Incognito Room

1319 Kata
Raihan menganggukkan kepalanya, dia menatap pada layar virtual milik Jonathan, dan mulai menjelaskan apa maksud dari Isolation Arrest yang ia katakan sebelumnya pada kedua orang yang berumur lebih tua darinya itu. “Isolation Arrest, adalah saat dimana ketika seorang tahanan dilenyapkan dari sinyal keberadaan.” Raihan berhenti berucap dan menatap kedua lelaki itu yang semakin bingun, dan terkejut. Raihan menyilangkan tangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya ketika sadar bahwa kedua orang itu menangkap maksudnya dengan arti yang berbeda. “Tidak, tidak! Dilenyapkan yang ku maksud disini bukanlah di lenyapkan dengan cara di habisi, atau di bunuh. Tetapi mereka melakukan pelenyapan sinyal dengan cara mengisolasi tahanan pada sebuah tempat yang tidak bisa di tembus oleh sinyal pelacak apapun. Karena jika tahanan di bunuh, kita akan tetap mendapatkan sinyal keberadaan miliknya.” Raihan melihat kedua orang yang lebih tua darinya itu tersenyum padanya, terutama Arial yang berada tepat di hadapannya. “Baik kami mengerti sekarang.” Jonathan berucap dan kembali mengutak-atik layar virtualnya untuk mengecek tugas Badian dan Tameer di block 7 apakah keduanya berhasil atau masih dalam tahap penyelamatan Dara. “Jadi setidaknya ada satu kabar baik yang kita ketahui dari penjelasanmu, Raihan. Secara tidak langsung, kau memberitahu kami bahwa Rio masih hidup.” “A..Itu, Aku…” Raihan tergagap ketika mendapatkan fakta lain yang ia ucapkan namun tidak ia sadari. Ia menatap pada Arial yang melangkah mendekatinya dan mengacak-acak rambutnya. “Good job!” Itulah sebuah kata yang Raihan dengar dari mulut lelaki yang kini berdiri di hadapannya itu dengan tersenyum, rasa senang sekaligus malu ia rasakan.   Inilah salah satu alasan mengapa ia ikut kedalam organisasi W.A.E. Raihan telah melihat bagaimana gagahnya dan kerennya Arial di atas panggung orasi ketika itu, ketika umurnya belum genap menginjak angka tujuh belas tahun. Saat itu, Raihan bersama  dengan sang Kakak yang kini berada menjadi penggerak W.A.E di devisi hijau, menonton orasi yang diadakan oleh W.A.E di wilayah rumah tinggal mereka. Sejak saat itu, mereka berdua bertekad untuk bergabung menjadi bagian dari organisasi ini, meski mendapat larangan keras dari kedua orang tua mereka. Sang kakak yang berumur tiga tahun lebih tua darinya, terus mencoba berbegai macam cara agar dirinya masuk kedalam organisasi. Kakaknya selalu melakukan hal-hal yang membuat Raihan merasa takjub, dengan kepintaran yang dimiliki oleh kakaknya. Salah satunya adalah, ketika ia dengan berani mendaftarkan diri secara sembunyi-sembunyi untuk menjadi anggota W.A.E, dan berhasil lolos menjadi salah satu anggota inti penggerak W.A.E devisi hijau. Kakaknya berjanji akan membawa Raihan keluar dari rumah ketika umurnya sudah menginjak delapan belas tahun. Dan saat umur Raihan telah menginjak delapan belas tahun, sang kakak membawanya pergi dari rumah kemudian masuk kedalam organisasi satu tahun yang lalu. Raihan berhasil menjadi tim W.A.E devisi keamanan, dan sejak saat itulah Raihan banyak melakukan penyelamatan dan banyak belajar dari semua orang, termasuk sang kakak. “Jadi apakah ada cara untuk mencari tahu dimana ruangan itu berada?” Jonathan bertanya ketika ia telah memberikan arahan pada Badian dan Tameer. Kemudian ia menatap pada Raihan yang terdiam menatap Arial dengan senang. Raihan menatap pada Jonathan dan menghampirinya, kemudian ia mengangguk. Memasukan beberapa kode kedalam layar virtual milik Jonathan. “Tentu ada! Kita hanya perlu mencari sebuah ruangan, yang terletak di antara para pemancar sinyal. Disana akan terdapat sebuah atau beberapa gap yang tertutup oleh besarnya ukuran sinyal dari pemancar sinyal tersebut. Hal ini dinamai dengan incognito room, dimana orang-orang akan berpikir bahwa tidak ada apapun disana selain pemancar sinyal raksasa. Padahal pada kenyataannya, gap itulah ruangan yang mereka cari. Pihak pemerintah terlalu pintar untuk menyembunyikan lokasi ruangan itu dari semua orang.” Raihan menjelaskan dimana kemungkinan letak ruangan yang mereka tuju, dan mengotak atik layar itu, memperlihatkan pemancar sinyal yang dia maksud dan menemukan sebuah gap yang ia yakini sebagai ruangan tempat dimana Rio di tahan. Raihan tersenyum pada keduanya, ketika ia telah menemukan gap yang ia maksud. “Dan jauh kau lebih pintar dari mereka semua.” Jonathan memuji kepintaran anak tersebut, ia tidak percaya bahwa akan ada sebuah rahasia di balik pemancar sinyal yang selalu di anggap tidak begitu penting bagi seluruh anggota information system sepertinya. “Hehehe… Aku hanya belajar dari kakakku yang selalu mengatakan bahwa akan ada sebuah hal yang besar di balik hal yang selalu di anggap biasa saja oleh orang-orang. Dan aku membuktikannya sendiri ketika sedang di bebas tugaskan di kantor W.A.E.” Raihan mengusap-usap lengan kirinya, merasa malu dengan pujian yang diberikan oleh Jonathan padanya. “Oke, kalau begitu ayo kita harus segera ke tempat dimana kemungkinan Rio berada!” Arial memberikan keputusan, Jonathan pun mengangguk dan mulai menunjuk arah kemana mereka harus berlali. Andre yang hanya mendengarkan pembicaraan mereka dari ujung lorong sana, mengangguk mempersilahkan agar mereka berlari terlebih dahulu sebelum akhirnya ia ikut menyusul ketiganya dari belakang. Andre memang di tugaskan untuk menjaga mereka dari pihak pemerintah, jika mereka melakukan perundingan mendadak. Karena di antara mereka berempat, Andre adalah salah seorang anggota tim yang cukup cekatan untuk mengetahui kedatangan seseorang, atau dalam kata lain Andre mempunyai rasa sensitif yang baik. Selain itu, Andre juga adalah seorang shooter yang handal yang memiliki beberapa penghargaan dari pihak pemerintah. Ya… Andre adalah mantan pelatihan militer pemerintah yang mengundurkan diri karena lebih memilih bergabung dengan W.A.E.   Jina segera keluar dari kamar miliknya dengan hanya menggunakan gaun tidur tipis. Saat ini hari sudah sangat larut, dan Jina tidak bekerja pada shift malam. Tetapi kondisi Luis yang Yoesef laporkan beberapa saat yang lalu, membuat Jina harus menemui Yahmar dan Astri, meski hanya dalam balutan gaun tidur. Tak jarang beberapa anggota yang berkerja di shift malam memandanginya dengan aneh, meski ada sebagian dari mereka yang memandanginya dengan penuh hasrat. Bagaimana tidak? Jina hanya menggunakan gaun tidur yang tipis, yang pasti nya akan memperlihatkan bentuk tubuhnya pada semua orang yang berpapasan dengannya. “Jina?” Jina menatap pada Yahmar yang kebetulan sedang berjalan di lorong devisi kesehatan. Mata lelaki itu menyipit saat melihat gaun tidur yang dikenakan oleh Jina, ia segera melepas jas yang digunakannya, kemudian menghampiri wanita cantik yang terdiam menatapnya itu.   Banyak orang disana, dan kebanyakan diantara mereka adalah laki-laki, maka ia segera menutupi tubuh itu dengan jas miliknya tadi. Yahmar mengerti bagaimana populernya Jina di mata para anggota W.A.E lain, salah satu alasannya karena ini. Jina memiliki paras yang cantik, dan tubuh yang indah. “Apa yang kau lakukan disini, dengan gaun tidur yang… Ditengah malam seperti ini?” Yahmar mengkoreksi ucapannya sendiri, ketika ia akan membahas gaun yang di kenakan oleh Jina, Namun ia berpikir pasti ada suatu hal yang sangat mendesak sehingga wanita itu menemuinya dengan pakaian seperti ini. “Luis…”       * Isolation Arrest adalah tempat dimana, para sanderaan dan tahanan di sembunyikan dari satelit dan alat pelacak lainnya. Isolation Arrest sendiri mengartikan bahwa tahanan di isolasikan dan di jauhkan dari segala hal, termasuk orang-orang.  Atau, seperti yang Raihan jelaskan, bahwa Isolation Arrest, adalah saat dimana ketika seorang tahanan dilenyapkan dari sinyal keberadaan. * Sinyal keberadaan adalah sinyal yang dimiliki oleh anggota W.A.E dan beberapa anggota penting organisasi besar lainnya yang dapat di lacak oleh alat pelacak maupun satelit khusus. Sinyal keberadaan memiliki kode-kode unik tersendiri, sehingga sinyal keberadaan seseorang tidak akan tertukar dengan sinyal keberadaan orang lain. Sinyal ini dapat menjelaskan dengan rinci dimana seseorang berada, baik dalam kondisi hidup ataupun mati. * Gap adalah istilah untuk memberitahu jarak kosong di antara dua ruang terisi. * Pemancar Sinyal adalah alat seperti satelit yang memancarkan sinyal-sinyal kuat seperti sinyal internet, sinyal komunikasi, frekuensi, dan sinyal-sinyal lainnya yang di satukan kedalam sebuah pemancar raksasa yang akan memancarkan semua sinyal itu dalam satu saat yang bersamaan. * Incognito room adalah istilah saat dimana orang-orang akan berpikir bahwa tidak ada apapun di tempat tersebut selain pemancar sinyal raksasa dan hal-hal yang menutupi lainnya. Namun pada kenyataannya, tempat itu adalah ruangan yang mereka cari. Incognito room yang berarti ruang penyamaran, selalu terletak di tempat-tempat yang tidak pernah terpikirkan sama sekali oleh manusia, karena ruangan ini memang di fungsikan untuk di sembunyikan keberadaannya.  To be continued 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN