Arini menatap seisi rumah. Arga mengirim pesan jika ia masih di luar dan mengerjakan tugas kantor yang harus ia kerjakan secepatnya. Seminggu yang lalu, di atas meja ada bekas noda kopi, dan itu masih tersisa di sana. Arini kemudian masuk ke dalam kamarnya. Bantal dan guling itu masih sama, tanpa pindah posisi. Menandakan kalau selama seminggu ini, Arga tidak tidur di ranjang itu. Arini beralih tempat dan membuka lemari es itu. Masih sama tanpa ada sesuatu yang di ambil atau di minum. Mungkin, jika itu wanita lain, mereka takkan tahu. Tapi, dia adalah Arini yang cerdas dan cermat. Arini menggenggam tangannya. Tangisnya kembali pecah saat ini. "Lala, ada apa? Kenapa? Aku dan kamu sudah bersahabat sejak lama. Ada yang kamu sembunyikan, kan?" Ucap Arini. Aqilah meneteskan air mata. Menu

