Mata Rinta kian membeliak, dengan pupil mata yang semakin melebar tatkala lelaki yang berdiri memunggunginya itu berputar arah berbalik mengarah padanya. Bibir Rinta yang memucat itu menganga lebar, mendapati bahwa lelaki itu benar-benar Andro. Namun tatapan mata Andro yang tajam dan dingin membuat keadaan ini terasa semakin buruk. Tak ada lagi raut wajah dengan senyum yang senantiasa menghiasi wajah tampan itu. Dan Rinta tahu betul, dia adalah penyebab dari itu semua. "Selamat pagi nona Rinta," ucap Andro dengan wajah yang kaku dan tatapan mata yang gelap. "Ka-kamu ...." Suara Rinta terdengar mengecil. "Saya bos baru di tempat ini, dan saya mendengar dari Bu Claudia bahwa ada salah satu pegawai di butik milik saya ini melakukan hal yang tidak profesional. Setiap tempat kerja, setiap b

