seraya menyorot luka-luka di tangan Dion, mata Nana semakin terbelalak begitu semakin ia men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN