Arga keluar dari rumah itu dan meninggalkan Ziva tanpa banyak kata dan tanpa peduli ia tengah menangis. Arga langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah lamanya bersama Arini. Rumah yang sudah lama kosong dan tak pernah ia tempati lagi setelah pindah ke rumah yang lebih besar bersama Ziva. Arga menatap pintu depan. Tempat di mana Arini selalu menyambutnya dengan senyuman. Meraih tangannya dan menciumnya. Arga tersenyum kala mengingatnya. Ia kemudian masuk ke dalam dan menatap sofa depan. Tempat dimana Arini biasa membukakan sepatu dan kaos kakinya. Entah kenapa, Arga mulai menitikkan air mata. Rasanya, ia sungguh sangat menyesal untuk saat ini. "Aku merindukanmu Arini." Ucapnya Lirih. Arga kemudian menatap dapur minimalis itu. Tempat dimana Arini biasa memasak dan menyiapkan makanan un

