Sektor 8 Kota Sub.

1889 Kata
“Aku pergi sekarang, tenanglah… Kami akan baik-baik saja disana.” Rio kemudian berpamitan pada mereka ketika ia merasa tidak ada yang harus ia jelaskan pada mereka bertiga. Rio menepuk bahu Arial dan Luis, kemudian beralih untuk menjabat tangan Astri. “Sampaikan salamku pada Jina.” Ucapnya pada gadis itu, Astri mengangguk pelan dan tersenyum pada Rio dan untuk sesaat ia memeluk temannya tersebut. Ada rasa khawatir dalam dirinya, namun jika ini semua adalah keputusan Rio maka Astri tidak dapat berbuat apa-apa. “Jangan lupa gunakan Help Code jika kau dalam keadaan genting! Kami akan langsung turun menyelamatkanmu.” Luis mengingatkan Rio bahwa ia akan terus memantaunya, Rio mengacungkan jarinya membuat symbol oke seraya berjalan menuju Parking area tempat dimana Dara dan Zeino menunggunya, meninggalkan tiga temannya yang sengaja datang mengunjunginya untuk mencegah kepergiannya ke markas militer milik pemerintah. “Lama sekali, ada masalah apa Rio?” Zeino yang duduk di kursi kemudi bertanya padanya ketika ia baru saja sampai ke mobil tersebut, Zeino menatapnya penuh dengan rasa penasaran. Namun Rio hanya menggelengkan kepala menjawabnya, dan memilih untuk tidak membahas hal tersebut pada kedua orang tersebut. Menurutnya semua adalah hal biasa jika mereka khawatir pada keputusannya ini, dan jika kedua orang tersebut mengetahui apa sebenarnya permasalahan itu, mungkin setelah tugas ini selesai ia akan mendapatkan sebuah olokan dari seluruh anggota devisi speech. “Ayo kita berangkat sekarang!” Rio berucap menutup pembahasan mereka tentang masalah itu, Zeino segera menyalakan Carflying tersebut dan menekan kota Sub. sebagai tujuan utama yang mereka tuju. Setelahnya Zeino memutar kursi kemudi menghadap kearah Dara, begitu pula dengan Rio yang duduk disampingnya. Sebuah meja mulai naik keatas dan mereka memulai mengadakan rapat kecil di atas Carflying o.7 yang sangat canggih tersebut. “Kalian tahu sektor 8 adalah sektor yang berat?” Rio mulai membuka suaranya, bertanya pada keduanya yang mengangguk secara bersamaan. Rio merogoh isi tas yang dibawanya, mengeluarkan beberapa tabung berwarna merah yang dulu pernah ia gunakan bersama dengan Bima. Tabung yang juga menjadi salah satu alat yang Bima gunakan untuk meledakkan apartemen itu, juga dirinya. “Apa itu?” Dara menyipit ketika ia memperhatikan tabung-tabung tersebut dengan penasaran, karena ia belum pernah melihat benda seperti itu sebelumnya. Rio mengangkat salah satu tabung itu, memperlihatkan pada mereka seraya menjelaskan. “Alat ini bisa mengubah bentuknya menjadi apa saja, gunakan ini saat kalian berada dalam kesulitan.” Dan Rio memberikan satu persatu tabung itu pada Dara dan Zeino, kemudian ia mengeluarkan beberapa tabung lainnya yang serupa namun memiliki garis putih ditengah. Ia kembali mengangkat tabung itu untuk memperlihatkan pada keduanya. “Ini adalah Dynamit.” Keduanya terkejut saat mendengar Rio menjelaskan nama benda selanjutnya. Setahu mereka Dynamit adalah alat yang dilarang digunakan oleh pihak W.A.E karena Dynamit memiliki daya ledak tinggi namun tidak memiliki kontrol. Tidak seperti peledak-peledak yang digunakan oleh pihak W.A.E. “Haruskah kita membawanya?” Dara bertanya dengan sedikit ragu, dan menatap pada Zeino. Rio menggelengkan kepalanya menjawab bahwa mereka tidak harus memilikinya dan kembali menyimpan tabung itu kedalam tas yang ia bawa. Dara dan Zeino hanya menatapi Rio dengan tatapan tidak percaya, tentu saja mereka tidak percaya jika selama ini Rio membawa hal seperti itu. “Ini mempunyai daya ledak sangat tinggi, biarkan aku yang membawanya untuk waktu terdesak.” Jelasnya dan kembali memutar kursi kearah depan tanpa memikirkan bagaimana kedua orang itu menatapnya saat ini. dan seketika rapat mereka selesai. “Kenapa kau terlihat panik Arial, apa kau tidak percaya pada Rio?” Astri bertanya ditengah perjalanan mereka kembali ke devisi mereka masing-masing. Tanpa menghentikan langkahnya, Arial menatap wanita yang berjalan di dampingnya itu. Kemudian ia menatap lorong yang panjang didepan dan menjawab dengan tenang pada Astri. “Bukan tidak percaya Astri, aku hanya khawatir padanya karena tragedi saat itu. Bukankah kau juga merasa demikian?” Arial menjawab dan terus berjalan meninggalkan Astri yang terdiam didepan ruangan devisi hijau. Astri hanya menatap punggung Arial yang sudah berjalan semakin menjauh, pikirannya kembali mengingat saat dimana kericuhan itu terjadi. “Astri?” Seorang lelaki yang baru saja keluar dari ruang devisi hijau menyapanya, membuat Astri menengok dan tersenyum canggung pada lelaki yang kebingungan itu. Mereka terdiam untuk beberapa saat, sampai lelaki itu kembali bertanya padanya. “Ada yang terjadi?” Astri menggelengkan kepalanya dan masuk kedalam ruang devisi tanpa menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa mata menatapnya dengan heran, namun Astri mencoba untuk bersikap seperti biasanya dan duduk di meja miliknya. Mereka semua pasti melihat bagaimana Astri keluar dari rungan itu sebelumnya, dan sebagian dari mereka juga pasti melihat jika dia, Luis dan Arial berlari sepanjang koridor tadi. “Kalian mengkhawatirkan Rio?” Fadey lelaki yang duduk disamping Astri tiba-tiba berucap, menebak apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Lelaki itu menatap kearah Astri dan menopang kepalanya dengan satu tangan diatas meja, bertingkah layaknya anak kecil yang penasaran dengan sebuah masalah yang ia lihat. Tanpa menjawab, Astri membalas tatapan itu, seakan bertanya mengapa lelaki tersebut bisa mengetahuinya. “Aku tahu Sektor 8 kota Sub. adalah sarang dari militer, dan Rio saat ini ditugaskan disana. Pastilah kalian sangat mengkhawatirkannya, tapi aku yakin mereka akan baik-baik saja.” Fadey bangkit dari posisinya seraya berucap panjang meyakinkan Astri, wanita itu menghela nafasnya dengan berat dan menatap layar komputernya. “Terimakasih telah meyakinkanku Fadey, namun hal yang mengganggu pikiranku saat ini bukan itu. Aku hanya bersedih karena mengingat Bima.” Hening, keduanya kini terdiam setelah Astri memberitahu perasaan yang ia rasakan saat ini. Fadey yang disampingnya pun hanya mengangguk-angguk paham apa yang kin Astri rasakan. ‘Teeet! Teeet! Teeet!’ Arial tersentak ketika kode merah menyala dengan kencang di seluruh ruangan devisi keamanan. Ia dan anggota tim lainnya segera berlari menuju ruang rapat yang sudah terbuka. Sebuah layar menunjukkan kericuhan yang terjadi di wilayah distrik 5 kota Lin. Tim keamanan pemerintah terlihat mengejar lima anggota speech devision yang ditugaskan disana. Tidak lama setelah berakhirnya tayangan tersebut, muncul tujuh nama anggota tim devisi keamanan yang akan ditugaskan untuk menyelamatkan anggota speech devision di kota tersebut, dan salah satu nama yang muncul dilayar tersebut adalah nama Arial. Mereka yang memakai seragam biru gelap berdesain militer itu segera berlari mengambil beberapa senjata di ruang senjata, dua diantara mereka berlari menuju parking area untuk menyiapkan helikopter yang akan mereka gunakan. “Arial!” Seorang tim yang telah siap dengan seluruh senjatanya, segera menghampiri Arial dan berdiri dengan tegap dihadapannya. Ya… Posisi Arial saat ini adalah Leader tim. Meski sebelumnya dia belum pernah mencicipi kejamnya pendidikan militer atau pelajaran khusus untuk kemiliteran. Namun, ia mempunyai otak yang dapat menyusun strategi dengan baik dan itulah yang menjadi alasan ia dijadikan kapten dalam misi penyelamatan kali ini. “Ayo! Let’s go, let’s go!” Arial berteriak ketika mereka semua sudah terlihat siap dengan apa yang mereka bawa, mendengar teriakan tersebut mereka segera berlari menuju parking area dan masuk kedalam helikopter yang sudah menyala. “Patra kecepatan penuh!” Arial memberikan perintah, dan melirik pada Patra yang bertugas menjadi pilot heli. Ia mengangguk dan menjalankan perintah tersebut tanpa menunggu lebih lama lagi. “Sambungkan komunikasi dengan anggota distrik lima!” Arial kini menatap seorang wanita yang duduk disamping kanan mereka dengan komputer hologram diatas mejanya. Wanita itu adalah seorang anggota devisi sambungan W.A.E Information System, devisi yang bertugas untuk menyambungkan komunikasi dan memberikan informasi antara seluruh devisi terutama speech devision dengan para tim ataupun dengan kantor pusat W.A.E. Mereka memang ikut terjun kedalam lokasi jika terjadi kericuhan pada tugas speech devision. Agar semua komunikasi yang terjadi dapat lebih cepat dan mudah. “Pastikan mikro earphone kalian terhubung!” Wanita itu berucap, mereka semua mengangguk dan menyalakan mikro earphone yang mereka gunakan sebelumnya. Wanita itu telihat sangat cepat memasukan kode-kode dan terlihat menggambungkan beberapa sambungan yang tertera. “Sambungan akan terhubung dalam 5, 4, 3, 2, 1!” Bum! Dar…! Dar! Bukan suara dari anggota disrik 5 yang mereka dengar, melainkan suara tembakan senjata keamanan pemerintah yang terlepas dengan bebas di udara. Arial beserta para anggota tim keamanan terdiam sejenak memastikan apa yang terjadi dengan anggota speech yang akan mereka jemput di distrik tersebut. “Apakah sambungan telah terhubung? Ksssk!” Arial mengangguk kecil sebagai tanda syukurnya, ketika ia dan para anggota lain dapat mendengar suara seseorang di balik sambungan mereka. “Ya, kami sedang dalam perjalanan menuju lokasi! Aku Arial lead tim penyelamat, apakah keadaanmu baik-baik saja?” Arial memastikan keadaan anggota speech yang terhubung dengan sambungan mereka. Karena mereka belum bisa memastikan bagaimana keadaan di distrik 5. “Hh… Hh… Aku Rivan, kami tidak baik-baik saja disini hh…” Suara hembusan nafas yang sangat kencang terdengar ditelinga mereka semua, sehingga Arial yakin bahwa anggota speech berlari menghindari keamanan pemerintah. “Rivan, tolong laporkan apakah anggota kalian lengkap?” Arial kembali bertanya, kembali memastikan kelengkapan anggota yang akan mereka jemput. Untuk sesaat mereka tidak mendengar jawaban apapun, mereka hanya mendengar langkah kaki yang sangat kencang dan deruan nafas dari pemiliknya. “Hh… Hh… Jumlah? Hh… Jumlah kami berlima. Tapi sekarang hanya tersisa Hh… Hh… aku dan Dio temanku.” Rivan menjawab dengan suara yang terdengar sangat sedih sekaligus was-was. Seluruh tim keamanan W.A.E terdiam mendengar jawaban tersebut, sementara Arial mengepal tangannya dengan kuat. Ia benar-benar marah pada pemerintah karena telah membunuh rekan-rekan seperjuangannya. “Kita akan sampai satu menit lagi!” Patra berteriak, memberitahu pada seluruh anggota bahwa mereka akan sampai. Arial mengangguk dan memberikan aba-aba pada seluruh tim untuk bersiap mengambil senjata yang bisa mereka gunakan. “Bertahanlah, kami akan menjemput kalian sebentar lagi!” Sebelum mempersiapkan dirinya, Arial berucap pada Rivan, menenangkan lelaki itu agar mereka bertahan untuk menunggu kedatangan tim nya. Setelahnya ia mengambil shoot gun, dan memutuskan untuk membagi tim menjadi 3 kelompok. Arial pergi menghalau keamanan pemerintah bersama dengan seorang yang memiliki rambut berwarna merah gelap yang membawa electric gun ditangannya. Patra dikelompokan dengan co pilot nya bersama satu orang lagi untuk tetap berada dalam heli dan membantu mereka dari udara. Sementara dua orang lainnya bertugas untuk menjemput Rivan dan Dio yang bersembunyi disebuah gang yang sudah diberikan titik pada maps oleh sambungan W.A.E. “Pintu akan dibuka! Dalam 10 detik!” Patra kembali berucap untuk memperingatkan pada tim yang akan terjun kebawah, helikopter perlahan turun mendekati tanah dengan jarak yang tidak jauh dan tidak terlalu rendah. *Help Code adalah code yang digunakan untuk memohon bantuan pada pihak W.A.E Information System yang nantinya akan dilaporkan pada para Assignor Section. Lalu mereka akan mengirim tim penyelamat yang terdiri dari para anggota keamanan W.A.E dan dari Sambungan W.A.E untuk menyelamatkan mereka dari kondisi berbahaya dan mengancam. *Parking Area adalah area parkir untuk seluruh kendaraan yang dimiliki oleh W.A.E parkir area ini berada di bawah tanah yang nantinya akan membukakan pintu di atasnya. Tanah itu akan terbelah ketika kendaraan W.A.E akan berangkat. Kendaraan yang tersedia disana bermacam-macam. Dimulai dari heli, pesawat jet, pesawat evakuasi, pesawat penumpang biasa, jet tempur, carflying dan motorcycle. *Sambungan W.A.E Information System, adalah salah satu devisi terpenting yang ada di dalam organisasi W.A.E. Karena Information System bertugas menyambungkan seluruh Informasi antar devisi ketika mereka bertugas, dan menyambungkan seluruh informasi dengan kantor pusat W.A.E. Selain itu, devisi ini juga terjun kedalam tim penyelamatan untuk mematikan keadaan di lokasi dan menjaga agar komunikasi tim penyelamat dengan tim yang diselamatkan tetap terhubung. Devisi ini juga secara bersamaan harus menganalisa dimana letak-letak para musuh dan apa saja yang harus para anggota tim lakukan untuk menghindari musuh. To be continued 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN