Tim Luis

1920 Kata
“Ada apa Arial?” Chalid menghampiri Arial yang diam menatap kearah bawah gedung tersebut. Arial menggelengkan kepalanya tidak mengalihkan pandangan dari bawah sana seraya menjawab. “Kita tidak bisa membiarkan keamanan pemerintah mengetahui bahwa kita menuju Pharmaceutical tower, itu sangat beresiko untuk seluruh tim.” Tiba-tiba Arial berlari menuju arah yang berlawanan dengan Pharmaceutical tower. Membuat Chalid yang mengerti maksud dari perkataan Arial, memutuskan untuk mengikutinya tanpa banyak bicara. Kondisi saat ini memang terbilang mendesak, dan jika mereka memutuskan untuk pergi menuju Pharmaceutical tower dengan keamanan pemerintah yang mengejar mereka, maka tim akan berada dalam masalah besar. Bahkan hal ini Bisa saja menjadi boomerang bagi mereka. “Kssskk… Jizan pergilah kalian terlebih dahulu tanpa aku dan Chalid. Kami akan menahan tim keamanan pemerintah lebih lama lagi!” Arial memberikan informasi pada tim Jizan seraya berlari dengan kencang kearah yang berlawanan. Di belakangnya Chalid hanya fokus pada langkahnya dan sesekali melihat kearah belakang untuk memastikan apakah anggota keamanan ikut berlari di atas gedung seperti mereka atau tidak. “Kssskk… Copy! Kami sudah berada di atap Pharmaceutical tower.” Jizan yang telah berhasil membawa Rivan dan Dio ke Pharmaceutical tower, melaporkan kondisi dan keadaan mereka. “Kssskk…” Bum! Bum! Trak… Trak… Trak… Tiba-tiba sebuah sambungan yang terdengar sangat berisik masuk dalam sambungan mereka semua. “Rifael melapor! Kami berhadapan dengan jet rudal. Kami telah menghubungi pusat W.A.E untuk meminta bantuan, tolong bertahan dan… Kssskk.” Sambungan itu kembali terputus, Arial dan Chalid seketika menghentikan langkah mereka ketika mikro earphone yang mereka gunakan saat ini tidak terhubung dengan tim lain. Location detection pun seketika mati, dalam kata lain seluruh sambungan itu terputus. Menandakan bahwa Winda memutuskan sambungan dengan sengaja atau lebih buruknya lagi… Sambungan mereka terputus karena heli yang dikemudikan Patra dan Rifael mengalami gagal terbang. “Arial?” Chalid memanggil dan menatap Arial, menunggu keputusan yang akan di buatnya. Chalid melihat Arial meremas tangan kanannya dengan kuat dan menunduk. “Kita harus bertemu tim Jizan!” Itulah keputusan yang terdengar di telinganya, Chalid pun mengangguk setuju. Kemudian mereka berdua kembali berlari menuju Pharmaceutical tower secepat yang mereka bisa. “Apa yang terjadi?” Rivan yang mendengar percakapan itu, bertanya dengan panik pada Jizan yang duduk jauh darinya. Lelaki yang mendapat pertanyaan tersebut menatap kearah Trias dengan tatapan shock, Jizan bingung harus menjawab apa pada Rivan dan Dio, Ia tidak dapat memastikan apa yang terjadi karena banyaknya kemungkinan yang bisa terjadi. Trias yang mendapat tatapan itu pun hanya menepuk bahu nya dan mendekati Rivan yang duduk bersandar pada tembok dibelakang mereka. “Kami juga tidak dapat memastikan apa yang terjadi pada mereka, namun hal yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah bertahan, dan bersembunyi sampai bantuan datang.” Rivan mengangguk setuju dengan apa yang Trias katakan. Kemudian Trias membantunya untuk bersembunyi agar tidak terlihat dari pantauan udara milik pihak keamanan pemerintah. “Aku akan mencoba untuk menghubungi kantor pusat.” Jizan merasa dirinya perlu melakukan sesuatu, maka ia sedikit menjauh dari ketiga orang yang bersamanya disana dan berusaha untuk menghubungi kantor pusat W.A.E dengan alat yang ia miliki. “Apakah mereka semua selamat?” Dio yang baru saja di bantu oleh Trias agar bersembunyi di balik tembok, bertanya seraya menatap lelaki dengan topi hitam di atas kepalanya tersebut. Trias hanya membalas tatapan Dio padanya, kemudian berdiri tegap, dan tanpa menjawab ia berbalik meninggalkan keduanya di tempat itu. Dio membuang nafasnya ketika Trias terlihat seperti orang yang tidak ingin membahas masalah itu saat ini. “Kau tahu sesuatu Dio?” Dio melirik pada rekan satu timnya yang berada di sampingnya itu, Rivan terlihat menuntut sebuah pernjelasan darinya, Rivan tetap terdiam menunggu apa yang akan Dio jelaskan padanya. “Sambungan kita dengan Tim Arial dan Patra terputus, itu mengartikan bahwa terjadi kesalahan pada sambungan W.A.E Information System yang berada dalam heli bersama dengan Patra sang pilot. Dua kemungkinan besar yang terjadi pada mereka. Kemungkinan pertama, sambungan sengaja di putuskan oleh anggota information system yang berada di dalam heli, atau… Tim heli mengalami gagal terbang.” Rivan terdiam mendengar seluruh penjelasan Dio mengenai situasi yang terjadi, dalam hati ia berharap agar Patra dan timnya baik-baik saja. Disisi lain juga, ia mengkhawatirkan bagaimana nasib mereka yang terjebak di atas gedung ini, karena cepat atau lambat pihak keamanan pemerintah pasti akan menemukan mereka. Trias berjalan kembali menghampiri sang ketua, sebenarnya tidak ada yang memutuskan siapa ketua di antara mereka tetapi ia terus saja merasa bahwa Jizan adalah ketua dalam ini. “Jizan, bagaimana, bisa?” Trias bertanya pada Jizan yang membelakanginya, tubuh itu berbalik dengan kaku kearahnya. Kedua mata Jizan terlihat membesar, raut ketakutan terlihat dengan jelas dimata Trias. “Tidak berhasil.” Trias segera berlari menghampirinya ketika mendengar jawaban tersebut, kemudian ia membuka laptop hologramnya, dan mencoba sekali lagi untuk menghubungi pusat W.A.E dengan mengirimkan beberapa kode hitam. Luis berlari tergesa-gesa kearah pesawat evakuasi yang sudah bersiap, ketika ia mendapat kabar bahwa tim Arial saat ini berada dalam masalah ketika bertugas untuk melelakukan penyelamatan. Ia dan delapan orang lainnya telah diputuskan menjadi tim penjemput dari tim Arial yang tersisa di atas gedung Pharmaceutical tower. Pesawat evakuasi berhasil lepas landas, dan saat ini Luis tengah berdiri di hadapan sebuah meja besar yang berfungsi untuk rapat dalam di atas pesawat tersebut. “Luna, sambungkan sambungannya!” Luis memberikan perintah pada Luna yang menjadi sambungan W.A.E dalam tim tersebut. “Oke!” Luna terlihat berusaha bekerja dengan cepat untuk menghubungkan sambungan mereka, dibantu dengan seorang anggota sambungan lainnya. Karena situasi saat ini berbeda dengan sebelumnya, maka mereka diberikan dua orang sambungan dalam tim oleh pihak assignator. “Sambungan akan terhubung dalam 3… 2… 1!” Daniel merupakan seorang lelaki yang bergabung menjadi anggota sambungan W.A.E, yang ikut bersama dengan tim tersebut pun menghitung mundur. Memberikan aba-aba pada mereka semua yang menggunakan mikro earphone. “Sambungan masuk?” Luis mengetes sambungan tersebut, sementara anggota yang lain hanya mendengarkan dan menunggu jawaban dari tim Arial di sebrang sana. “Kssskkk… Trias terhubung!” Bahu-bahu para lelaki yang tadinya tegang itu pun, saat ini sedikit rileks dan turun ke bawah. Luis mengangguk pada Daniel dan Luna, kemudian ia berjalan kearah salah satu jendela pesawat. Satu tangannya menggenggam bagian atas jendela tersebut, menahan tubuhnya yang ia condongkan untuk melihat keluar jendela. “Laporan situasi?” Luis kembali bertanya, ia hanya ingin memastikan bagaimana keadaan tim Arial disana. Seluruh anggota tim Luis terkecuali Pilot dan Co-pilot, menatap kearah punggung lelaki itu, dan menunggu laporan yang akan dilaporkan oleh Trias, anggota pertama dari tim Arial yang masuk kedalam sambungan tersebut. “Saya dan Jizan berhasil menyelamatkan dua anggota suara W.A.E speech devision. Kami bersembunyi diatap Pharmaceutical tower, sambungan kami telah terputus dengan tim Arial dan Patra sejak setengah jam yang lalu.” Luis berbalik menatap pada Luna dengan penuh khawatir. Mengerti akan tatapan tersebut, Luna segera mencoba mencari sambungan dengan Arial ataupun anggota lainnya. “Kami akan segera kesana, bertahanlah!” Luis berucap menenangkan Trias. “Copy!” Jawaban dari Trias menandakan bahwa mereka akan tetap menunggu tim Luis bagaimanapun keadaannya. Setelah sambungan di matikan sementara, Luis berjalan menghampiri Luna dan Daniel yang terus berusaha menghubungkan sambungan mereka pada anggota tim Arial yang lain. Luna tersenyum ketika mereka menemukan sebuah sambungan yang dapat mereka masuki. “Dapat! Sambungan akan terhubung dalam 3… 2… 1” “Sambungan masuk?” Luis langsung bertanya saat sambungan itu terhubung pada orang lain di sebrang sana, sebenarnya mereka tidak dapat memastikan apakah itu sambungan milik anggota W.A.E atau sambungan itu milik pihak keamanan pemerintah. Namun mereka harus berani mengambil resiko dan mencobanya. Jika tidak seperti itu, mereka tidak akan pernah mendapatkan sambungan yang mereka tuju. “…” “Kssskk… Arial melapor!” Luis menghela nafasnya dengan lega dan mereka dapat melihat bagaimana raut wajah yang sebelumnya tegang kini sedikit tenang. Kedua tangan Luis menahan bobot tubuhnya sendiri pada sebuah sandaran kursi yang di gunakan oleh Luna, ia melihat bagaimana Luna bekerja untuk mencari tahu dimana letak posisi tim Arial melalui sambungan yang sudah terhubung. “Kami akan menuju Pharmaceutical tower, namun terdapat beberapa kendala disini.” Arial melaporkan situasi yang kini ia hadapi pada Luis dengan sambungan yang sedikit terputus-putus. “Laporkan saja dengan jelas, Arial!” Luis meminta pada Arial menjelaskannya, agar mereka dapat mempersiapkan strategi yang tepat nantinya. Ia tidak pernah bisa mengerti apa yang dihadapi oleh tim di balik sambungan itu jika bukan mereka sendiri yang melaporkannya secara jelas. “Sekitar lima belas keamanan berada diatap gedung yang seharusnya kami lewati, kami terkepung dari atap maupun darat. Kami tidak dapat kemana-mana, dan kami bersembunyi di dalam sebuah gudang yang ada di atap hotel the great.” Akhirnya Arial menjelaskan situasi itu dengan detail, Luis mengangguk dan meminta pada Daniel untuk memastikan area sekitar hotel tersebut, dan benar seperti apa yang Arial laporkan padanya. Terlihat banyak titik tanda Pihak keamanan pemerintah yang tersebar di area tersebut. Luis menghampiri Daniel, menyipit melihat layar itu dan berfikir dengan cepat, ia menengok pada Luna memerintahkan sebuah tugas padanya. “Nyalakan Location detection mereka.” Luna mengangguk dan mengaktifkan peta hologram milik tim Arial. Yang sebelumnya ia kerjakan, detik itu seluruh posisi para anggota tim Arial terlihat, kecuali tim yang berada di atas heli yang hilang. “Kami akan mengaktifkan penyamaran udara!” Izin sang pilot pada Luis, lelaki yang menjadi lead dalam tim bantuan penyelamatan ini menengok pada sang pilot. “Lakukan apa yang harus kau lakukan.” Luis berucap seraya berjalan kearah letak senjata-senjata dan mengambil shoot gun yang sudah tersedia disana. Tersirat di wajahnya, bahwa ia benar-benar serius dengan tugas kali ini meskipun sebenarnya ia selalu serius disetiap tugasnya. Seorang wanita yang mengenakan baju dress santai berwarna biru muda itu tengah berjalan membawa nampan berisikan makan malam miliknya, “Astri kau sudah mendengar kabar mengenai tim Arial?” Astri, wanita yang mengenakan baju biru itu menengok kearah kanan dimana temannya baru saja menanyakan sebuah pertanyaan. “Tim Arial?” tanya Astri dengan ragu, karena ia tidak tahu menahu tentang kabar yang terjadi pada devisi lain ia hanya fokus pada masalah yang terjai di dalam devisinya. Meskipun hal itu menyangkut teman-temannya, bukan tanpa alasan ia tidak mengetahui kabar-kabar yang terjadi. Ia terlalu sibuk dengan tugasnya sebagai penggerak W.A.E, apalagi ia menjabat sebagai orang yang penting dalam devisinya. “Arial dan tujuh orang lainnya, termasuk satu anggota sambungan information system ditugaskan untuk menjemput tim speech di distrik 5 kota Lin. tadi siang. Namun kurasa suatu hal buruk terjadi sehingga kantor pusat W.A.E kembali mengirim tim bantuan yang diketuai oleh Luis. Mereka sudah berangkat tadi sore, hampir semua orang tahu jika saat ini Jina sudah bersiaga untuk mengirim tim bantuan lanjutan bila hal buruk kembali terjadi.” Astri terdiam shock, ia menatap tidak percaya pada temannya tersebut, keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Takut, itu yang kini Astri rasakan di dalam dirinya. Di mana saat ini, Rio sedang bertugas di sektor 8 kota Sub. pemukiman militer, kedua temannya kini ditugaskan dalam satu tugas yang serius apalagi tugas Luis yang sebelumnya adalah tugas Arial, hal itu mengartikan bahwa tim Arial telah gagal menjalankan tugasnya. *Perbedaan antara Tim penyelamat, Tim bantuan penyelamatan, dan Tim bantuan lanjutan adalah, Tim penyelamat ditugaskan untuk menyelamatkan tim Speech devision ketika mereka menghadapi sebuah permasalahan di lapangan. Tim bantuan penyelamatan adalah tim yang di kirim ketika tim penyelamat tidak berhasil menyelesaikan tugasnya dan ikut terjebak bersama tim Speech devision. Sementara Tim bantuan lanjutan adalah tim khusus yang akan diterjunkan untuk menyelamatkan seluruh anggota W.A.E yang terjebak pada situasi genting ketika tim bantuan penyelamatan juga telah gagal dalam tugasnya. To be continued 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN