Bab 39

1428 Kata
“Jujurlah, aku mengetahui bahwa ada sesuatu hal buruk yang menimpanya.” Lagi, Arial terdiam ketika ia hendak berbohong pada Rio mengenai Luis. Tetapi sekali lagi, Rio bukanlah orang yang tidak peka. Ia sangat peka terhadap sesuatu yang terjadi terutama pada Arial, Sahabat kecilnya. “Dia hilang.” Satu ucapan yang Arial katakan itu sudah menjelaskan semuanya, dan Rio hanya menganggukan pelan kepalanya. Ia menatap pada Jina dan Astri, lalu menenangkan kedua wanita itu. “Tenanglah, Luis pasti baik-baik saja.” Itulah yang Rio ucapkan pada keduanya. Astri menganggukkan kepala dan mengelus tangan dengan selang infus yang menempel itu. “Kau juga, Rio. Tenanglah… Para ketua devisi sedang mencari cara untuk menyelamatkan Luis. Dia juga kemungkinan besar tidak akan di bunuh.” Astri berucap, menenangkan Rio yang ia yakin merasakan kekhawatiran yang sama dengannya. “Apa yang terjadi padanya? Luis bukanlah seseorang yang akan dengan mudahnya di bawa oleh pihak pemerintah, dan dia juga bukan orang bodoh yang dapat tersesat begitu saja.” Rio kembali bertanya, kali ini ia ingin memastikan kondisi Luis. Karena dengan kata ‘Hilang’ saja belum cukup, meski ia tahu bahwa hilang dalam arti disini belum tentu dalam keadaan hidup. “Txc71. Dia terkena racun itu karena serempetan peluru yang mengenai pipinya.” Kedua mata Rio terlihat membesar saat mendengar nama dari racun tersebut. Ia segera bangkit dan hendak pergi dari ruangan tersebut, namun ketiga temannya itu menahannya dan menyuruhnya untuk kembali berbaring di atas ranjang. “Inilah alasan mengapa aku tidak mengatakan hal ini padamu Rio.” Arial berucap ketika ia mendorong d**a Rio untuk kembali ke atas ranjang, kedua wanita disana memegang lengan kiri dan kanan Rio. Mencegahnya agar tidak kembali berdiri dan berjalan keluar, memaksakan dirinya. “Tapi itu adalah racun Tx71, Arial! Itu racun yang sangat berbahaya! Pemerintah past…” “Rio!” Rio terdiam ketika Astri membentaknya, menyuruhnya untuk tenang. Rio menatap pada wanita itu dan kedua temannya yang lain. “Kami sudah tahu itu, dan kami juga merasakan kekhawatiran yang sama denganmu. Tetapi Yahmar, Gantara dan Sam sedang meyakinkan bahwa Yoesef bukanlah dari pihak pemerintah. Jadi ada kemungkinan bahwa pemerintah tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang terkena racun itu.” Jina menjelaskan pada Rio ketika mata mereka bertemu dan saling menatap. Jina dengan pelan menepuk bahu Rio, memintanya untuk tenang seperti mereka. “Yoesef?” Rio mengerenyitkan dahinya ketika mendengar nama asing yang tiba-tiba saja di sebut oleh Jina. ‘Siapa Yoesef? Kenapa mereka harus memastikan orang itu berada di pihak siapa?’ itulah pertanyaan yang ada di pikiran Rio. “Dia adalah orang yang membawa pergi Luis saat keadaannya sedang… ” Astri tidak melanjutkan ucapannya, ia sendiri juga tidak yakin apakah keadaan Luis saat itu sudah membaik atau sedang dalam kondisi kritis. “Ini salahku, aku meninggalkannya bersama dengan orang itu. Aku mengira Yoesef adalah anggota W.A.E terbaik yang dapat kuandalkan karena semua track record yang ada dalam data dirinya membuat aku percaya begitu saja.” Arial kembali berucap dan menyalahkan dirinya, membuat kedua gadis itu terdiam tidak tahu harus mengatakan apa padanya. Mereka tahu ini bukan sepenuhnya salah Arial, waktu dan kesempatan yang di miliki Yoesef memang sangat menguntungkan untuknya. “Aku… Sebenarnya ini salahku!” Kini mereka menatap pada Jina yang tiba-tiba mengakui bahwa ini kesalahannya. “Tidak Jina, kau tidak…” “Iya! Aku bersalah, Arial… Aku melakukan pengiriman obat dengan menggunakan T-201L615 tanpa berpikir terlebih dahulu. I am a stupid girl, I thought everythis it’s gonna be okay. Tapi ternyata, itu menjadi sebuah alasan mengapa Luis di bawa olehnya.” Jina menangis ketika mengakui hal bodoh yang telah ia lakukan yang ia yakini menjadi alasan utama Luis di culik. “T-201L615? Kapan?” Arial yang tidak mengetahui itu, cukup terkejut. Karena ia kira Yoesef memang mengincar Luis dari awal mereka melakukan misi ini. Tetapi jika memang benar, Jina melakukan hal tersebut dengan memperlihatkan hasil teleportasi T-201L615 yang sukses pada Yoesef. Maka hal ini akan menjadi hal yang berbeda dengan yang selama ini dia perkirakan. “Saat kami akan mengirimkan obat infeksi dan infus. Kami berpikir itu akan membuat keadaan Luis membaik.” Penjelasan Astri membuat semuanya masuk di akal bagi Arial saat ini. Sebab itulah mengapa ia melihat infus dan obat serta sebuah suntikan tergeletak disana. Ia melirih pada Rio yang juga menatapnya, kemudian menatap pada Jina yang masih menangis. “Ini bukan juga salahmu Jina, kau hanya menginginkan Luis baik-baik saja. Karena… Semua ini hanya. Kurasa ini memang tidak bisa kita hindari, dan tidak ada yang tahu bagaimana yang akan terjadi selanjutnya.” Rio menenangkan Jina, meskipun ia sendiri tidak merasakan ketenangan di saat seperti ini.   Tok… Tok… Tok… Pintu ruangan itu kembali terketuk, membuat Rio, Arial dan Astri menatapnya. “Masuk!” Rio mengizinkan orang di balik pintu itu untuk masuk. Yahmar datang bersama Sam dan Gantara. “Ternyata kalian ada di sini.” Ucap Gantara ketika ia melihat Arial, Astri dan Jina. Yahmar terdiam melihat punggung Jina dari belakang, ia penasaran mengapa wanita itu tidak berbalik menatap mereka. “Kami akan pergi jika kalian ingin membicarakan sesuatu.” Astri berdiri dari kasur Rio, memang sebelumnya Astri duduk di sebelah ranjang Rio. Namun ketika Rio bangkit tadi ia segera menahannya dan memilih untuk duduk di ranjang itu agar lebih mudah menghalangi Rio yang bisa saja kembali memaksakan diri untuk bangkit. “Tidak, kami tidak masalah dengan itu. Santai saja Astri.” Gantara berjalan masuk kedalam ruangan Rio, setelah membiarkan Sam masuk terlebih dahulu. Dokter itu memeriksa bagaimana keadaan Rio dan melakukan hal-hal pengecekan lainnya. Sementara itu Yahmar dan Gantara lebih memilih duduk di sofa di dekat pintu yang ada di dalam ruangan tersebut. “Kami akan membicarakan kondisi Bima, operasi kakinya telah berhasil dan hasil rontgen nya juga menunjukkan bahwa dia baik-baik saja. Hanya luka di dadanya adalah luka akibat… Ledakan yang terjadi empat tahun lalu. Tapi itu semua baik, tidak ada tanda-tanda kerusakan yang berarti. Kurasa pemerintah sudah mengoperasinya empat tahun yang lalu, untuk menyelamatkan nyawanya.”  Dokter Samuel menjelaskan apa yang seharusnya ia jelaskan pada Arial, Rio, Jina dan Astri. “Kondisinya yang pulih dengan sangat cepat, berimbas baik untuk dirinya. Jadi kita akan melakukan penentuan dimana dia akan di tugaskan.” Yahmar yang kali ini berucap di belakang sana, ia masih duduk di sofa bersama dengan Gantara. Jina yang sedari tadi terdiam, kini berbalik menatap pada lelaki itu yang juga kebetulan menatapnya. “Jangan memasukannya ke dalam devisi Speech dan tim Keamanan W.A.E!” Detik itu juga, Jina memohon pada Yahmar agar tidak menempatkan Bima di devisi yang berbahaya. Tentu hal itu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi Gantara dan Sam. Namun Yahmar sepertinya mengerti mengapa Jina tidak menginginkan itu. ‘Tentu dia tidak ingin kekasihnya kembali di terjunkan ke medan yang berbahaya.’ Itulah dugaan Yahmar.         * Tim Kesehatan W.A.E Hospital Devision adalah devisi yang bertugas untuk merawat serta menganalisa tentang penyakit yang ada atau menimpa para anggota W.A.E. Devisi ini berfungsi seperti rumah sakit pada umumnya, devisi ini tidak pernah terjun ke lapangan karena Dokter adalah orang yang paling penting yang harus mereka selamatkan terlebih dahulu di bandingkan dengan anggota biasa lainnya. Anggota tim ini hanya akan memberikan arahan pada mereka yang memerlukan pertolongan cepat di lapang tugas, melalui sambungan Information System yang berada di kantor W.A.E. * Daftar keterangan ketua Devisi di W.A.E -          Ketua dari tim W.A.E Devisi keamanana adalah seseorang yang bernama James. Lelaki yang memiliki sikap tegas dan keras yang sangat cocok untuk memimpin tim keamanan. -          Ketua dari penggerak W.A.E Devisi Hijau adalah Gantara, lelaki yang muncul ketika Jina dan Yahmar mencari Astri di ruang devisi Hijau. Gantara adalah ketua yang tidak terlalu serius, bahkan terkadang ia mengajak para anggotanya bekerja dengan santai, namun di balik sikap santainya itu Gantara memiliki keseriusan yang luar biasa ketika keadaan penting terjadi. -          Ketua dari suara W.A.E Speech Devision adalah Rio. Rio terpilih karena ia adalah satu-satunya orang yang mengerti bagaimana cara mereka untuk mengutarakan visi dan misi mereka dengan cara yang benar, tanpa adanya sebuah miss comunication. Rio memberikan pelajaran pada setiap anggota speech devision yang akan menjalankan tugas mereka dan menjadikan mereka sebagai anggota ahli yang dapat menyampaikan dan berorasi di depan masyarakat luas. -          Ketua dari sambungan W.A.E Informaton System adalah seseorang yang bernama Matt. Lelaki ini adalah lelaki yang sangat pintar dalam bidang elektronik, ia dapat dengan mudah menganalisa, memperhitungkan dan bahkan membuat rencana untuk para tim kemanana saat mereka berada dalam tugas. Matt adalah salah satu anggota terbaik dalam bidang sistem komunikasi di dunia saat umurnya baru menginjak 15 tahun. -          Ketua dari putusan W.A.E Assignor Section adalah Yahmar. Yang kita ketahui adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap kinerja organisasi W.A.E. -          Ketua dari tim Kesehatan W.A.E Hospital devision adalah Dokter Samuel atau yang lebih di kenal dengan Dokter Sam. Dokter Samuel adalah seorang doker yang berpengalaman dengan 15000 kali operasi di saat perang terjadi di wilayah perbatasan dan wilayah perebutan, ia sering kali menjadi relawan untuk membantu para korban yang tidak bersalah. To be continued 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN