"Dia datang lagi." Evelyn menghampiri Pevita dengan satu kantung berisi jeruk usai mengantarkan Yashinta keluar karena wanita itu harus menghadiri rapat direksi di kantor. "Ah, bukan datang lagi. Sepertinya, dia memang nggak pulang semalaman, kelihatan dari muka suntuk dan juga pakaian lusuhnya," ralat Evelyn, meletakkan kantung jeruk tersebut di nakas. "Dia bilang apa sama Kakak?" Pevita bangkit untuk duduk, bertanya dengan sebisa mungkin menyembunyikan rasa penasaran di dalam suaranya. "Dia cuma nanya soal keadaan kamu dan ngasih jeruk itu," tandas Evelyn, mengedikkan dagu ke arah benda yang disebut. "Ada baiknya kamu temui dia dulu sebelum benar-benar pergi, Pe. Mungkin kamu harus pamit. Entah masalah apa yang kalian punya, tapi dari sepengamatan aku, dia nggak akan nyerah untuk ketem

