Sezia merasa heran karena sampai pekerjaan hampir selesai dan waktunya pulang, ia masih belum mendengar Raffa marah dan juga tidak mendengar ada masalah yang terjadi. "Kamu benar-benar sudah memastikan kalau file itu sudah kamu ambil?" Tanya Sezia. Kalila yang sedang mengecat kukunya beralih menatap wanita itu dengan serius. "Aku sudah yakin, Mbak." Ucapnya. "Kenapa sampai sekarang belum ada tanda-tanda Raffa marah ataupun tanda-tanda ada masalah?" Tanya Sezia. "Aku juga gak tahu, Mbak. Tapi, tadi pagi aku lihat dia kebingungan, kok." Ucap Kalila. Sezia kemudian berfikir sejenak sampai ia ingat akan sesuatu. "Kamu sudah hapus file di komputernya?" Tanya Sezia. Kalila hanya tersenyum. Dan senyuman itu menandakan jika dia lupa dan tidak berpikiran akan hal itu. "Maafkan aku, Mbak.

