Sudah lama Iloya berjongkok sambil melindungi kepalanya. Namun, tidak ada cakaran atau gigitan yang Iloya rasakan, itu membuat dia penasaran dan perlahan menurunkan tangannya.
Iloya membulatkan matanya ketika melihat serigala abu-abu itu sudah tak bergerak dengan darah mengucur dari perutnya. Seketika Iloya ingin memuntahkan isi perutnya begitu melihat darah. Tanpa bisa dicegah, badannya gemetar hebat dengan pandangan yang mulai menguning. Tentu saja phobianya akan kambuh saat melihat darah, apalagi darah yang kali ini Iloya lihat begitu banyak.
"Hei, kamu baik-baik saja?"
Iloya berusaha tetap menyadarkan dirinya. Dengan susah payah dia mendongak melihat ke arah wajah laki-laki yang baru saja menolongnya. Samar-samar Iloya dapat melihat wajah dengan pahatan sempurna. Namun, sayangnya Iloya tidak dapat begitu jelas melihat wajahnya.
Laki-laki itu mengernyitkan dahi samar ketika merasa penciumannya sedikit terganggu saat mencium aroma lavender dari tubuh gadis yang ditolongnya. Dia tahu ini bukan parfum biasa, melainkan parfum khusus yang dibuat untuk menyamarkan aroma.
Siapa gadis ini sebenarnya? Kenapa sampai aromanya di samarkan? Laki-laki itu semakin mengernyitkan dahinya.
"Apa kamu mau ikut bersama saya?" Laki-laki itu bertanya ramah. Tentu saja di balik sikap ramahnya ada niatan tersembunyi yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.
Iloya sudah setengah antara sadar dan tidak sadar. Dia mendengar tawaran orang yang menolongnya, tapi sayang dia tidak bisa lagi menggerakan mulutnya walau hanya untuk sekedar menjawab ajakannya.
"Kamu masih sadar?" Laki-laki itu bertanya kembali. Namun, tidak ada jawaban dari gadis yang meringkuk di bawahnya ini. Ketika dia hendak membawa Iloya, niatnya harus terhenti begitu seorang bangsa serigala yang dia ketahui masih ada hubungan darah dengan raja serigala itu datang menghentikannya.
"Tunggu! Jangan kamu bawa dia! Dia adalah anggota kerajaan bangsa serigala." Yakuya datang tepat waktu sebelum laki-laki itu membawa Iloya.
Laki-laki itu bangkit berdiri. Dia menatap Yakuya ramah, "tadinya saya hanya ingin menolong. Namun, kelihatannya itu tidak diperlukan lagi sekarang."
"Terima kasih atas niat baik Pangeran Dar, tapi saya sudah datang dan akan mengambil alihnya. Pahamilah posisi kita saat ini!" Yakuya menunduk hormat. Sekuat tenaga dia menahan diri untuk tidak menggeram marah saat melihat wajah vampir di hadapannya.
Pangeran Dar tersenyum tipis, "sepertinya kamu sangat melindunginya? Padahal dia cukup menarik, tapi sayang dia ada di bawah perlindungan seorang Yakuya Tazakiya Penasehat kerajaan bangsa serigala."
Yakuya menunduk semakin dalam untuk menyembunyikan kilatan kesal campur marah dalam matanya. "Seperti yang Pangeran Dar lihat, karena dia adalah keluarga kerajaan bangsa serigala. Kalau sampai Pangeran berani macam-macam, maka perang antara bangsa serigala dan bangsa vampir tidak akan terelakan lagi. Sebaiknya Pangeran tetap menjaga batasan yang ada."
Pangeran Dar melirik Iloya penuh minat dan tatapan itu jelas dapat dibaca oleh Yakuya.
"Mohon Pangeran untuk membiarkan saya, mengambil gadis yang ada di dekat Pangeran Dar." Yakuya berucap hormat. Bagaimana dia begitu tidak menyukai bangsa vampir, terutama yang berhubungan dengan william de Atlantaka raja bangsa vampir, Yakuya tetap harus menghormati pangeran Darions de Atlantaka demi menjauhakan perseteruan antara bangsa serigala dan bangsa vampir.
Pangeran Dar mengangguk, lalu dia mundur beberapa langkah. "Silahkan Penasehat Yakuya."
