Ziva menatap Arga yang beberapa hari ini tingkahnya sungguh aneh. Arga sering pulang larut malam bahkan terkadang tidak pulang. Jika di tanya olehnya, ia hanya akan marah dan membentaknya. Malam ini, Ziva sengaja memancing lelaki itu dengan gaun tidur minimnya. Ziva memasuki kamar dan mendekat ke arah Arga. Sayang, lelaki itu bahkan tak mau menatapnya. "Mas, kamu kenapa sih?" Tanya Ziva. "Kenapa apanya?" Tanya Arga. Masih saja Arga tak mau menatap Ziva. Lelaki itu memilih untuk keluar dan pindah ke kamar tamu. Sungguh, rasanya Arga muak jika dekat dengan Ziva. Ziva mulai kesal dengan perlakuan Arga padanya. Tapi, karena rasa cintanya, ia mencoba untuk bersabar. Ziva kemudian berganti pakaian dan keluar dari rumah. Ia mengendarai mobilnya menuju ke sebuah Club malam. "Minumannya satu,

