4 Tahun Kemudian
W.A.E
We Are Earth
Kami, sebuah organisasi yang berdiri atas dasar peduli terhadap Bumi. Sebelumnya, kami hanyalah manusia yang acuh tidak acuh pada keadaan lingkungan. Dan kami semua mempunyai tujuan hidup untuk kaya, terkenal, mempunyai jabatan dan bersenang-senang sama seperti yang lainnya. Tetapi sebuah video ilegal yang mendadak tersebar, membuka mata kami, hati kami, akal kami. Bumi benar-benar hancur, dan kami tidak bisa hanya menjadi penonton atau bahkan menjadi penyumbang dari hal tersebut.
Astri, Jina, Rio, Luis, Arial dan mendiang Bima lah yang telah berhasil memberitahu kami. Mereka para pelajar dengan segala kepintarannya, melawan pihak berwenang untuk memberitahu dunia. Dan inilah hasil jerit payah mereka, W.A.E organisasi yang berdiri 4 tahun lalu yang didirikan satu bulan setelah video ilegal tersebut tersebar, berhasil menjadi salah satu organisasi besar di Bumi. Namun organisasin kami berstatus ilegal, karena pemerintah tidak mengizinkan adanya organisasi ini. Tentu saja mereka tidak ingin kehilangan ladang uang mereka, dan melakukan cara apapun untuk menghentikan aksi-aksi kami.
Kami mengingatnya, satu tahun yang lalu, kami telah melakukan demonstrasi besar didepan Paradise Tower kota Co. Ibukota termegah, termewah. Mengharapkan bahwa pemerintah mau mendengarkan suara kami dan membicarakan hal ini dengan pikiran yang terbuka. Tapi ternyata, aksi yang kami lakukan mendapat balasan kejam dari mereka, pihak keamanan melempari gas air mata dan beberapa dari anggota kami ditangkap. Bahkan mereka mengirim sebuah ancaman jika kita tidak membubarkan diri maka mereka akan berlaku lebih kasar lagi pada kami semua.
Perlindungan Hak Asasi Manusia, PHAM adalah perangkat keadilan yang kami harapkan. Kami berharap mereka dapat membantu memberikan hak-hak kami, dan melawan pemerintah yang telah berlaku kejam. Namun kenyataan sangat berbeda dengan apa yang kami harapkan, mereka tidak berkutik dan justru berlaku tidak adil. Mereka menutup mata dengan mengatakan bahwa mereka tidak ingin terlibat dengan masalah kami. Status ilegal yang tertera lah yang membuat mereka tidak dapat bergerak. Padalah kami adalah Manusia, kami juga mempunyai Hak untuk bersuara. Tapi ternyata mereka lebih takut dengan Petahana daripada Keadilan. Kini keadaan tidaklah sama, kami W.A.E bukan lagi ada untuk memperbaiki Bumi. Tetapi kami ada untuk melawan siapapun yang menentang misi kami meski akhirnya kami harus berperang.
“Luis, Bagaimana dengan sektor 8 di kota Sub.?” Tanya Arial pada Luis yang sibuk dengan beberapa file dalam gadget yang dia pegang, mereka berdua saat ini adalah tim W.A.E devisi keamanan, dimana mereka harus melindungi para pekerja yang berada di dalam organisasi W.A.E agar pergerakan mereka tidak diketahui oleh pemerintah atau perusahaan lain yang ingin organisasi ini hancur. Meskipun segala hal yang dilakukan W.A.E adalah benar, namun mengingat status organisasi ilegal mereka, menjadikan hal yang benar pun seolah salah.
“Semua aman Arial, ada dua perusahaan di sektor 8 yang akan menjamin keamanan para anggota.” Luis memberikan file tersebut kelayar yang kini tengah digenggam oleh Arial. Act Production, dan Fill Corp. Dua nama perusahaan itulah yang terlihat oleh Arial dalam gadgetnya.
“Berapa anggota yang akan berorasi disana? Siapa saja?” Arial kembali bertanya seraya mengkaji ulang file yang diterimanya tersebut. Luis terdengar sedikit mendecak, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan tersebut.
“Tim ini terdiri dari tiga orang yaitu, Rio, Dara dan Zeino. Mereka akan berangkat pukul 2 siang sekitar 10 menit lagi, dengan menggunakan carflying o.7 yang sudah disiapkan.” Luis menjelaskan secara detail semua data tim yang dikirim ke sektor 8. Arial terdiam menatap pada temannya yang masih berkutik dengan file-file tadi. Carflying o.7 adalah tekhnologi mobil mutakhir yang baru saja diterbitkan beberapa waktu yang lalu, yang mampu digunakan dengan jarak tempuh lebih dari lima ribu kilometer. Sebenarnya tidak heran jika W.A.E mempunyai tekhnologi mewah ini, karena beberapa anggota W.A.E adalah orang yang berstatus tinggi, meski tidak semuanya begitu.
Keheningan yang tercipta sukses membuat Luis menatap pada Arial yang menatapnya dengan kedua mata yang melebar. “Dimana mereka saat ini?” Arial kembali bertanya dan bangkit dari duduknya, Luis yang mendapat pertanyaan tak biasa itu, kini menatap Arial dengan satu alis mata yang terangkat.
“Preparation Room.” Arial bergegas keluar dari ruangan mereka begitu mendengar jawaban Luis dan tidak mengatakan apapun pada lelaki itu. Tanpa berpikir panjang, Luis memilih untuk mengikuti Arial dengan jalan setengah berlari mengejarnya.
“Ada apa Arial?” Luis yang sudah menyamakan langkah kakinya dengan pemuda itu bertanya, ia penasaran apa yang terjadi pada temannya tersebut hingga bereaksi seperti itu. Namun Arial memilih bungkam dan semakin mempercepat langkahnya.
Astri yang berada di ruangan devisi hijau melihat keduanya berjalan dengan tergesa-gesa melalui sebuah kaca besar yang menjadi tembok ruangan tersebut, hampir seluruh tembok ruangan di kantor W.A.E ini terbuat dari kaca transparan. Astri saat ini adalah anggota dari penggerak W.A.E devisi hijau yang bertugas mencari, serta membeli lahan untuk nantinya di tanami pohon-pohon hijau bersama dengan puluhan orang lainnya yang berada di devisi yang sama. Meski tanah di beberapa wilayah sudah tercemar, dan tidak dapat ditumbuhi pohon kembali, namun devisi ini tetap berusaha mendapatkan tanah-tanah yang masih berada dalam batas layak yang dapat di tumbuhi tumbuhan-tumbuhan yang nantinya akan mereka rubah menjadi hutan hijau.
Astri yang melihat hal itu pun merasa penasaran dengan apa yang terjadi, dan memilih keluar dari ruangan tersebut, mengikuti kedua teman seperjuangannya itu. “Luis, Arial? Ada apa?” Astri bertanya pada keduanya. Luis yang berjalan didepannya hanya menoleh pada Astri dan menggelengkan kepalanya tanda ia pun tidak tahu alasannya. Kini mata Astri tertuju pada Arial yang pasti mengetahui alasannya.
“Arial?” Astri memanggil lelaki itu, memintanya untuk segera menjelaskan situasi yang saat ini sedang terjadi.
“Sektor 8 kota Sub., apa kalian tidak tahu bahwa tempat itu adalah pemukiman tentara?” Arial bertanya saat langkahnya semakin cepat menuju Preparation Room. Beberapa anggota W.A.E yang mereka lewati terlihat kebingungan melihat mereka yang berlari dengan tergesar-gesa, seolah ada sesuatu yang genting padahal alarm merah tidak menyala. Bahkan tak jarang mereka bertanya ‘ada apa’ pada ketiganya, yang kemudian tidak mendapatkan jawaban apapun.
Sesampainya di Preparation Room, mereka melihat Rio bersama dua orang lainnya yang tengah sibuk mempersiapkan tas yang akan mereka bawa. Kedatangan ketiganya tentu membuat Rio terkejut, dan segera menghampiri pintu. “Hal apa yang membawa kalian kemari?” ia menatap satu persatu dari mereka dengan mata yang penuh pertanyaan.
“Sektor 8 kota Sub.? Kau yakin Rio?” Arial melangkah kedepan menghampirinya lebih dekat dan bertanya dengan nada bicara yang sangat serius. Sedangkan Dara dan Zeino yang menjadi rekan satu Tim Rio, lebih memilih kembali mempersiapkan diri mereka, karena melihat waktu keberangkatan sudah tersisa beberapa menit lagi.
“Tentu saja, lagipula bukankah ini tugas devisi ku?” Rio menjawab dan bertanya kembali pada Arial, dengan sangat santai. Rio adalah anggota dari suara W.A.E Speech Devision, devisi terberat di organisasi ini karena mempunyai tugas berbicara didepan masyarakat dan berusaha menyadarkan mereka akan keadaan Bumi. Devisi ini adalah devisi yang paling sering kehilangan orangnya, bukan karena mundur atau keluar dari organisasi W.A.E, melainkan mereka gugur saat melakukan tugas berorasi didepan masyarakat. Dan hanya ada satu penyebabnya, yaitu pihak Pemerintah.
“Pemukiman tentara?” Arial kembali bertanya seperti meyakinkan Rio, apakah lelaki itu benar-benar mengerti arti dari pemukiman tentara. Astri menatap keduanya yang masih saling bertanya dan menjawab itu, ia mengerti bahwa Arial pasti akan merasa khawatir sama seperti dirinya saat ini. Luis tidak ambil pusing dengan hal itu dan hanya mengajak Zeino yang sudah menggendong ranselnya untuk berbincang ringan, karena mereka saling mengenal.
“Kita sudah siap Rio!” Dara yang berdiri didepan pintu berucap ketika melihat jam telah menunjukkan pukul 2 tepat, sontak mereka semua menatap pada gadis itu. Rio mengangguk padanya dan memberikan perintah.
“Tunggulah aku di mobil.” Mendengar perintah itu, Dara mengangguk dan berjalan keluar dari Preparation Room menuju Parking area tanpa banyak basa basi lagi. Zeino menyampaikan salam pada Luis yang sejak tadi berbincang dengannya, kemudian menyusul Dara menuju Parking area.
Rio kembali menghadap pada Arial, menyelesaikan pembicaraan mereka yang sempat terpotong tadi. “Kusarankan kau memberikan tugas ini pada orang lain Rio. Kau salah satu ketua di devisi ini, pasti akan sangat mudah untuk mencari pengganti dari tugasmu.” Arial mengusulkan sebuah saran seraya menepuk bahu teman kecilnya tersebut. Dari Rio terlihat menyerenyit untuk sesaat, ketika ia menatap gelagat aneh dari teman kecilnya. Astri memilih untuk diam dan menghampiri Luis, memintanya agar menjelaskan sesuatu yang mungkin bisa ia jelaskan pada keduanya.
“Kau pasti mengetahui tentang ini Luis.” Astri berucap pada lelaki itu, dan menatapnya penuh harap. Luis mengangguk, ia menatap Arial dan Rio yang saling berbincang mempermasalahkan hal ini. Ia menekan mikro earphone miliknya, menyambungkan dirinya dengan seseorang yang entah siapa. Dan terlihat berbincang sejenak dengan orang yang ada di dalam sambungan itu.
“Tunggu sebentar Arial, Jina memberitahu padaku jika yang meminta ditugaskan di sektor 8 adalah Rio sendiri.” Luis berjalan mendekati keduanya setelah ia berbincang dengan seseorang yang ada di balik sambungan mikro earphone yang digunakannya. Ternyata saat ini, Jina sedang menjelaskan semua hal yang terjadi disini pada Luis. Jina adalah seorang anggota dari putusan W.A.E Assignor Section, devisi yang bertugas memberikan tugas kepada seluruh anggota suara W.A.E Speech Devision.
“Kenapa?” Arial yang terkejut segera menoleh, menatap pada Luis dan meminta penjelasan padanya dengan mata yang menyalang. Namun Luis hanya mengangkat bahunya dengan ringan, karena ia juga tidak tahu mengapa Rio meminta Jina menugaskannya disana. Rio berjalan mengambil ranselnya, waktu sudah menunjukkan lewat dari jam 2 siang dan dia akan terlambat jika terus berbincang dengan Arial, memperdebatkan hal mengenai keputusan menerima tugas ini.
* Carflying o.7 adalah tekhnologi mobil mutakhir yang baru saja diterbitkan beberapa waktu yang lalu, yang mampu digunakan dengan jarak tempuh lebih dari lima puluh ribu kilometer dalam sekali penggunaan energi cahaya. Perbedaan Carflying o.7 dengan Carflying pada umumnya adalah dari segi kecepatan, jarak tempuh, kecanggihan dan keamanan. Kecepatan Carflying biasa hanya berkisan 150 km/jam, sementara kecepatan Carflying o.7 mencapai kisaran 200 km/jam. Carflying biasa memiliki jarak tempuh yang lebih sedikit yaitu sekitar sepuluh ribu kilometer dalam sekali penggunaan enegri cahaya.
* Tim W.A.E Devisi keamanan, adalah devisi yang bertugas melindungi keamanan seluruh anggota W.A.E. Devisi ini akan memantau kerja organisasi W.A.E agar pergerakan mereka tidak di ketahui pemerintah atau perusahaan lain yang ingin organisasi ini hancur. Devisi ini juga menjadi devisi penyelamatan ketika Speech devisi mengalami situasi darurat. Tim W.A.E Devisi Keamanan juga di pandang sebagai Devisi militer di dalam organisasi W.A.E.
* Penggerak W.A.E Devisi Hijau, adalah devisi yang beranggotakan orang-orang pintar yang akan bertugas mencari serta melobi masyarakay untuk membeli lahan mereka yang nantinya akan di gunakan untuk menanam pohon-pohon hijau bersama dengan para anggota W.A.E yang tidak masuk kedalam Devisi khusus. Para Penggerak W.A.E Devisi Hijau juga memiliki tugas untuk menguji kelayakan tanah yang mereka beli, apakah tanah tersebut masih layak untuk ditanami pohon? Ataukah tanah tersebut tidak layak untuk ditanami pohon sehingga mereka akan membangun markas-markas W.A.E yang baru.
* Suara W.A.E Speech Devision, adalah devisi terberat yang ada di dalam organisasi W.A.E. Karena devisi ini adalah garda terdepat organisasi, yang mempunyai tugas untuk berbicara didepan masyarakat dan berusaha menyadarkan mereka akan keadaan Bumi yang terancam. Speech Devision adalah devisi yang paling sering kehilangan anggotanya, mereka gugur saat bertugas ataupun mereka menghilang tanpa keterangan karena di tangkap oleh pihak pemerintah. Meski begitu, devisi ini tidak pernah kekurangan anggotanya, karena seluruh anggota W.A.E siap untuk berada dalam devisi inijika ternyata nantinya devisi ini memang kekurangan anggota.
*Putusan W.A.E Assignor Section, adalah devisi yang mempunyai tugas besar. Yaitu memutuskan siapa saja anggota suara W.A.E Speech Devision yang akan bertugas di suatu wilayah. Para anggota Putusan W.A.E Assignor Section juga bertugas untuk memutuskan siapa saja anggota tim W.AE Devisi Keamanan yang akan menjadi tim penyelamat jika nantinya tim Speech Devision mengalami hal yang tidak di duga-duga yaitu melawan pihak pemerintah.
To be continued