Kebenaran yang di kunci

1021 Kata

Di tengah ruangannya yang hening setelah ketegangan hebat dengan Tuan Jhon, Pak Leon berdiri sambil menatap layar ponselnya. Jemarinya gemetar, napasnya berat, dan keringat dingin mengalir di pelipis. Ia segera mencari nomor kontak Pak Rio lalu menekannya berulang kali. Namun, suara sambungan di seberang terus terdengar sama tak ada jawaban. “Angkat, Rio… cepat angkat!” geramnya lirih. Namun, lagi-lagi tak ada respon. Dengan kesal, Pak Leon menekan tombol panggil sekali lagi. Sementara itu, di ruangan lain, di kantor kepala panti asuhan, Pak Rio baru saja meletakkan map laporan di atas meja ketika ponselnya bergetar. Ia melihat layar ponsel yang menampilkan nama Pak Leon, kemudian menghela napas panjang. Matanya melirik ke arah Nyonya Jena yang duduk berhadapan dengannya, wajah wanita i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN