Sepanjang perjalanan, tidak banyak kata yang dikeluarkan Gara. Pria itu terlalu diam, lebih diam daripada biasanya. Namun di balik diam itu, di dalam kepalanya justru sebaliknya. Berbagai tanya yang tak memiliki jawab terus berkecamuk, berisik dan mengusik. Membuat konsentrasi laki-laki itu terpecah. "Sial!" umpat Gara tanpa sadar, membuat gadis yang sejak tadi berada di sisinya seketika menoleh dan melayangkan tatapan tanda tanya. Dia lupa, dia tidak sendirian di dalam kendaraan roda empat tersebut. "Oh, maaf. Aku lagi kurang fokus," gumamnya kemudian, merasa tidak enak pada Intan yang harus mendengar ucapan kasar atas rasa marah yang mendera d**a. "Kamu semakin berbeda dari biasanya," tukas Intan, memicing terhadapnya. Perempuan itu menarik sudut bibir tak minat. "Aku ingat, dulu kamu

