"Rinta, hari ini kamu berangkat kan?" Suara Nina terdengar kerasa dari seberang sana, membuat Rinta harus menjauhkan ponselnya dari telinganya. "Iya, ini baru mau berangkat. Gak usah teriak-teriak dong, Na. Aku belum budeg." Rinta mengunci pintu Rumahnya sambil mengapit ponsel yang masih terhubung di antara bahu dan pipinya. "Ya sudah kalau gitu, jangan sampai bolos tanpa kabar lagi, kemarin aja kamu ditanyain Bu Claudia. Bisa-bisa kamu kena marah Pak Bos kalau sampai hari ini juga bolos. Rinta mengernyit bingung. "Pak bos?" "Ah iya, aku belum cerita ya. Jadi kemarin pemilik butik datang. Ternyata bos kita itu cowok ganteng banget, Ta. Masih muda, tinggi, putih, mancung. Aduh, kayak bintang film deh." Nina bercerita dengan semangat. "Oh ya?" Rinta terkekeh mendengar bagaimana sahabatn

