Penghinaan

1254 Kata

Arini POV Aku merasa lega setelah meluapkan segala perasaanku pada Sezia. Ia pikir, aku terlalu bodoh dan hanya bisa diam. Aku pernah merasakan bagaimana hancurnya rumah tanggaku saat bersama Mas Arga dulu. Dan kini, aku tak mau itu terjadi lagi. Aku berjalan menyusuri koridor untuk menuju ke arah toilet, tapi aku justru mendengar sedikit keributan di arah dapur. suara itu sangat familiar di telingaku dan aku yakin jika itu aalah Naura. "Naura !! " Aku melihat Naura yang baru saja di tampar oleh Kalila dan itu sangat keterlaluan menurutku. Naura menatap tajam ke arah Kalila, dan aku tahu antara mereka ada sebuah persoalan yang mereka ributkan. " Kamu nampar adikku??" Tanyaku. Aku lihat Kalila tersenyum tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Sungguh, ia terlihat sangat menyebalkan. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN