“Apakah kalian terluka? Laporkan kondisi saat ini!” Arial meminta penjelasan lanjutan, ia berusaha agar sambungan tersebut tidak terputus begitu saja dengan terus berbicara. Arial menatap pada Luis yang berusaha mencari keberadaan sinyal yang Patra pancarkan dari sambungan tersebut.
“Kami tidak memiliki amunisi yang cukup, dan mengalami beberapa luka pada bagian kaki, kepala serta lengan.” Patra melaporkan bagaimana kondisi mereka saat ini, persis seperti yang Arial minta. Arial mengangguk meskipun anggukan tersebut tidak dapat dilihat oleh Patra.
“Aku mendapatkan sinyalnya!” Luis mengalihkan pandangannya dari laptop virtual pada Arial yang duduk diranjang. Lelaki itu mengangguk kembali, kemudian berkata pada Patra untuk tetap diam dan menunggu bantuan datang. Maka dengan tersambungnya sambungan tersebut, mereka dapat dengan mudah menghubungi Patra serta timnya.
“Luis, aku membutuhkanmu dalam tim bantuan penyelamatan.” Arial bangkit dari ranjang dan mencabut semua selang yang masih terhubung dengan tubuhnya. Luis membulatkan kelopak matanya ketika mendengar ucapan tersebut.
“Tapi Arial, kondisimu masih belum pulih! Kau tidak bisa ikut dalam misi penyelamatan kali ini.” Astri mencoba menahan Arial yang masih mencabut selang-selang tersebut. Arial menggelengkan kepala dan menyingkirkan tangan Astri dari tangannya. Mereka saling bertatapan dengan serius.
“Aku tidak bisa Astri! Tim Patra adalah timku, dan aku harus menyelamatkan mereka.” Kemudian Arial kembali mencabuti selang tersebut hingga seluruhnya telah tanggal, lantas ia berjalan kearah Luis untuk melihat dimana posisi Patra.
“Aku sudah mengirimkan posisi mereka ke kantor pusat, dan sepertinya kantor pusatlah yang akan menyususn tim untuk melakukan penyelamatan.” Luis berucap, dan Arial meminta Luis untuk segera menghubungi Jina agar mengijinkannya ikut dalam tim penyelamatan ini. Namun Luis hanya terdiam sesaat melihat keadaan Arial dihadapannya, kemudian membuang nafas sebentar.
“Arial, aku tahu ini adalah tim mu sebelumnya. Tapi melihat kondisimu saat ini…”
“Luis, kau tahu waktu itu aku terlambat menyelamatkan Bima? Dan sekarang aku tidak ingin terlambat lagi.” Arial memegang kedua bahu Luis memohon, agar temannya itu bersedia meminta pada Jina ataupun anggota lain dari devisi Assignor Section untuk memasukan dirinya ke dalam tim. Sebab Luis sangat dekat dengan tim Assignor, entah apa yang membuatnya dekat dengan mereka semua. Tetapi mungkin itulah sifat dari Luis, ia dengan mudah membangun koneksi pertemanan yang kuat.
Luis menghela nafasnya sekali lagi, kemudian ia memegang kedua tangan Arial yang ada di bahunya dan menariknya turun dari kedua pundaknya. “Aku tahu Arial, tapi kurasa para Assignor Section lebih mengetahui siapa saja yang tepat untuk menjemput mereka. Berdoalah…” Arial menunduk, ia tidak bisa banyak berargumen dengan Luis. Luis benar mengenai Assignor Section, mereka tidak akan memilih tanpa adanya pertimbangan. Dan itu akan percuma jika Luis memohon pada mereka.
Jina sudah sampai pada ruangannya dan melaporkan bahwa tim Patra berhasil menghubungi Arial kepada seluruh anggota Assignor Section yang sedang melakukan pekerjaan mereka.
“Kalau begitu cepat cari tahu dimana keberadaan tim Patra melalui sambungan tersebut!” Seorang lelaki dengan jas hitam dan rambut bergaya undercut berdiri dari duduknya menunjuk pada seorang lelaki yang duduk di kursi samping jendela sebelah kanan dari pintu.
“Luis sudah melakukannya sir. Ia baru saja mengirimkan datanya padaku!” Seorang wanita yang menggunakan dress berwarna biru tua menggeser layar yang Luis kirimkan ke tengah meja Assignator. Enam orang dari para anggota Assignator, termasuk Jina menghampiri meja itu melihat keadaan di lokasi. Salah seorang anggota mengeluarkan seluruh nama-nama anggota tim Kemanan, yang nantinya akan mereka pilih untuk melakukan tugas penyelamatan untuk tim Patra.
“Masukan Luis kedalam tim ini!” Ucap lelaki yang memiliki jabatan tinggi di devisi tersebut, Jina mengangguk dan menekan foto Luis serta beberapa orang yang akan ditugaskan untuk melakukan tugas tersebut.
‘Teeett… Teeett… Teettt…’ Alarm merah kembali menyala ketika Jina hendak menekan tombol persetujuan, membuatnya mengurungkan hal itu dan menatap pada seorang yang berlari menghampiri mereka.
“Tim Rio, sektor 8 kota Sub. Kita semua telah terkelabui Sir! Kota Sub. sudah hancur.” Lelaki yang memiliki jabatan tertinggi di devisi tersebut menatap pada Jina yang terkejut dan menahan nafasnya ketika melihat bagaimana situasi yang terjadi. Kota itu hancur, bangunan dan asap-asap yang terlihat di layar membuat Jina terjatuh, menjatuhkan file yang ada di tangannya.
“Jina!” Beberapa anggota Assignator membantu Jina untuk duduk di kursinya, sang Ketua menatap pada beberapa anggota yang masih menunggu keputusannya.
“Jangan masukan Luis kedalam tim penyelamatan Patra! Pertimbangkan beberapa orang yang bagus untuk itu.” Ia berucap dengan pelan pada salah satu anggota dan meninggalkan mereka, ia menghampiri Jina yang berwajah pucat dengan tubuh yang lemas itu.
“Jina…”
“Yahmar, bagaimana ini? Aku harus… Aku harus kesana!” Yahmar, lelaki yang menjabat sebagai ketua Assignor Section itu menahan tubuh Jina yang hendak berdiri dan pergi dari ruangan it.
“Ssssttt… Jina, Jina! Tenangkan dirimu.” Tidak ada yang peduli pada mereka karena anggota Assignator lain saat ini sedang berdiskusi untuk memutuskan siapa saja anggota tim kemanan W.A.E yang akan bertugas melakukan penyelamatan pada tim Patra.
Jina menarik nafasnya berulang kali, saat Yahmar memintanya untuk tenang. Setelah seluruh pikirannya dapat ia kendalikan, Jina menatap pada lelaki itu dan kembali bertanya apa yang harus ia lakukan.
“Kita akan mengirim anggota tim terbaik kesana, okay? Kita akan mengirim beberapa ketua terbaik untuk menyelamatkan Rio. Kau mengerti?” Yahmar berucap dengan sangat lembut membuat Jina merasa tenang dan mengangguk menyetujuinya.
“Oke, Dengarkan semuanya!” Yahmar berbalik dan kembali menghampiri anggota putusan W.A.E yang ada di meja rapat, meninggalkan Jina yang sudah tenang.
“Kita akan mengirim anggota terbaik ke sektor 8 kota sub. Karena kita tahu jika kita akan langsung melawan pihak militer, bukan lagi pihak keamanan!!” Mereka mengangguk setuju dengan Yahmar. Lelaki itu menatap seorang lelaki yang tadi ia tugaskan untuk memutuskan anggota penyelamatan tim Patra.
“Bagaimana dengan tim penyelamat tim Patra?” Tanyanya, lelaki tersebut berdiri dari tempatnya dan mengirimkan nama-nama anggota yang di tugaskan ke meja besar tersebut. Tidak terteranya nama Luis disana membuat kedua mata Jina menyipit, ia beranjak dari tempatnya dan menghampiri Yahmar. Ia tahu pasti ada alasan mengapa Yahmar membatalkan Luis untuk masuk kedalam tim penyelamatan tersebut.
“Bagus, sekarang kita akan tunjuk lima belas anggota untuk penyelamatan tim Rio.” Seluruh anggota Assignator termasuk Jina terskejut ketika Yahmar mengucapkan hal tersebut. Lima belas orang adalah angka yang cukup besar jika hanya untuk melakukan sebuah penyelamatan. Tetapi tidak ada satu pun dari anggota putusan W.A.E Assignator Section yang mendebat Yahmar serta mengatakan mereka tidak setuju. Sebab mereka tahu, apapun yang dikatakan oleh Yahmar adalah hal yang benar. Mereka tidak boleh sedikitpun meragukan perhitungan lelaki tersebut.
“Masukan beberapa ketua terbaik kedalam sana! Dan aku ingin Luis yang memimpin tim ini.”
“Baik!” Mereka menjawab perintah Yahmar dan segera mencari data-data tentang para ketua terbaik. Yahmar berbalik menatap Jina yang menatap padanya dengan tidak percaya.
“Kenapa…”
“Sektor 8 adalah tempat pemukiman militer Jina, kau tidak perlu menanyakan alasan lain mengapa aku melakukan ini.” Yahmar berdiri dan menepuk bahu wanita itu dengan pelan. Jina hanya terdiam ketika ia tidak tahu harus berkata apa kepada Yahmar, teman sekaligus ketuanya itu.
“Sir. Ini adalah data orang-orang yang akan terjun ke sektor 8!” Seorang anggota memberikan tablet pada Yahmar dan kembali melakukan tugasnya. Yahmar melirik pada Jina yang juga menatapnya.
“Jelaskan kondisinya pada mereka, Luis akan segera ku hubungi.” Yahmar memberikan data tersebut pada Jina, menyuruh agar wanita itu langsung turun untuk menjelaskan kondisi tim Rio pada tim penyelamat. Jina menganggu berlari keluar dari ruangan tersebut. Yahmar berjalan kearah salah satu laptop virtual yang ada dan memasukan sebuah kode-kode untuk menghubungi seseorang.
“Kkksskk… Sambungan masuk?” Saat Arial kembali berjalan menuju ranjangnya dengan lesu, Talkie box milik Luis berbunyi. Membuat ketiga dari mereka terdiam, Luis segera mengambilnya dan menerima sambungan tersebut. Ia masih menghadap kearah dua temannya itu, dan menatap pada Arial ketika ia menjawab.
“Luis terhubung. Yahmar?” Lusi mengerenyitkan dahinya ketika mengetahui orang yang ada dibalik sambungan itu adalah Yahmar, ketua dari anggota putusan W.A.E Assignor Section. Ia jelas mengenali suara lelaki itu, karena mereka berdua berteman cukup dekat.
“Luis, bersiaplah untuk bertugas, kau masuk ke dalam tim penyelamatan. Keberangkatan diperkirakan 10 menit lagi dari sini!” Luis yang menatap Arial dan Astri, terdiam sesaat. Kedua temannya itu pun hanya menatapinya, mereka menunggu kejelasan tugas yang akan Luis terima.
“Penyelamatan tim Patra?” Luis memastikan kembali, ia melirik Arial yang menatapnya dengan sedikit anggukan. Ia tahu bahwa Arial akan kembali memohon padanya untuk ikut melakukan tugas penyelamatan tersebut, jika benar ia di tugaskan untuk menyelamatkan tim Patra.
“Bukan! Kau akan memimpin penyelamatan tim Rio di sektor 8 kota Sub.” Matanya terbelalak lebar, menatap kedua temannya yang juga terkejut mendengar hal tersebut.
“Copy!” Tanpa aba-aba, maupun argumen yang mereka lakukan, ketiganya memilih untuk sama-sama berlari menuju ruang devisi keamanan. Disana telah ada sembilan orang termasuk Jina yang sudah berdiri memegang tablet yang berisi file-file didalamnya.
“Arial? Bukankah seharusnya kau…”
“Laporkan saja Jina!” Arial memberikan perintah pada Jina, wanita itu mau tidak mau menghentikan ucapannya dan mulai melaporkan keadaan. Ia juga merasa tidak ada waktu untuk beragumen dengan Arial.
“Rio, Dara dan Zeino tertangkap saat mereka baru saja sampai di sektor 8 kota Sub., kita telah terkelabui. Dua perusahaan yang menjamin keamanan tim, sudah hancur 8 jam yang lalu saat pemerintah tahu bahwa mereka menjadi penjamin kita diana. Dan kota itu, kini sudah berubah menjadi sampah.” Jina mengirimkan layar pengintai yang W.A.E kirim ke sana beberapa menit yang lalu, layar itu memperlihatkan bagaimana keadaan kota Sub. yang telah hancur dan tidak berpenghuni saat ini.
“Tim penyelamatan kali ini beranggotakan lima belas orang, satu pesawat evakuasi telah disiapkan dan satu buah heli pengamat sudah diterbangkan dengan empat anggota satu jam yang lalu.” Jina kembali menjelaskan apa yang harus mereka lakukan. Ia mengirim beberapa file pada laptop virtual yang berfungsi memperlihatkan semuanya pada seluruh anggota disana. Untuk sesaat, ia melirik pada Arial yang menatap padanya dengan serius, tentu saja Jina mengetahui maksud dari tatapan tersebut.
“Tim ini diketuai oleh Luis. Hh… Dan Arial, kau masuk kedalam tim ini.” Mendengar perkataan tersebut, seluruh tim yang ada di sana menatap kearah Arial. Mereka semua tahu bahwa sebelumnya, tidak ada nama Arial dalam tim tersebut. Tetapi Jina langsung memasukannya kedalam tim tanpa berunding dengan pihak Assignor lain.
Tim penyelamat sektor 8 kini tengah bersiap-siap dengan senjata yang akan mereka bawa, dalam keadaan tergesa Arial mendekati Jina dan Astri yang hanya memperhatikan disana.
“Terimakasih karena memasukanku kedalam tim ini.” ucapnya pada Jina, wanita itu mengangguk dan menatap Arial dengan harap.
“Tidak ada yang bisa aku lakukan selain ini Arial, aku tidak tahu harus bergantung pada siapa lagi. Dan kau adalah satu-satunya orang yang paling mengenal Rio, kau sudah menyelamatkan kami lebih dari sekali. Maka kumohon selamatkan dia kembali!” ucap Jina penuh harap, Astri mengangguk setuju dengan apa yang Jina katakan. Arial datang dengan segala hal yang membuat mereka terselamatkan dan menjadikannya seperti seorang pahlawan, meskipun banyak kekurangan. Namun itulah yang membuat Astri yakin dan percaya pada Arial, bahwa ia dapat menyelamatkan Rio kembali.
“Aku akan berusaha.” Jawab Arial, kedua wanita itu bersamaan memeluknya dengan erat. Dibelakang mereka, Luis tengah berdiri dan tersenyum melihat hal tersebut. Ia berjalan dan menepuk bahu Arial,
“Ayo!” ucapnya, Arial berbalik menatap seluruh tim yang telah siap. Ia melepas pelukan keduanya dan berjalan menghampiri tim, Luis memeluk Astri dan Jina secara bergantian dan menyusul Arial.
“Show them!” Luis berteriak kencang,
“We Are Earth!” mereka berteriak dan mulai berlari kearah Parking area dimana sebuah pesawat evakuasi telah menunggu mereka. Sebelum pintu pesawat ditutup, Luis berbalik dan menatap kedua temannya untuk terakhir kali.