Yakuya menghampiri Iloya dan langsung membawanya ke gendongan. Dengan Isyarat mata Yakuya memerintahkan pengaqal yang dia bawa untuk mengangkat Mura dan Misako yang sudah bertukar tubuh kembali menjadi manusia serta pengawal yang Iloya jadikan kusir kuda dadakan. Tak lupa dia juga membawa kwranjang-keranjang buah serta uangnya.
Setelah dirasa tidak ada lagi yang tertinggal, Yakuya memberi hormat perpisahan pada Pangeran Dar. "Ampuni saya Pangeran Dar! Saya harus kembali, semoga Pangeran dapat mengerti."
Pangeran Dar mengangguk dan mempersilahkan Yakuya pergi dengan membawa Iloya bersamanya.
"Kemung," Pangeran Dar memanggil sang ajudan yang selalu setia mengikutinya ke manapun.
Kemung datang menghampiri sang tuan, "ya, Pangeran Dar. Apa Pangeran Dar membutuhkan sesuatu?"
Dengan pandangan lurus ke depan, Pangeran Dar berucap, "cari tahu siapa gadis yang bersama Yakuya dan apa hubungannya dengan keluaraga kerajaan bangsa serigala!"
"Baik, Pangeran Dar." Dengan hormat Kemung menunduk, lalu secepat kilat melesat pergi untuk menjalankan titah sang Pangeran.
"Menarik sekali! Saya yakin dia adalah gadis manusia. Namun, kenapa sampai raja serigala menyembunyikan aroma bau tubuhnya?" Pangeran Dar menyeringai.
***
"Oh, kamu kembali Laron." Seorang gadis cantik dengan balutan gaun biru mencapai tumit yang nampak pas melekat indah di tubuh rampingnya menyambut senang seorang ksatria bebas yang datang menghampirinya. Dengan senyuman teramat manis, gadis itu memeluk sang ksatria bebas penuh dengan luapan rindu.
Ksatria bebas terkekeh pelan, "sepertinya kamu sangat merindukan saya Putri Clarissa?"
Dengan manja putri Clarissa memukul d**a bidang sang ksatria bebas, "masih berani bertanya? Saya sangat merindukan kamu. Apa kamu tidak tahu bahwa setiap malam yang saya mimpikan hanya kamu?"
Sang ksatria nebas menaikan sebelah alisnya heran, "kamu pasti bercanda. Lalu apa kamu tidak mencintai pangeran Dar? Dia tunangan kamu."
Dengan kesal putri Clarissa melepaskan pelukannya di pinggang kekar sang ksatria bebas. Dengan menekuk wajah kesal, putri Clarissa membelakangi sang ksatria bebas. "Kalau bukan karena misi yang diberikan ayah, mana mau saya tunangan sama dia. Saya sama sekali tidak mencintai pangeran Dar, tapi yang saya cintai itu kamu Laron. Kalau misi ini sudah selesai, secepatnya saya akan memutuskan pertunangan sialan ini, lalu ikut pergi bersama kamu."
"Apa ada yang bisa saya bantu, kekasihku?" Sang ksatria melangkah maju ke hadapan putri Clarissa.
Putri Clarissa mendongak ke arah laki-laki tampan bermata biru yang menjadi pelabuhan hatinya, "tentu saja ada."
Sang ksatria tersenyum tipis, lalu membawa putri Clarissa kedalam dekapannya untuk menyembunyikan senyuman tadi yang berubah menjadi seringaian. "Apa yang bisa kubantu?"
"Saat ini pangeran Dar dan raja William sedang mencari jejak pemilik darah istimewa itu. Mereka sudah menduga, kalau pemilik darah istimewa itu adalah seorang gadis manusia yang ada di bawah perlindungan bangsa serigala karena, pangeran Dar menemukan jejak itu berakhir di sekitaran istana bansa serigala. Saya ingin kamu menemukan gadis itu terlebih dahulu sebelum pangeran Dar atau raja William yang menemukannya, lalu berikan pada saya. Setelah itu akan saya pergunakan gadis itu untuk menukar setengah kerajaan bangsa vampir dan menyuruh raja William untuk memberikannya pada keluarga Varions. Tenang saja, kamu juga akan mendapat bagian yang besar."
"Apapun untukmu, kekasihku." Sang ksatria bebas diam-diam mengepalkan tangannya yang berada di belakang putri Clarissa dengan kuat. Kilatan kebencian begitu besar. Hanya saja, sayangnya putri Clarissa yang seorang manusia biasa tidak dapat merasakan aura kebencian itu.
***