“Tunggulah, kami akan merapatkan ini dengan anggota putusan W.A.E Assignor Section yang lain.” Ucap Yahmar pada Arial dan mengembalikan layar tersebut kembali padanya. Arial membelalakan matanya ketika mendengar hal tesebut.
“Hal ini tidak bisa menunggu, Yahmar. Apa kau mendengarkan ucapanku? Kita akan kembali kehilangan titik dimana Luis berada jika mereka menemukan alat pelacak ini.” Chalid di samping Arial segera menahan tubuh lelaki itu ketika amarahnya mulai terlihat. Rio berdiri di belang Yahmar dan Gantara, menatap pada Arial yang terlihat marah.
“Kalau begitu seharusnya kau menunggu rapat kami yang akan selesai sebentar lagi, jika saja kau tidak mengintrupsi kami dengan mengetuk dan mengatakan hal yang bisa kau katakan nanti!” Teguran, itulah yang Arial dan Chalid dapatkan saat ini. Yahmar adalah tipe pemimpin yang benar-benar disiplin. Maka tidak aneh jika dia akan merasa terganggu dengan kedatangan Arial yang menghentikan rapat mereka.
“Aku tidak membutuhkan perintah dan izinmu untuk melakukan ini!” Setelah berucap seperti itu, Arial berjalan meninggalkan mereka juga Chalid. Yahmar melebarkan kedua matanya, dan kembali menegur Arial.
“Arial!” Namun lelaki yang ia panggil itu tidak menjawab dan tetap berjalan menuju arah kantor W.A.E, Yahmar melirik pada Chalid yang juga menatapi kepergian Arial.
“Cegah dia agar tidak berbuat sesuatu yang diluar dari tugasnya!” Yahmar memberikan sebuah perintah pada Chalid, dan lelaki tersebut mengiyakannya kemudian pergi mengejar Arial. Gantara melirik terkejut pada Rio yang ternyata sudah berdiri di belakangnya, ia bertanya pada lelaki yang masih menatap kearah ujung lorong sana.
“Rio?” Panggilnya, Yahmar yang mendengar itu ikut berbalik menatap pada Rio. Rio mengalihkan kedua matanya untuk menatap pada Yahmar, cukup tajam dan dalam. Namun Yahmar tidak mengetahui apa alasan Rio menatapnya seperti itu.
“Ap… ”
“Masukan aku ke dalam tim penyelamatan Luis, dan aku akan mengundurkan diri dari Speech devision.” Seluruh ketua yang mendengar hal tersebut merasa terkejut, terutama Dokter Samuel. Dokter itu berlari untuk mencegah apapun yang akan Rio katakan, Bima yang mendengar dan melihat situasi segera melirik pada Matt. Memintanya untuk membukakan kunci dari kursi rodanya.
“Rio?” Yahmar menghela nafasnya dengan pelan, dan menatap pada Rio dengan sangat serius.
“Kau tidak bisa untuk melepaskan jabatanmu begitu saja.” Gantara mengingatkan Rio akan peraturan yang ada dalam W.A.E bahwa mereka tidak bisa begitu saja melepaskan jabatan penting yang mereka miliki di organisasi. Dokter Samuel menepuk pelan bahu Rio, memintanya untuk menenangkan dirinya.
“Tenanglah Rio, Yahmar akan mengirimkan tim terbaik untuk menyelamatkan Luis.” Rio melirik pada Dokter Samuel, kemudian kembali menatap pada Yahmar yang masih terdiam.
“Apakah Arial akan masuk ke dalam tim itu?” Tanyanya kembali, Yahmar tidak menjawab pertanyaan tersebut. Ia hanya memegang pundak kanan Rio dan menyuruhnya kembali masuk kedalam ruang rapat untuk meneruskan rapat yang sempat terhenti itu.
“Kita akan membicarakan itu nanti, sekarang lebih baik kita melanjutkan rapat…”
“Kalau begitu aku akan berhenti.” Yahmar, Gantara, Dokter Samuel dan para ketua lainnya terdiam begitu mendengar ucapan yang Rio ucapkan tersebut. Rio menyingkirkan tangan Yahmar dari pundaknya, dan berbalik menghadap pada Bima yang sudah ada di hadapannya. Bima mengangguk pelan, mengiyakan apapun keputusan yang Rio ucapkan.
Rio berjalan untuk menghampiri Bima dan mendorong kursi roda milik lelaki itu. Yahmar mengerenyitkan dahinya, ketika Rio mendorong kursi tersebut kearah pintu keluar.
“Apa maksudmu mengatakan hal seperti itu, Rio?” James berdiri dari tempatnya dan menegur Rio yang memunggunginya. Rio menghela nafasnya, kemudian menatap pada Yahmar.
“Jika memang aku tidak di perizinkan untuk ikutke dalam tim penyelamat, maka aku mengundurkan diri dari W.A.E. Karena sahabatku tidak bisa menunggu.” Matt berdiri dari duduknya dengan wajah yang terkejut. Mereka semua terdiam saat Rio membawa Bima keluar dari ruang itu dengan langkah yang cepat.
“Yahmar? Bagaimana ini?” Gantara yang ada di sampingnya, menatap pada lelaki itu dan memintanya untuk segera membuat keputusan.
“Kita tidak boleh kehilangan mereka, Yahmar. Jika Arial dan Rio memutuskan untuk pergi, aku yakin kedua wanita teman mereka juga akan pergi.” James kali ini berucap mengingatkan pada Yahmar mengenai Jina dan Astri. Yahmar baru mengingat bahwa Jina adalah orang yang akan mengikuti apapun keputusan yang di ambil oleh Rio dan Arial, seketika ia merasa takut jika wanita itu ikut pergi dan terjun langsung ke dalam lapangan… Medan perang yang berbahaya.
“Aku akan mencegah itu terjadi!” Yahmar berjalan dengan cepat, keluar dari ruangan rapat itu, sementara para ketua devisi lainnya yang ditinggalkan hanya saling menatap di dalam sana.
“Aku akan mencoba untuk berbicara dengan Rio. James tolong kau yakinkan Arial, mengingat dia ada di dalam devisimu.” James mengangguk ketika Dokter Samuel memberikan sebuah saran padanya, dan pergi menuju devisi dimana Rio berada.
Srak! Srak! Di dalam ruang devisi keamanan Arial dengan tergesa-gesa memasukan seluruh barang yang ia butuhkan di mulai dari alat pelacak hingga senjata. Chalid yang baru saja datang karena mengejarnya, terkejut melihat semua itu. “Arial! Tunggu apa yang akan kau lakukan?” Tanyanya menghentikan kegiatan Arial mengemasi seluruh barangnya, lelaki itu mengeluarkan barang yang sudah Arial kemas. Membuat Arial menatap pada Chalid dengan sangat serius.
“Aku melakukan apa yang harus aku lakukan, Chalid! Apa kau tidak melihatnya? Aku tidak akan di masukan kedalam tim penyelamatan Luis.” Arial kembali memasukan barang yang sudah separuhnya Chalid keluarkan dari tasnya.
“Dari mana kau dapat seyakin itu?” Chalid kembali bertanya, Arial berhenti memasukan barang-barangnya dan melempar barang terakhir yang ada di tangannya ke atas lantai. Membuat suara ruangan itu menggema dengan jatuhnya talkie box milik W.A.E yang menjadi hancur berkeping-keping.
“Aku tahu itu Chalid! Dan kau tidak perlu membantuku jika kau tidak mau. Biarkan aku pergi, maka aku tidak akan melawanmu.” Arial mengeluarkan sebuah hand gun miliknya dan mengarahkan senjata tersebut pada Chalid, temannya. Chalid menahan nafasnya ketika Arial melakukan hal tersebut.
“Kita bukanlah musuhmu, Arial.” James yang baru saja datang kedalam ruangan itu, berdiri bersandar pada daun pintu. Arial dan Chalid melirik pada James yang terlihat sangat santai ketika mengatakannya. Arial mendecih dan mengambil tas yang sudah ia persiapkan itu.
“Tapi aku juga bukan bagian dari kalian, lagi.” Arial menodongkan senjatanya pada kedua orang itu, sebelum akhirnya keduanya terdiam membiarkan Arial pergi.
“Kita tidak bisa mencegahnya.” James berucap ketika Arial telah menghilang dari pandangan mereka berdua, Chalid menatap sebuah data yang tersimpan di atas meja, bertuliskan Ciptaan Luis. Yang pada akhirnya membuat Chalid hanya berpura-pura mengangguk, namun sebenarnya ia memasukan data tersebut ke dalam kantung miliknya.
“Aku akan kembali menemui Yahamar. Chalid diamlah dan jangan sampai berita ini menyebar, Oke?” Chalid mengangguk paham dengan tubuh yang kaku, ia takut jika James melihat gerak-geriknya yang mencurigakan.
To be Continued