Melawan Gelombang Kejut

1367 Kata
Tim Brian adalah tim yang berangkat menggunakan pesawat evakuasi yang sebelumnya mengantarkan Arial juga Luis. Tim Brian berangkat menuju utara untuk menyelamatkan Dara, dengan beranggotakan enam orang di dalamnya, yaitu Brian yang menjadi ketua sekaligus pilot di pesawat evakuasi, Kahar seorang co pilot yang menemani Brian, Padhil seorang shooter handal yang mampu menembak dari jarak yang sangat jauh, Daniel seorang sambungan W.A.E yang ditugaskan di tim tersebut, Badian dan Tameer yang merupakan anggota tim W.A.E devisi keamanan yang sudah cukup lama berada disana. Mereka tidak menyembunyikan pesawat evakuasi mereka, karena adanya sistem penyamaran udara yang mereka miliki jadi mereka memutuskan untuk tetap berada di dalam pesawat. Kecuali Badian dan Tameer yang di tugaskan untuk menjemput Dara dari ruang tahanannya nanti. “Brian?” Kahar menatap pada sang Ketua tim yang berada di sampingnya ketika Badian dan Tameer sudah keluar dari pesawat beberapa saat yang lalu, Brian terlihat mengangguk dan menarik tuas kemudi. Membawa pesawat itu agar lebih tinggi, di belakang sana Padhil mempersiapkan senjata-senjata yang akan ia gunakan. Sementara Daniel selaku sambungan dalam tim menatap layar virtualnya dan membimbing Badian juga Tameer yang terjun langsung ke lapangan. “Pintu lorong di depan kalian akan tertutup dalam hitungan 7… 8…” Daniel terus menghitung mundur seraya tangan dan matanya mengerjakan sesuatu yang lain, yaitu memasukan kode-kode agar dia dapat membobol keamanan software milik pemerintah di kantor tersebut. Tanda merah tiba-tiba terlihat di layar yang sedang Daniel tatap, ia mendecih ketika hitungannya telah sampai pada angka empat. “Batalkan! Mereka datang dari arah sana, belok ke arah kanan dan tutup pintunya!” Daniel segera memberi arahan pada Badian dan Tameer, ketika ia tahu bahwa tanda merah tersebut adalah pihak militer pemerintah. Berbeda dengan tim Faisal, Badian dan Tameer tidak menggunakan penyamaran sehingga sangat beresiko ketika mereka bertemu dengan pihak militer pemerintah ataupun staff dari pemerintah. Brian yang mendengar ucapan Daniel segera menengok kearah lelaki itu yang juga sedang menatap ke arahnya. Satu anggukan dari Daniel menandakan bahwa semuanya masih dapat ia kendalikan dan mampu membuat Brian kembali fokus pada pekerjaannya mengendarai burung besi tersebut. Padhil membawa satu buah senjata larah panjang beramunisikan peluru peledak, senjata yang dapat di tembakan dari jarak 800 m/s dan mampu menyebabkan ledakan wilayah sejauh 1 km juga setinggi 3280,84 feet dari posisi peluru tertanam. Mata Padhil dan Daniel bertemu saat ia melewati tempat Daniel berada, “Kau akan menggunakan itu?” tanya Daniel di tengah kesibukannya dengan hal-hal yang terpampang pada layar virtual itu. “Yap, Brian yang menyuruhku untuk menembakkannya.” Mendengar jawaban dari Padhil, Daniel membulatkan matanya dan segera bangkit dari kursi tempatnya bekerja untuk menghampiri sang Ketua yang kini duduk di kursi pilot tersebut. “Brian, apa kau yakin dengan LPP-1K500? Bukankah itu akan meledak sejauh satu kilometer dan setinggi tiga ribu dua ratus delapan puluh koma delapan puluh empat kaki?” Brian menekan tombol otomatis dan membalikan kursinya, begitu juga dengan Kahar yang ada di sebelahnya. Mereka saling bertatapan saat ini, Padhil yang memang ditugaskan untuk menggunakan senjata berbahaya dan mematikan tersebut juga ikut menghampiri ketiganya yang tengah berbicara dengan serius.   “Jadi bagaimana?” Tanya Padhil memastikan apakah dia akan tetap menggunaan senjata LPP-1K500 itu, atau mereka akan mengganti tipe senjatanya dengan yang lebih aman. Brian menghela nafasnya dengan pelan, “Aku tahu Daniel, maka dari itu kita akan menembakkannya dari jarak sejauh delapan ratus meter dan setinggi dua ribu enam ratus kaki dari atas tanah.” Daniel masih menatap Brian ketia dia yakin bahwa ucapan ketuanya itu belum selesai, “Dan kita akan menjauh secepat mungkin menggunakan turbo mesin.” Daniel menyipit ketika Brian sudah menjelaskan seluruh rencananya. “Apa kita akan berhasil menghindari gelombang kejutnya? Kita harus lebih cepat dari gelombang kejut yang memiliki kecepatan lima koma tiga kilometer per second, Brian. Dan…” “Kecepatan mesin yang kita miliki hanya satu koma nol satu kilometer per second! Kami tahu Daniel, aku dan Brian sudah memikirkan resiko ini. Kami masih bisa menaikan kecepatanya hingga hipersonik dan menambah nol koma tujuh kilometer per second.” Kaher memotong ucapan Daniel dan menjelaskan bahwa mereka sudah mengetahui itu dan tetap akan menggunakan senjata tersebut. Daniel menghela nafasnya, di balik Talkie box terdengar suara Tameer meminta arahan selanjutnya untuk mereka. “Daniel? Apa yang terjadi? Adakah masalah?” Daniel menengok ke arah layar virtualnya yang menyala dengan warna merah dan biru. “Baiklah, kuharap apapun keputusanmu tidak akan berakibat buruk pada misi ini. Cobalah untuk mengatasi gelombang kejut itu dengan sebaik mungkin!” Daniel berjalan menuju tempatnya kembali, sebenarnya ia sudah dapat mengitung jika pun mereka dapat menambah kecepatan sebanyak 0.7 km/s , mereka tetap akan bertemu dengan gelombang kejut yang memiliki kecepatan 5,3 km/s itu. Ia pun tahu bahwa Brian dan Kaher sudah mengetahui ini, meskipun begitu mereka tetap nekat melakukannya. Yang ada dalam pikiran Daniel sekarang hanyalah misi ini dan mereka harus selamat dari gelombang itu, sebenarnya gelombang tersebut tidak mematikan hanya saja akibatnya yang dapat mematikan. Daniel mengencangkan sabuk miliknya ketika ia kembali duduk di depan layar virtualnya, ia melirik pada padhil yang berjalan melewatinya dengan senjata LPP-1K500 di tangannya. Satu ucapan yang Daniel katakan pada Padhil ketika mereka saling bertatapan. “Kencangkan genggamanmu ketika kau sudah melakukan penembakan itu.” Dan lelaki dengan rambut diikat itu mengangguk mengiyakan ucapan Daniel. Daniel kembali menatap layar virtual miliknya, di depan sana Brian dan Kaher kembali menghadap depan dan fokus untuk menerbangkan burung besin itu. Padhil bersiap di posisinya setelah berhasil mengatur senjata laras panjang LPP-1K500 itu agar berdiri menggunakan kaki-kaki yang menempel pada pesawat. Ia melihat ke arah jendela dan menyadari bahwa mereka tengah berada di tengah gurun pasir yang tidak terdapat seorang manusiapun. Tentu saja Brian memilih tempat ini sebagai tempat di jatuhkannya peluru ledak itu, mereka tidak mungkin membunuh orang hanya untuk melakukan sebuah pengalihan bukan? Mereka masih menjunjung tinggi hak kemanusiaan meskipun posisi mereka saat ini adalah di tengah medan perang. “Bagaimana Brian?” tanya Kaher ketika mereka sudah berada di tempat yang mereka tuju, Brian mengangguk dan menekan tombol hijau dimana tombol tersebut adalah sebuah aba-aba untuk Padhil agar lelaki itu melepaskan tembakannya. Daniel yang sebelumnya tengah berbicara pada Badian dan Tameer terdiam dan melirik pada tombol lampu hijau yang menyala tersebut, dengan segera Daniel menekan tombol alih sehingga seluruh data yang ada dalam layar virtual miliknya terkirim kepada Jonathan. Padhil menggunakan kacamata dan penutup telinganya, mulai membidik pada satu titik yang dia rasa sangat tepat untuk menjatuhkan peluru ledak itu dari atas pesawat yang masih berjalan. Satu tarikan pelatuk ia lepaskan dan suara letupan senjata itu adalah aba-aba untuk Brian dan Kaher. Pesawat melaju dengan kecepatan hipersonik persis seperti apa yang Kaher katakan. Sedetik kemudian suara ledakkan yang sangat besar terdengar dan sepersekian berikutnya pesawat terguncang hebat karena gelombang kejut yang Daniel bahas sebelumnya.               * LPP-1K500 adalah jenis dari senjata laras panjang, yang memiliki amunisi peluru peledak. Yang dapat di tembakan dari jarak 800 meter atau setara dengan 2624,67 kaki dari atas tanah. Peluru peledak dari senjata jenis LPP-1K500 ini dapat menyebabkan ledakan sejauh 1 km, dengan ketinggian mencapai 3280,84 kaki dari atas tanah. Ledakan yang di hasilkan peluru peledak dari senjata ini juga memiliki gelombang kejut yang kuat dan cepat. Kecepatan dari gelombang kejut yang dihasilkan adalah 19000 km per jam atau setara dengan 5,3 km per detik. * Peluru peledak adalah salah satu jenis amunisi senjata yang dapat menyebabkan ledakan setelah peluru tersebut mengenai target. Kecepatan dari peluru peledak berbeda-beda tergantung dengan berat dan ukurannya. Namun, peluru peledak yang digunakan pada senjata LPP-1K500 ini memiliki kecepatan 944,88 meter per detik.   * Gelombang kejut adalah pegas atau gelombang dengan energi yang hebat yang mampu menembus benda padat. Gelombang ini dihasilkan dari pesawat supersonik, ledakan bom, petir atau fenomena lainnya yang menciptakan perubahan tekanan yang hebat. (Krisna Octavianus Dwiputra, klik dokter.) * Kecepatan pesawat evakuasi milik W.A.E adalah 3661 km per jam atau setara dengan 1,0169 km per detik. Namun jika pesawat menggunakan kecepatan hipersonik, maka pesawat dapat meluncur dengan kecepatan march 5 atau 6125 km per jam yaitu setara dengan 1,70138 km per detik. * Kecepatan hipersonik adalah kecepatan yang jauh melebihi kecepatan suara. Atau sering dinyatakan sebagai kecepatan mulai dari march 5 ke atas. (Anderoson, John (2006). Hypersonic and High Temperature Gas Dynamics, Wikipedia.)  To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN