Permintaan Maaf

1053 Kata

Sezia tak bisa membiarkan Kalila di pecat. Ia terkejut saat mendengar hal itu. Kalila mudah sekali emosi dan merusak segala rencananya. "Kalila. Kamu keterlaluan." Ucap Sezia. Arini masih saja menatap Sezia yang datang dan mulai ikut campur sekarang. "Pak, jangan pecat saya. Saya salah. Saya emosi." Ucap Kalila. "Benar, Pak. Jangan pecat dia. Tolong kasih dia kesempatan." Ucap Sezia. Kalila menunduk dan tak berani menatap Bosnya maupun Sezia. "Kalila, minta maaf sama Naura. Cepat." Suruh Sezia. Kalila diam saja dan tak menjawab. Ia paling gengsi jika harus disuruh seperti itu. Terutama untuk meminta maaf pada orang yang ia anggap sebagai musuhnya sendiri. "Maafkan saya, Pak." Ucap Kalila. "Bukan saya, tapi Naura." Ucap Raffa. "Maafkan aku, ya?" Ucap Kalila dengan berat hati. Nau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN