Alat Teleportasi

1648 Kata
Mungkin semua hal yang ada dalam ruangan itu biasa saja bagi Yahmar, namun tidak bagi Jina. Dia begitu takjub melihat berbagai jenis pohon yang hidup di dalam sebuah tabung, warna hijau yang sangat ia rindukan itu akhirnya dapat ia lihat secara nyata. Seumur hidupnya, baru kali ini Jina melihat betapa indahnya pohon asli… Bukan pohon sintetis. Untuk sejenak, Jina melupakan apa tujuan mengapa ia disini, dan memandangi salah satu pohon yang memiliki bunga berwarna pink itu. “Cherry Blossom.” Jina melirik pada Yahmar yang berdiri di sampingnya, lelaki tinggi itu kini ikut melihat ke arah pohon besar yang indah tersebut. “Ini adalah pohon bunga sakura. Dan tabung besar yang melindunginya kami sebut dengan Tube of world life.” Yahmar melirik pada Jina yang menatapnya. Mereka berdua terdiam saling bertatapan, tenggelam dengan pikiran masing-masing. Yahmar sudah lama menyimpan perasaan pada wanita di hadapannya ini, tetapi mengingat posisinya dalam W.A.E, membuatnya merasa sangat sulit untuk sekedar mencoba menyatakan perasaannya pada wanita itu. Dan akhirnya Yahmar lebih memilih untuk menyimpan perasaan itu. “Jina?” Mereka berdua berbalik menatap Astri yang datang bersama Gantara, Astri menggunakan jas labnya dan berlari menghampiri Jina untuk memeluknya. Astri melepaskan pelukan itu dan mulai menanyakan bertubi-tubi pertanyaan pada Jina. “Bagaimana? Apa yang terjadi pada Luis? Kita akan kesana? Ayo!” “Tidak!” “Tidak boleh!” Jina dan Astri menatap kedua lelaki yang sama-sama mengatakan tidak pada pertanyaan Astri, Jina tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia menghela nafasnya dan mulai berbicara serius pada Astri. “T-201L615! Kamu masih menyimpan alat itu?” Astri membelalakan matanya dan mengangguk, ketika ia mendengar sebuah nama alat ciptaan Luis yang sangat menakjuubkan beberapa tahun yang lalu. “Tentu saja aku masih menyimpannya Jina.” Astri berlari dengan cepat ke arah barat, arah dimana kamarnya berada. Jina yang tidak bisa hanya menunggu, ikut mengejar Astri. Yahmar dan Gantara yang sempat saling bertatapan tentu menyusul keduanya, penasaran dengan alat yang mereka bicarakan.   Pintu kamar Astri terbuka, mereka melihat gadis itu sedang berusaha mengangkat sebuah alat berbentuk prisma yang terbuat dari besi. Gantara dan Yahmar tentu saja segera masuk kedalam kamar Astri dan membantunya mengeluarkan benda berat tersebut. “Hhh… Apa ini?” Gantara bertanya pada Astri, ketika ia dan Yahmar telah berhasil mengangkat alat berbentuk prisma itu ke atas sebuah meja. “T-201L615.” Jawaban dari Astri tidak membatu sama sekali, pasalnya kedua lelaki itu sudah mendengar nama alat ini sebelumnya. Namun yang Gantara tanyakan adalah, apa fungsi dari alat tersebut. “Oke… Expain?” Kali ini Yahmar yang mengajukan pertanyaan lanjutan, ia yakin Gantara tidak ingin bertanya lebih lanjut, mengetahui dirinya suda di skak match di pertanyaan awal tadi. “Alat, mesin, tekhnologi? Entahlah apa ini namanya, tapi menurutku dan Astri, ini adalah alat trasportasi yang Luis ciptakan.” Jina menjelaskan apa sebenarnya alat yang ada di hadapan mereka. Astri mengambil sebuah kabel dan memasangkan kabel tersebut pada alat berbentuk prisma bernama T-201L615 itu. Seketika sebuah cahaya berwarna biru terang keluar dari dalam alat tersebut, ada sebuah layar yang menunjukkan nama tempat muncul bersama dengan sebuah keyboard. Yahmar dan Gantara terlihat sangat tidak percaya pada hal yang baru saja mereka lihat. “Dimana tempat Luis berada?” Tanya Astri ketika ia memasukan beberapa key words kedalam layar tersebut. Jina gelagapan, ia lupa membawa talkie box miliknya, karena ia hanya berencana untuk menemui Yahmar. Saat Jina hendak berbalik keluar untuk mengambil talkie box miliknya, ia melihat talkie box milik Astri di atas  meja dan mengambilnya.   “Tunggu Jina, Jangan!” Jina menyalakan talkie box box itu, Astri sempat melarangnya namun sudah terlambat. Talkie box itu menyala dan menampilkan layar bertuliskan Bima disana. Jina terdiam untuk beberapa saat, dan menatap pada Astri yang membuang wajahnya ke samping untuk menghindari tatapannya. Jina menggelengkan kepalanya berulang kali dan mulai memasukan kode Arial kedalam talkie box itu. ‘Bima?’ Yahmar yang berdiri di samping Jina sempat melihat hal tersebut, membuatnya ikut melirik pada Astri yang berdiri di hadapan mereka. ‘Mereka belum bisa melupakan masa lalu itu, tentu saja akan sangat sulit bagi mereka.’ Itulah hal yang Yahmar pikirkan saat ini. “Kkkssskk…” Sambungan itu telah terhubung. Astri, Yahmar dan Gantara menatap Jina yang berusaha menyambungkannya dengan stabil. “Yoesef?!” Jina bertanya, ia memastikan agar talkie box yang Yoesef pegang masih bersama dirinya. “Jina? Bagaimana? Kau sudah mendapatkan kemungkinannya?” Jina membuang nafasnya dengan lega, ia menatap Astri dan mengangguk. Astri mengerti ia segera bersiap memasukan alamat yang akan Yoesef ucapkan.     “Laporkan posisi!” Dengan tiba-tiba, Jina meminta Yoesef untuk melaporkan posisinya saat ini. Membuat lelaki itu kebingungan mendengar perintah tersebut. “Apa?” Tentu saja Yoesef terkejut, apakah wanita itu benar-benar akan pergi kesana dan menghampirinya? Itu gila, saat ini sudah sangat malam, dan dia berada di sektor 8, sektor yang sangat berbahaya untuk di datangi.   ‘Jika wanita bernama Jina ini nekat datang kemari untuk menyelamatkan Luis, maka wanita ini benar-benar sudah gila!’ Itulah yang ada dalam pikiran Yoesef. “Cepat katakan!” Yoesef mendapatkan bentakan dari wanita itu, membuatnya langsung menjawab dengan jelas dimana posisi mereka saat ini. “Pusat kota, gedung perkantoran sipil militer sektor delapan.” Yoesef menjawab, menunggu balasan dari wanita itu. “Aku mengirimkan sesuatu padamu. Gunakan itu, suntikan lima puluh miligram obat infeksi pada Luis dan pasangkan selang infusnya.” Yoesef terdiam ketika ia mendapatkan perintah tersebut. ‘Jadi dia hanya akan mengirimkan obat? Menggunakan apa? Pesawat? Itu akan lebih baik jika kantor pusat mengirimkan bantuan dari pada hanya sekedar obat.’ Pikir Yoesef kembali. “Berapa lama obat itu akan datang? Aku tidak dapat memastikan kondisi Luis akan baik-baik saja kedepa…” “Sekarang!” Yoesef terdiam ketika ia mendengar ucapan Jina dan melihat sebuah cahaya biru yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Siluet berbentuk sebuah benda muncul, dan perlahan wujud itu terlihat menjadi sangat jelas. Begitu cahaya itu menghilang, kedua benda yang melayang beberapa inchi dari tanah itu terjatuh. “A-apa ini?” tanya Yoesef pada Jina di balik talkie box yang ia genggam itu. “Itu adalah obat yang tadi ku jelaskan, berikan itu pada Luis sekarang.” Jina menjawab, tetapi sebenarnya yang Yoesef tanyakan bukanlah obat itu, melainkan cahaya tadi. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, itu adalah sebuah teleportasi pertama yang ia lihat selama hidupnya.   Yoesef ingin menanyakan lebih lanjut, tetapi Luis tidak bisa menunggunya. Maka ia segera mengambil obat dan infus tersebut, menyuntikan 50 mg obat infeksi pada Luis dan memasangkan infus itu. Tubuh Luis yang menggigil perlahan melemas dan berhenti mengigil, obat itu berhasil menangani situasi ini. Yoesef menghela nafas lega dan duduk bersandar di samping Luis. “Berhasil, tubuhnya tidak mengigil dan kurasa obat itu bekerja dengan baik.” Yoesef melaporkan situasi pada Jina melalui talkie box itu. Ia dapat mendengar suara Jina yang lebih ringan dari sebelumnya, dan mendengar juga suara beberapa orang di baliknya. “Apa itu tadi?” Yoesef kembali menanyakan apa yang ada dalam benaknya beberapa saat yang lalu. “Apa?” Tanya Jina yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan Yoesef. “Cahaya biru itu… Apa itu tadi?” Yoesef mengulang pertanyaannya, kali ini lebih jelas agar wanita itu mengerti. “Itu adalah cahaya pengiriman yang dihasilkan oleh alat… Alat Teleportasi milik Luis, yang bernama T-201L615.” Yoesef terdiam, ia melirik ke arah lelaki yang ada di sampingnya. Kemudian tanpa berbicara, Yoesef memutuskan sambungan talkie box itu secara sepihak. “Kau benar-benar sebuah aset. Bagaimana jadinya jika nyawamu terenggut karena racun Txc71 ini, Luis?” Yoesef memegang sebuah peluru milik pemerintah yang ia ambil sebelumnya, melihat pada tabung kecil berwarna merah di tengahnya. Cairan yang akan keluar ketika peluru itu melesat. Yoesef mematahkan talkie box milik Arial menjadi dua, dan membuangnya begitu saja ke atas tanah. Dia juga menjatuhkan peluru yang tadi di pegangnya, kemudian menatap pada Luis yang masih belum sadarkan dini.           * Tube of world life adalah sebuah tabung besar yang di khususkan untuk tumbuhan-tumbuhan kecil maupun pohon-pohon besar. Tabung itu memiliki panjang yang sangat dalam ke bawah dan atasnya memiliki rongga-rongga kotak seperti geruji besi. Geruji itu berfungsi untuk mengeluarkan udara oksigen yang di hasilkan tanaman. Tube of world life ini di rancang dapat memperbesar ukurannya jika pohon yang di dalam sana melebar. Tabung-tabung itu tidak di ketahui oleh banyak orang termasuk anggota W.A.E lainnya. Hanya penggerak W.A.E Devisi hijau. dan para ketua. juga tentunya pendiri W.A.E yang mengetahui keberadaan tabung ini. Tabung itu yang kini membantu Bumi mendapatkan oksigen meskipun hanya sedikit. Hutan yang W.A.E buat sudah sekitar 40% dalam masa pengerjaan, dan penelitian. Penanaman pohon juga sudah banyak di lakukan, sehingga tabung ini hanya berfungsi untuk menumbuhkan tumbuhan yang ingin mereka ambil bibitnya untuk di tumbuhkan kembali di hutan buatan mereka nantinya. * T-201L615 adalah sebuah alat yang di buat oleh Luis. Alat Teleportasi satu-satu nya yang pernah ada. Karena selama ini, belum ada satupun peneliti, ilmuan dan orang pintar lainnya yang berhasil membuat dan merancang alat teleportasi tanpa kecacatan. Alat itu berbentuk prisma yang berwarna perak, terbuat dari besi yang membuatnya sangat berat untuk di angkat atau di bawa kemana-mana. Alat itu masih membutuhkan daya listrik untuk menghidupkannya, melalui sebuah kabel yang terpisah. Ketika alat tersebut di nyalakan, maka akan ada sebuah cahaya biru yang terang keluar dari dalam alat tersebut untuk beberapa detk sebelum akhirnya kembali meredup. Sebuah layar dan keyboard akan muncul secara bersamaan untuk mengimput ke mana barang akan di kirimkan oleh alat teleportasi itu. * Cahaya pengiriman yang di hasilkan oleh T-201L615, alat teleportasi milik Luis itu, memiliki warna biru. Ketika benda yang di kirimkan oleh T-201L615 itu terkirim. Benda tersebut akan muncul secara perlahan, dan wujudnya diawal akan seperti sebuah siluet yang lama-kelamaan akan berubah menjadi lebih jelas. Ketika benda yang di kirim tersebut sudah sepenuhnya terkirim, cahaya tadi akan menghilang menyisakan benda yang sudah ada di tempat tujuan. Itulah proses pengiriman benda menggunakan alat teleportasi T-201L615 ciptaan Luis.  To be continued 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN