Bersilat Lidah

1076 Kata

Arga terus saja mengejar Ziva yang kini tengah marah padanya. Ia tak mau kehilangan wanita itu lebih dulu jika ia belum bisa mendapatkan Arini. "Ziva, maafkan aku." Ucap Arga. "Maaf , Mas. Cukup kamu nyakitin aku. Aku bukan Arini yang pemaaf." Ucapnya. "Ziva. Tolong dengarkan aku." Ucap Arga. Ziva melangkah memasuki rumah dan sama sekali tak menghiraukan Arga. "Aku khilaf. Ini semua karena Arini. Dia yang mencoba untuk menggodaku. Dia juga yang sengaja menciptakan kesalahpahaman ini." Ucap Arga. Ziva menatap lelaki itu dengan tatapan tajam. Padahal, ia mendengarnya dengan telinganya sendiri dan malah sekarang Arga mengelak dengan begitu mudahnya. "Kamu bohong, Mas." Ucap Ziva kesal. "Sungguh. Dia itu wanita ular berkedok muslimah." Ucap Arga bersilat lidah. Kini, ia justru menyala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN