Yahmar Nabda - Finally

1609 Kata
Satu jam, Yahmar mengendarai mobilnya hanya untuk memastikan bahwa tidak ada siapapun yang mengikutinya. Kemudian ia menghentikan mobil itu tepat di depan rumah James, ia hendak keluar dari dalam mobil tersebut. Namun ia mengurungkan niat itu ketika melihat ada beberapa orang tengah berbincang denga James di depat gerbang rumahnya, orang-orang tersebut mengenakan jas hitam dan kacamata hitam lengkap dengan senjata laras panjang yang mereka pegang. Yahmar mengambil topi miliknya untuk menutupi rambutnya dan memperhatikan mereka. Ia merasa was-was jika saja James diperlakukan dengan kasar oleh mereka, apalagi yang berhadapan dengan James saat ini adalah pihak militer kepresidenan. Setelah cukup lama berbincang, Yahmar melihat ada beberapa orang yang keluar dari rumah James dan melapor pada beberapa orang lainnya. Kemudian mereka saling mengangguk sebelum akhirnya pergi dari rumah temannya tersebut. “James!” Lelaki yang akan masuk ke dalam rumanya itu berbalik ketika mendengar seseorang memanggilnya. Saat ia melihat ternyata orang itu adalah Yahmar, maka dengan cepat ia membawanya masuk ke dalam rumah. “What the hell going on? Yahmar, kau bodoh! Apa yang sedang kau lakukan disini?! Mereka mencarimu dan mencurigaiku telah menyembunyikanmu. Dan sekarang kau kemari?! Good, God Kill me! That better than this!” Yahmar terdiam saat ia melihat James yang merutukinya dan merutuki dirinya sendiri. Kemudian James terdiam setelah itu, menatap pada Yahmar untuk meminta penjelasan darinya. “Mereka tidak akan kembali kesini, James. Mereka memiliki tugas yang sangat banyak dan mencariku di tempat lain.” Yahmar menenangkan James yang terlihat tidak tenang itu, lelaki itu kembali meremas rambutnya dan dengan cepat berlari ke arah jendela untu menutupnya agar tidak ada yang melihat Yahmar di dalam rumahnya. “Apa yang membuatmu begitu yakin?” James kembali beranya, ia menatap Yahmar dengan sangat serius seperti hal ini adalah hal yang paling berbahaya yang sedang ia alami. “Karena mereka mempunyai hal lain yang harus mereka urusi selain aku.” Yahmar mengambil minum yang diberikan James padanya, dengan sangat cepat dan meminumnya hingga habis. James melihat lelaki di hadapannya kini seperti seseorang yang telah berlari ribuan mil dari tempatnya. “Jadi, sekarang apa yang kau lakukan hingga mereka mencarimu kerumahku seperti mencari seorang buronan?” James bertanya pada Yahmar, karena anak sang Presiden itu sama sekali tidak menceritakan apapu setelah mereka saling berbincang lewat sambungan telepon beberapa jam yang lalu. Yahmar menaruh kedua tangannya ke atas meja dan mengepal, rahangnya mengeras. James menyadari kemarahan yang Yahmar rasakan saat ini, ketika ia bertanya mengenai masalah yang terjadi. Maka James berdiri dari duduknya, dan membukakan sebuah pintu kamar untuk tamu. “Tidurlah, kurasa kau belum siap untuk menceritakan masalah ini. Dan setelah kau beristirahat, kau boleh menceritakan padaku.” Yahmar menatap pada James yang mengangguk dan menunjuk ke arah kamar tamu tersebut. Yahmar berdiri dari duduknya, berjalan dengan lelah menuju kamar tersebut. Yahmar merasa dirinya memang memerlukan istirahat setelah pelarian panjang di malam hari dan masalah ini yang membuat dirinya kelelahan secara fisik juga mental. “Thank you.” James mengangguk ketika Yahmar mengucapkannya dan masuk kedalam kamar itu. James segera menutup pintunya dengan pelan, ketika melihat Yahmar memilih untuk merebahkan tubuhnya dengan keras ke atas kasur. Pagi harinya setelah kejadian yang melelahkan bagi Yahmar, ia dan James duduk berhadapan di depan meja makan. Keduanya telah sarapan sereal dan minuman kaleng. James hanya diam tidak membahas apapun permasalah mengenai malam tadi, ia tidak ingin bertanya sebelum Yahmar merasa siap untuk menceritakannya. James baru saja hendak membereskan piring-piring itu, Yahmar telah berbicara sepatah kata yang membuatnya kembali terduduk dan mengurungkan niat untuk membereskan meja makan. “Aku…” Yahmar terdiam, ia memikirkan apa yang harus ia ceritakan pada James. “Jika kau belum siap, kurasa tidak apa-apa kita akan mem…” “Ayahku mengetahui tentang semuanya, James. Dia mengetahui tentang RTEHT dan rencana kita bergabung dengan W.A.E. tepat setelah aku mengabarimu, Ayah memanggilku untu menemuinya dan kami berakhir dengan pertengkaran.” Yahmar menjelaskan apa yang telah terjadi padanya. Dan James hanya terdiam merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. James mengetahui bagaimana situasi panas yang terjadi antara pemerintah dan organisasi W.A.E, dan itu terlihat jelas berimbas pada Yahmar juga sang Ayahnya yang merupakan presiden. “Jadi, apa yang kau lakukan?” Seolah tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini, James berkata pada Yahmar dengan rasa penasaran yang sangat tinggi. Yahmar menatap lelaki itu dan menunjuk dirinya sendiri. “Aku disini, kabur dari rumahku dan tetap memutuskan untuk bergabung dengan W.A.E! Apapun resiko yang akan ku terima!” James terkejut mendengar hal tersebut, itu sama saja dengan temannya itu akan melawan ayahnya sendiri. “Kau serius? Kau akan melawan pemerintah jika ini benar-benar terjadi. Kudengar mereka sedang mengadakan rapat membahas organisasi W.A.E!” James mendapatkan tatapan tajam itu, Yahmar menganggukkan kepalanya dengan yakin. “Aku serius, james. Aku akan menunjukkan pada Ayahku, siapa di antara kita berdua yang salah. Dan aku juga ingin dia belajar untuk menyadari mana hal yang benar dan mana hal yang salah.” James terdiam, dia tidak bisa melarang lebih jauh lagi. Karena ia melihat bahwa keputusan yang Yahmar ambil itu sudah di pikirkan secara matang, sehingga sang teman tidak terlihat ragu sama sekali ketika mengatakan itu di depannya. “Kalau begitu, ayo kita menemui perwakilan W.A.E hari ini. dan kita akan membahas seluruhnya dengan anggota RTEHT!” Yahmar mengangguk menyetujui saran dari James untuk menemui para perwakilan W.A.E seperti apa yang James katakan. Siang hari di hari yang sama, Yahmar telah memakai pakaian yang sangat rapi dan sopan begitu pula dengan James. Mereka telah menghubungi pihak W.A.E dan mengatakan bahwa mereka merupakan pendiri komunitas Return the Earth to Heaven atau yang disingkat menjadi RTEHT. Mereka juga mengatakan ketertarikan mereka untuk bergabung dengan organisasi We Are Earth tersebut. Maka inilah yang terjadi, mereka menunggu kedatangan pihak W.A.E yang mengatakan bahwa mereka yang akan menghampiri mereka dan membicarakan semua pembicaraan ini secara terutup agar tidak ada pihak lain yang mendengarkan atau melaporkan pada pihak pemerintah yang saat ini sudah semakin memanas. Tok… Tok… Tok… James segera membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan para anggota utusan W.A.E untuk masuk ke dalam rumahnya. Yahmar menyipitkan matanya, ia mengetahui salah seorang di antara orang-orang dari pihak W.A.E tersebut. Ia mengenali lelaki tinggi yang mengenakan baju santai dengan jaket denim berwarna hijau terang dan menggunakan topi serta masker tersebut. Setelah seluruh anggota W.A.E masuk ke dalam rumahnya, James segera menutup pintu tersebut dan duduk di samping Yahmar yang sudah terlebih dahulu duduk berhadapan dengan pihak W.A.E. “Okay, perkenalkan namaku…” “Gantara?” Yahmar menyela perkataan lelaki yang ia kenali sebagai Gantara tersebut, membuat James, para anggota W.A.E lainnya dan termasuk Gantara sendiri menatap padanya. “Oh, kau mengenalku?” Gantara berucap dengan sedikit canggung, karena ia tidak menyangka akan ada yang masih mengenalinya padahal dia menggunakan masker dan topi. Yahmar menganggukkan kepalanya dan menjelaskan mengapa ia bisa mengenali lelaki itu meski dirinya telah menutupi seluruh tubuhnya serapat mungkin. “Itu jelas sekali terlihat dari gaya berjalanmu, postur tubuh, suara dan intonasi berbicara.” Mereka semua terdiam ketika Yahmar berbicara seperti itu, sementara Gantara mengerjabkan matanya berulang kali karena merasa takjub sekaligus tidak percaya. “Bagaimana bisa kau…” Gantara tidak mampu untuk meneruskan pertanyaannya ia hanya menatap ke arah James yang pasti mengetahui sesuatu tentang orang di hadapannya ini, dan ia pun melihat James lelaki yang membukakan pintu untuknya dan timnya hanya terdiam seperti seseorang yang juga tidak mempercayai hal itu. “Ah, kebetulan aku menonton video tentang orasi kalian bersama Arial dan teman-temannya. Jadi aku masih mengingat bagaimana gaya dan suaramu dengan jelas.” Yahmar memberikan sebuah penjelasan mengapa ia masih mengingat hal tentang Gantara. Lelaki yang tadinya terlihat kebingungan itu pun akhirnya tersenyum pada Yahmar dan James. “Kurasa kita akan menjadi teman dekat!” Itulah yang Gantara katakan pada Yahmar, membuat lelaki itu menengok ke samping menatap James yang mengangkat sebelah alisnya. “Oh, dan aku lupa menanyakan nama kalian berdua.” Gantara menjulurkan tangannya pada Yahmar terlebih dahulu, untuk mengetahui siapa nama dari orang hebat yang dapat mengenalinya tanpa melihat wajahnya tersebut. “Namaku Yahmar!” Yahmar menyambut uluran tangan tersebut dan mengayunkannya. Kemudian Gantara menjulurkan tangannya pada James, lelaki itupun melakukan hal yang sama seperti Yahmar. “Aku James!” Gantara menganggukkan kepalanya, kemudian ia meminta agar seluruh tim yang datang bersamanya meninggalkan mereka. Maka saat ini di ruangan itu hanya tersisa ketiganya, Gantara mengeluarkan beberapa data yang telah di copy kan pada sebuah tablet dan memberikannya pada mereka berdua. “Itu adalah ketentuannya, kalian tidak masalah dengan itu maka kalian resmi bergabung dengan kami. Kalian hanya perlu mengisi data kalian di sana dengan jujur.” Yahmar terdiam, apakah ia harus jujur dan mengatakan pada mereka bahwa dirinya adalah seorang anak presiden? Yahmar melirik pada James yang terfokus mengisi data diri miliknya sendiri. Kemudian saat Yahmar menatap pada Gantara, ternyata lelaki itu tengah menatapnya dengan heran, membuatnya segera menanyakan hal yang tadi. “Apakah…” “Ini hanya kebetulan saja, atau namamu benar-benar mirip dengan nama anak dari Presiden?” Yahmar terdiam, begitu pula dengan James yang duduk di sampingnya. Gantara melihat perubahan sikap tersebut dan mengerenyitkan dahinya, menyipit pada Yahmar. “Itu yang ingin ku tanyakan! Apakah aku harus mengatakan dengan jujur bahwa diriku adalah Yahmar Nabda, anak tunggal dari Presiden?” Gantara membulatkan kedua matanya, kemudian berdiri dari duduknya karena terkejut. Yahmar dan James menatapnya dan berusaha membuat Gantara tenang. “Aku berada di pihak kalian…Percayalah, karena aku juga menginginkan dunia yang lebih baik dari saat ini.” Gantara terdiam begitu mendengar ucapan yang Yahmar ucapkan padanya, ia mengangguk pada akhirnya mempercayai apa yang lelaki itu katakan padanya. Karena semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk melangkah, namun itu tergantung pada pribadi masing-masing yang menginginkan untuk mengambil kesempatan tersebut atau membiarkannya lewat begitu saja. Maka setelah mereka selesai mengisi data-data tersebut. James, seluruh anggota komunitas RTEHT, dan Yahmar Nabda anak dari seorang presiden yang bahkan menentang keberadaan organisasi ini, telah resmi menjadi anggota organisasi W.A.E.  Mereka menjadi anggota dari organisasi We Are Earth yang memiliki misi dan visi luar biasa. Yang juga di tentang oleh banyak pihak, termasuk pihak pemerintah.         Yahmar Nabda Strory End.  W.A.E To be continued 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN