Raut kedua wanita itu terlihat cemas namun penuh harap padanya, ia mengangguk sebagai tanda bahwa semuanya akan baik-baik saja kemudian ia melangkah masuk sebelum akhirnya pintu pun tertutup rapat. Malam itu, akan menjadi malam yang sangat panjang bagi Luis, Arial, dan seluruh tim penyelamatan sektor 8.
“Bagaimana cara kita masuk kedalam markas keamanan pemerintah?” tanya salah satu anggota pada Luis yang sedang berdiri memantau layar milik seorang anggota sambungan W.A.E Information System. Untuk sejenak ia terdiam dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan padanya tersebut.
“Lakukan penyamaran udara!” Itu adalah perintah pertama yang Luis berikan untuk pilot dan co-pilot, yang segera dilaksanakan oleh keduanya. Setelah itu, Luis melangkah menghampiri meja yang berbentuk persegi panjang ditengah pesawat tersebut.
“Perlihatkan bagaimana rutenya, Daniel!” Luis kini memerintah Daniel yang kembali menjadi sambungan W.A.E untuk tim kali ini, Daniel menggeser layar virtual laptop miliknya keatas meja diskusi yang berada ditengah pesawat. Luis mendekati meja tersebut, memperhatikan rute sektor 8 kota Sub. yang rumit.
“Apakah rutenya seperti ini?” tanya Luis pada Arial yang sudah memperhatikan rute tersebut, Arial mengangguk sebagai jawabannya. Rute sektor 8 kota Sub. memang terbilang sulit karena seluruh jalan terbuka dan terhubung pada pusat kota. Rute itu cukup mudah untuk masyarakat, namun dalam kondisi seperti ini, rute yang simple tersebut menjadi rintangan. Dalam misi penyelamatan dengan rute yang terbuka seperti itu, dapat memudahkan pihak keamanan pemerintah untuk memantau kondisi kota tersebut.
“Apa yang akan kita lakukan dengan rute seperti ini?” tanya salah satu anggota pada Luis dan Arial. Luis melirik kearah perlengkapan senjata yang mereka bawa, kemudian ia menatap seluruh anggota timnya.
“Dimana lokasi keberadaan Rio, Dara dan Zeino?” Arial kini bertanya pada Jonathan, tidak lama muncul tiga buah titik berwarna biru dengan lokasi yang berbeda dalam layar. Nama Dara dan Zeino muncul tidak saling berjauhan, Dara berada di Block 7 wilayah utara sementara Zeino berada di Block 5 masih di wilayah yang sama. Namun, nama Rio muncul di pusat kota kantor pemerintah sektor 8 kota Sub. seluruh anggota tim terdiam. Luis merasakan sedikit rasa ketakutan menyelubunginya, ia menatap Arial yang tetap dengan serius layar itu.
“Aku memiliki sebuah ide.” Luis sedikit banyaknya berharap pada Arial yang mengatakan bahwa ia memiliki sebuah ide. Namun, disaat yang bersamaan dengan itu Luis juga merasakan keraguan yang tidak sedikit. Luis dan Arial serta 4 anggota tim penyelamat berlari mendekati kantor pemerintahan, keenamnya sesekali bersembunyi dibalik dinding ataupun bangunan-bangunan sekitar.
“Putuskan sambungan sementara!” Arial memerintahkan Jonathan memutuskan sambungan dengan pesawat evakuasi yang telah pergi ke wilayah utara lebih tepatnya Block 7. Mereka bersepakat untuk membagi tim dalam penyelamatan kali ini, tim yang berada dalam heli pengamat bertugas menyelamatkan Zeino dan tim dengan pesawat evakuasi bertugas menyelamatkan Dara. Sementara tim yang menyelamatkan Rio adalah mereka, ini adalah ide Arial yang ia ajukan sebelumnya. Gaya kepemimpinan Arial jauh berbeda dengan Luis, Arial sangat sering menggunakan pembagian tim dalam misinya. Sementara Luis, bertahan dalam satu kelompok adalah cara terbaik baginya. Namun, tidak ada kata keberatan saat Arial mengajukan pembagian tim.
Rio duduk disebuah ruangan dengan kaca besar dihadapannya, dibalik kaca tersebut beberapa aparat tengah berdiri dengan senjata lengkap bersama dengan seorang pemimpin daerah katakanlah ia wali kota sub. sektor 8. Kini mereka menatap kearah Rio dimana dibelakang mereka terdapat layar-layar pemantau yang tersebar hampir diseluruh sudut kota sub.
“Apa kau tetap ingin melawan pemerintah Rio?” tanya lelaki tua yang mengenakan baju hitam berpangkat bintang dibeberapa sisi pundaknya. “Empat tahun sudah kau dan temanmu menjadi buronan! Apa kalian tidak lelah? Dan tidak merindukan keluarga?” sambungnya lagi, Rio tidak bergeming. Ia hanya fokus menatap layar yang menunjukkan beberapa orang berseragam W.A.E mengendap-endap memasuki wilayah ini. Jika saja ia mempunyai alat yang bisa memberitahu kepada mereka agar tidak perlu menyelamatkannya, ia pasti akan melakukannya saat ini.
“Informasi?” tanya lelaki itu pada seorang operator disana,
“Arial dan Luis ada dalam kelompok.” Rio seketika berhenti dari pergerakannya yang berusaha melepaskan diri, ia menahan nafas merasakan gelisah yang luar biasa dalam hatinya. Kenapa mereka harus berada dalam tim evakuasi ini? Kenapa harus disaat seperti ini?
“Bagus, ternyata mereka ingin menyelamatkan pemimpin mereka.” Lelaki itu menatap Rio, ia berdiri dari tempatnya dan tersenyum merendahkan Rio. “Siapkan persenjataan lengkap, kita tangkap mereka dan membuat perjanjian resmi, jika mereka berontak? Serang saja!” dua aparat yang berdiri disana memberikan hormat dan pergi dari ruangan tersebut.
“Tetap perlihatkan layarnya agar orang ini melihat apa yang terjadi pada anggotanya!” lelaki itu keluar bersama seorang pria bersenjata terakhir disana, menyisakan seorang operator yang memperlihatkan anggota W.A.E pada layar yang telah diperbesar.
Rio semakin gelisah, dalam hatinya ia merutuki Arial dan Luis yang tidak berfikir bahwa ada cctv yang dipasang disetiap sudut kota. Ia hanya dapat melihat apa yang dilakukan teman-temannya dari layar tersebut, jikalau memang mereka tertangkap. Ia akan melakukan hal yang sama dengan Bima, dan meneyelamatkan anggota lainnya.
“Kita sudah tertangkap cctv mereka.” Luis menatap Jonathan yang memainkan layar virtualnya, lelaki tersebut mengangkat wajah dan mengangguk dengan tatapan penuh kepastian. Luis balas mengangguk padanya, mengangangkat tangan keatas dan memberikan sebuah isyarat rahasia untuk Rio yang pasti melihatnya kini. Setelah itu Luis melirik Arial yang berada disebrangnya, dalam hitungan detik seluruh cctv yang dipasang oleh pihak keamanan meledak dengan daya ledak kecil. Maka detik itu pula keenam dari mereka berlari menjauhi titik sebelumnya.
“Sambungkan dengan Tim block 7!” Arial berucap pada Jonathan yang lari bersamanya kearah Barat, berpisah dari Luis dan tiga anggota lainnya. Jonathan mengangguk, ia berlari seraya mengetik beberapa kode dilayar virtualnya.
“Sambungan terhubung dalam…” setelah berhasil menghubungkan sambungan yang diminta Jonathan hendak memberikan aba-aba, namun ia menghentikan ucapannya ketika mendengar suara langkah kaki yang berlari kearah mereka. Segera, mereka berbelok memasuki sebuah rumah yang pintunya terbuka.
“Berpencar!” teriak seorang anggota kemananan tepat didepan rumah yang mereka masuki. Arial melirik kearah Jonathan yang bersembunyi dibalik tembok di sebrangnya. Lelaki itu memegang senjata kejut listrik ditangannya ketika mendengar langkah kaki anggota keamanan semakin mendekat.
“Kssskk… apa sambungan masuk? Brian terhubung disini!” dengan ceroboh, Arial tidak menekan tombol earphone di talkie box miliknya sehingga suara Brian pilot dari pesawat evakuasi terdengar dengan jelas bergema di ruangan tersebut. Arial panik, ia segera mematikan talkie boxnya, namun anggota keamanan tersebut sudah terlanjur mendengarnya.
“Disini!” Ia berteriak dan berlari masuk kedalam dengan senjata ditangan kanannya, tanpa banyak basa-basi Jonathan yang kini berdiri dibelakangnya memukulnya dengan kejut listrik bervolt rendah. Anggota tersebut jatuh tak sadarkan diri, Arial segera menarik senjata milik nya dan berlari pergi dari tempat tersebut ketika mendengar banyak langkah kaki menghampiri.
“My bad!” Arial berucap pada Jonathan yang berlari disampingnya, lelaki itu hanya mengangguk menerima pengakuan kesalahannya.
To be continued