Bab 48

1062 Kata
“Oke… Kau boleh melakukannya Yahmar!” Ucap Gantara saat lelaki itu sudah terlepas dari bekapan tanngan Yahmar. Jina dan Astri saling melirik untuk beberapa saat, dan Yahmar hanya memamerkan senyuman khasnya. “Bagaimana caramu memantau mereka, Yahmar?” Tanya Astri saat matanya bertemu dengan mata Yahmar yang telihat tidak rileks. Yahmar kemudian menatap pada wanita itu dan menaikan alisnya. “Caraku memantau mereka?” Yahmar kembali mengulang pertanyaan Astri seraya berjalan ke arah lemari kerjanya, ia mengeluarkan sebuah tablet dan membuka beberapa data di dalamnya. Salah satu data yang tertera adalah International SPY yang mana data tersebut adalah sebuah aplikasi mata-mata tingkat dunia yang hanya dapat di akses oleh orang-orang kaya. Karena untuk mendapatkan aplikasi tersebut, masyarakat harus merogoh uang yang cukup banyak setiap bulannya. “International SPY? Dari mana kau mendapatkannya?” Gantara yang terkejut segera bertanya pada lelaki tersebut. Alat mata-mata yang satu itu adalah alat yang sangat mahal, bahkan untuk para pengusaha middle sekalipun. Hanya pengusaha high class yang dapat membelinya dan menyewanya. “Ayahku memberikan padaku, dan membayarkan semuanya. Tapi jangan salah, aku tidak pernah memakainya sekalipun karena aku tidak ingin Ayahku membayar semuanya setiap aku melakukan pencarian.” Yahmar menjawab tanpa rasa malu ketika ia mengatakan bahwa Ayahnya lah yang membayar semua tagihan aplikasi itu. “Siapa Ayahmu?” Pertanyaan dari Jina tersebut seperti sebuah skak match untuknya, sebenarnya ia tidak pernah berniat untuk menceritakan jati dirinya pada siapapun. Termasuk Jina, karena ia takut jika mereka tidak akan menerimanya disini. Yahmar menelan ludah ketika Jina kembali menanyakan orang tersebut. “Siapa Ayahmu, Yahmar? Kau pasti menyembunyikan sesuatu dari kami.” Astri membantu Jina agar pertanaannya di jawab oleh Yahmar, membuat lelaki itu sekarang menatap pada Gantara, meminta bantuan darinya. Tetapi Gantara hanyalah Gantara, ia pun tidak bisa untuk berbohong.“ Akhirnya Yahmar menyerah dan mengatakan hal yang sejujurnya pada Jina dan Astri. “Ayahku adalah presiden disini.” Jina dan Astri terdiam, Astri terlihat terkejut dan takjub sementara Jina terlihat mengerenyitkan dahinya keheranan. “Kata ’Presiden’ disini, apakah berarti Ayahmu seorang pendiri W.A.E? Atau… Yang kau maksud adalah, Ayahmu seorang Presiden negara ini?” Tanya Jina dengan sangat hati-hati, ia pun sebenarnya tidak ingin opsi kedua keluar dari dalam mulutnya. Tetapi ia harus memastikan dan bertanya yang manakah yang Yahmar maksud. Mendengar opsi tersebut, Astri yang sebelumnya terlihat kegirangan dan takjub, kini memilih diam dan menatap Yahamar. Menunggu jawaban lelaki tersebut dengan sangat serius. “Apa yang harus aku katakan pada kalian berdua… Hh,” Yahmar tertunduk saat ia hendak menjawab pertanyaan tersebut, kedua wanita itu mulai merasa ada yang tidak beres dengan ketua putusan W.A.E devisi Assignor section itu. “Ayahku adalah Presiden negara ini.” Yahmar akhirnya menjelaskan, mengangkat wajahnya dan melihat pada kedua wanita yang terkejut itu. Benar apa yang Jina takutkan, seharusnya ia tidak menanyakan hal tersebut dan membiarkannya menjadi sebuah misteri. Gantara yang melihat kediaman ketiganya, berpikir bahwa ia harus mencari cara agar mereka segera mengakhiri kecanggungan itu. “Ladies… Are you okay with that right?” Gantara menatap kedua wanita itu, dengan hati-hati. Jina dan Astri saling bertatapan, kemudian menatap pada Gantara yang menunggu jawaban mereka. “Tidak… Itu tidak masalah sama sekali, benar kan Astri?” Jina menjawab dan segera menepuk bahu Astri yang ada di sampingnya. “Ya… Benar, kami baik-baik saja dengan pak Presiden.” Ucapan Astri justru menjadi sebuah umpan kecanggungan kembali untuk mereka. Tentu saja mereka tidak baik-baik saja dengan Presiden negara, karena dengan mereka bergabung pada organisasi W.A.E saja, mereka sudah di pastikan adalah musuh dari pihak pemerintah yang dimana Presiden adalah kepala pemerintahnya. “Oke, kalian pasti bingung mengapa aku berada di sini saat ini. Tapi yang terpenting di saat ini adalah aku berada di pihak W.A.E, dan melawan Ayahku. Tolong percaya padaku!” Yahmar berucap pada Jina dan Astri ketika ia merasa keduanya pasti memiliki pertanyaan tentang hal itu. Yahmar adalah anak tunggal dari Presiden Nabda, Presiden yang saat ini sedang menjabat untuk ketiga kalinya. Pada awal kemunculan video ilegal yang tersebar itu, Yahmar tengah berada di area stadium sekolah tingginya. Mereka sedang menonton pertandingan football perwakilan dari sekolah mereka yang mewakili negara di ajang internasional. Dan pada menik ke tiga puluh, video tersebut terputar. Membuat beberapa anak ketakutan dan bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan saat itu. Yahmar seketika pada saat itu, merasa bahwa hidupnya tidak lagi berguna jika ia terus mengikuti semua hal yang diberikan oleh teknologi di dunia ini, ia merasa bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk menenangkan hatinya. Menyelamatkan dunia, dan membuatnya merasa aman. Maka ia dan beberapa anggota komunitas membuat sebuah perkumpulan yang selalu membahas permasalah itu, lima bulan setelah perkumpulan itu didirikan sebanyak seratus anggota telah menjadi anggota tetap, dan mereka bersepakat untuk melangkah jauh lagi dalam melakukan kegiatan mereka. W.A.E, adalah jawabannya. Organisasi yang sudah muncul beberapa waktu yang menjadi jalan keluar dari permasalahan yang mereka rasakan. Setelah melihat visi, misi serta kegiatan W.A.E untuk beberapa bulan, akhirnya Yahmar sebagai pendiri komunitas itu mengajak mereka semua agar masuk ke dalam organisasi W.A.E.  Disaat semuanya berjalan dengan lancar, rahasia Yahmar yang ia sembunyikan selama ini terbongkar oleh sang Ayah. Keduanya saling beragumen dan melakukan perdebatan yang sangat panjang di kediaman Presiden. Tidak ada awak media ataupun pejabat lainnya yang mengetahui hal tersebut, karena Presiden Nabda merasa bahwa ini hanyalah masalah dalam keluarganya yang tidak boleh di konsumsi oleh publik. Saat mereka berdebat, Yahmar berulang kali meminta pada sang Ayah agar membuka matanya dan ikut membantunya menyelamatkan Dunia. Tetapi ego dan jabatan tinggi sang Ayah membuat semua permintaan itu di tolak. Presiden Nabda berasumsi bahwa Yahmar telah menjadi korban Brainwash yang membuatnya memihak pada W.A.E. dan hal itu adalah hal yang paling membuat Yahmar marah. Dia mengatakan pada Presiden Nabda bahwa dirinya akan menunjukkan siapa sebenarnya diantara mereka yang telah tercuci otaknya, apakah Yahmar yang telah terhasut oleh organisasi W.A.E, ataukah sang Ayah yang sudah terhasut oleh keserakahan jabatan dan harta. Setelah itu, secara resmi Yahmar masuk kedalam organisasi W.A.E. dan Presiden Nabda tidak pernah lagi menghubungi Yahmar. Hubungan keluarga antara Ayah dan Anak itu telah terpisahkan oleh dua paham yang saling bertentangan. Kini, mereka berada di pihak yang saling berlawanan, dan saling bermusuhan.         * International SPY adalah sebuah data berupa aplikasi mata-mata tingkat dunia yang hanya dapat di akses oleh orang-orang kaya. Karena untuk mendapatkan aplikasi tersebut, masyarakat harus merogoh uang yang cukup banyak setiap bulannya. Aplikasi ini mempunyai tingkat ke akuratan tinggi dan tingkat resiko yang rendah, jadi konsumen yang menggunakan aplikasi ini untuk keperluan baik pribadi maupun perkantoran, akan diuntungkan dengan adanya aplikasi ini tanpa harus khawatir data milik mereka bocor kepada pihak ketiga.  To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN