Obat untuk Luis

1115 Kata
Benar, tentu saja karena kabar itu. Yahmar baru saja bertanya pada devisi kesehatan tentang kemungkinan kondisi yang Luis alami. Entah dari mana Jina mengetahui tentang masalah ini, tadinya ia akan menyembunyikan semua ini agar wanita dihadapannya itu tidak panik. Tapi sepertinya sudah terlambat. “Aku tahu, Jina. Aku baru saja melaporkan kondisinya dan baru akan mendapatkan hasilnya tiga puluh menit lagi.” Jina menggelengkan kepalanya, dan meremas kedua lengan Yahmar yang ada di pundaknya. “Itu terlalu lama untuk Luis bertahan, Yahmar! Kita harus melakukan sesuatu!” Jina memohon pada sang Ketua devisi yang ditempatinya untuk menyelamatkan Luis dari kematian yang mungkin akan segera menghampirinya. “Apa yang… Apa yang bisa kita lakukan Jina? Apa yang ingin kau lakukan?” Kini Yahmar berbalik bertanya pada wanita itu, karena Yahmar sendiri tidak tahu harus berbuat apa, selain menunggu hasil kemungkinan dari devisi kesehatan. “Izinkan aku pergi kesana.” Jina meminta izin untuk pergi ke wilayah sektor 8. “Tidak!” Tentu saja Yahmar menolak. Dia masih waras untuk tidak mengirim seorang wanita yang tidak bisa menggunakan senjata ke sektor 8. Jina tidak berhenti sampai disana, ia menarik lengan Yahmar untuk masuk kedalam devisi kesehatan, dan menemui salah seorang dokter disana. “Berikan aku obat infeksi dan infus.” Jina tiba-tiba meminta pada seorang dokter untuk memberinya obat infeksi dan infus. Membuat dokter itu kebingungan, begitu pula dengan Yahmar yang ditariknya untuk ikut masuk kedalam ruang itu. “Apa kau mempunyai suratnya?” Tanya sang dokter setelahnya. Jina melirik pada Yahmar yang berdiri di sampingnya, maka saat itu Yahmar mengerti mengapa Jina menariknya. “Aku yang menyuruhnya.” Ucap Yahmar pada dokter itu. Jina tersenyum ketika ia mendapatkan bantuan dari Yahmar, meski lelaki itu pastinya tidak mengetahui untuk apa obat dan air infus tersebut. Sang dokter telihat mengangkat sebelah alisnya, sebelum ia berjalan mengambil apa yang Jina inginkan. Kemudian ia berbalik dan bertanya pada Yahmar. “Tidak terlihat seperti itu. Apakah dia adalah kekasihmu, Yahmar?” Yahmar membulatkan kedua bola matanya, mendengar pertanyaan yang dia rasa tabu untuk ditanyakan padanya. Ketika ia ingin menepis pertanyaan tersebut, Jina yang berada di sampingnya dengan sangat santai membenarkan hal itu. “Benar!” Jina berucap dan segera mengambil obat infeksi dan infus tersebut dari tangan sang dokter, kemudian berlari keluar meninggalkan Yahmar dan dokter itu. “Dia benar-benar kekasihmu?” Dokter itu kembali bertanya kerena tidak percaya dengan jawaban Jina. Yahmar mendecih dan berdiri dari tempatnya, ia berpikir bahwa saat ini ia harus menyusul Jina. “Kita akan membahas ini nanti Sam!” Yahmar berlari keluar ruang devisi kesehatan, meninggalkan dokter yang dipanggil Sam olehnya itu dan mengejar Jina yang sudah berlari ke arah utara. “Jina!” Yahmar mengejar wanita itu dan menghentikan lajunya. Mentapa Jina yang saat ini terengah-engah dihadapannya. Yahmar terdiam ketika ia menunggu penjelasan dari wanita itu. “Yahmar… Setidaknya aku harus memberikan ini untuk Luis. Selagi kita menunggu hasil kemungkinan dari pihak dokter.” Jina memohon pada lelaki itu agar ia diberikan izin, setidaknya untuk mengirimkan obat tersebut. “Tapi bagaimana kita mengirimkan itu? Aku tetap tidak akan mengizinkanmu untuk pergi ke sektor delapan!” Yahmar menjelaskan, Jina mengangguk-anggukan kepalanya dan meyakinkan bahwa dia mempunyai cara lain untuk mengirim obat tersebut pada Luis. “Aku tahu, aku tahu… Aku mempunyai satu cara lain untuk mengirim ini.” Jina kembali melanjutkan langkahnya ke arah utara. Yahmar tentu tidak diam kali ini, lelaki itu mengikuti langkah sang wanita yang berjalan ke arah utara seraya bertanya padanya apa maksud dari cara lain tersebut. “Cara lain? Apa yang kau maksud dengan cara lain, Jina?” tanyanya berhasil menyamakan langkah mereka berdua. Jina tidak menghentikan langkahnya, maupun melirik pada Yahmar yang ada di sebelahnya. Ia tetap berjalan kedepan dengan tergesa-gesa karena merasa waktu benar-benar mendesaknya. “Astri.” Satu jawaban ambigu dari Jina membuat Yahmar betanya-tanya. Apa hubungannya semua ini dengan Astri, anggota penggerak W.A.E devisi hijau itu? “Astri?”   Di dalam ruang para penggerak W.A.E devisi hijau terlihat beberapa orang masih sibuk mengerjakan pekerjaan mereka, dan terlihat sebagian lagi sudah bersantai dan berbincang dengan sesama anggota lainnya. Tiba-tiba pintu terbuka begitu saja, memperlihatkan seorang wanita cantik yang menggunakan gaun tidur tipis, di balik jas hitam milik lelaki berkaos putih di sampingnya. Seluruh anggota penggerak W.A.E tentu terkejut melihat kedatangan dari ketua putusan W.A.E Assignor section itu. Pasalnya, untuk apa seorang ketua Assignor section datang ke devisi ini jika sebenarnya dia bisa memerintahkan seseorang, atau bahkan mengirimkan pesan lewat system yang sering mereka lakukan seperti biasanya. “A… Ada apa Y-Yahmar?” tanya seorang anggota penggerak, yang tergagap ketika ia berbicara dengan Yahmar.   Sosok Yahmar memang sangat dikagumi oleh banyak orang, baik wanita maupun pria. Karena Yahmar memiliki tanggung jawab yang benar-benar besar dalam organisasi ini, meskipun ia bukanlah founder dari W.A.E. Tetapi tanggung jawabnya sebagai ketua putusan W.A.E Assignor section menjadikannya orang paling penting yang terkadang di anggap sebagai ketua dari seluruh Devisi yang ada. “Kami mencari Astri.” Bukan Yahmar, melainkan Jina yang menjawab pertanyaan dari lelaki itu. Yahmar hanya terdiam membiarkan Jina melakukan apa yang seharusnya di lakukan, karena Yahmar sendiri tidak mengetahui apa yang Jina rencanakan.   “Ada apa kalian mencarinya?" Lelaki dengan jas putih lab dengan kemeja hitam di baliknya, keluar dari sebuah ruangan yang bertuliskan caution! Ruangan lab milik devisi hijau disana memang di khususkan untuk beberapa orang saja. Kali ini Yahmar yang maju untuk menghadapi lelaki yang berstatus sebagai ketua dari  penggerak W.A.E dari devisi hijau tersebut. karena Yahmar yakin, Jina tidak bisa untuk menjelaskan alasannya kepada lelaki yang sedikit keras itu.   Yahmar menjabat tangan lelaki itu dan berbincang dengan suara yang pelan sehingga anggota penggerak lainnya tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Mau tidak mau, hal ini merupakan sebuah rahasia yang tidak boleh sembarang orang ketahui. Masalah yang terjadi pada tim di sektor 8 ini, tidak boleh di ketahui oleh banyak orang sebab, itu akan memicu terjadinya keributan yang mengganggu kinerja dari devisi lain. Masalah ini tidak hanya menyangkut orang biasa, masalah ini menyangkut pada Luis… Seorang yang dianggap penting oleh beberapa ketua devisi termasuk Yahmar dan Gantara, lelaki yang kini ada di hadapannya. “Kami perlu bertemu dengan Astri secepatnya. Ini masalah penting yang menyangkut Luis!” Gantara menyipitkan matanya dan melirik pada Jina yang melihati bereka di belakang sana. Ia melihat obat-obatan yang Jina genggam dan dapat menyimpulkan kondisi penting apa yang Yahmar maksud. “Ikut aku! Kalian kembalilah bekerja!” Gantara menyuruh Yahmar dan Jina mengikutinya, dan memberikan perintah pada seluruh anggota penggerak agar mereka kembali mengerjakan tugas mereka. Yahmar melirik pada Jina dan mengangguk, mengajak wanita itu untuk mengikuti langkah Gantara masuk ke dalam sebuah ruangan lain yang ada di dalam ruang devisi hijau tersebut.  To be continued 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN