Kekesalan Arga

1316 Kata

"Kamu gak perlu ikut campur urusan aku. Aku sudah muak dengan kamu. Lebih baik pergilah sebelum aku marah." Ucap Arga. "Tapi, Mas. Aku hanya bertanya. Apa salahnya? Sedangkan aku ini adalah istrimu." Ucap Ziva. Plaakk.... Arga sudah mengingatkan Ziva namun tetap saja ia tak keluar dan bahkan membantahnya. Arga menjadi semakin benci padanya. Jika bukan karena Ziva, mungkin ia dan Arini masih bisa bersama sampai saat ini. "Keterlaluan kamu, Mas. Kamu berubah sekarang." Ucap Ziva. Wanita itu tak menyangka dengan segala apa yang telah Arga lakukan. Bukan sekali saja, tapi waktu itu ia juga melakukan hal yang sama. Rasanya, Ziva tak dihargai lagi sebagai seorang istri. Ziva keluar dengan perasaan takut. Arga sungguh berubah seratus delapan puluh derajat. Dan itu sangat berbeda saat mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN