Kegelapan yang menyelimuti Pevita membuatnya lebih nyaman, tetapi entah mengapa tidak membuatnya tenang sama sekali. Seolah, kenyamanan yang didapatkannya salah. Kegelapan yang menelannya mengantarkan Pevita pada dimensi tempat asing yang membuatnya begitu kesepian dan mengambang. Dalam kesunyian yang tampak begitu damai, lolongan tangis Evelyn membuat Pevita bergerak-gerak liar, mencari asal suara. Sekelebat bayangan ketika mereka menghabiskan banyak waktu berdua belakangan ini muncul di benak Pevita. Saat-saat Evelyn memeluknya dan berkata akan selalu melindungi Pevita dari apa pun, dan Pevita yang berjanji tidak akan menyerah menghadapi semuanya, seolah menampar Pevita dan membangunkan dirinya dari mimpi panjang yang dia alami. Suara Evelyn yang awalnya samar-samar kini semakin jelas

