Bab 36

1227 Kata
Bima melihat beberapa orang berlalu lalang diruang rawatnya, dan beberapa dokter menanganinya dengan sangat telaten. Ia hanya merasakan sebuah suntikan jarum ke dalam tubuhnya, dan tidak merasakan apa-apa lagi setelahnya. Meskipun ia mendengar dan menyadari seluruh hal yang terjadi di ruangan itu. “Dokter Samuel! Gantara memanggil anda untuk segera…” “Abaikan itu! Aku sedang mengoprasi pasien, katakan padanya untuk menunggu!” Jawaban itu yang Bima dengar dari salah seorang dokter yang menanganinya, ketika ada seorang suster yang memanggilnya untuk menemui orang bernama Gantara. “Tapi, Gantara mengatakan bahwa mereka akan membahas permasalahan tentang Luis. Sesegera mungkin!” Bima mendengar ucapan itu, dan melihat dokter Sam terdiam untuk beberapa saat. “Panggil dokter Rina kemari, aku akan berganti dengannya jika dia sudah sampai kesini.” Ucap dokter Sam pada perawat itu, Bima tetap memandangi dokter itu ia merasa ada yang tidak beres ketika mereka menyebut nama Luis. ‘Apakah ada yang terjadi pada Luis? Apakah itu yang membuat Arial begitu gusar sedari tadi?’ Itulah yang ada dalam pikiran Bima saat ini. Tidak lama dari saat itu, Bima melihat seorang dokter wanita datang ke dalam ruangannya. Menghadap dokter Sam dan berbincang mengenai beberapa hal yang tidak Bima mengerti. Selebum akhirnya dokter yang bernama Sam itu keluar dari ruangan, menyerahkan tugas mengoprasi kaki Bima pada dokter wanita tadi. “Ada apa dengan Luis?” Tanya salah satu dokter yang ada di samping kanan Bima pada dokter yang di ketahui bernama Rina tersebut. Dokter Rina tersenyum dengan sangat manis dan mengatakan sebuah hal yang membuat seluruh perawat maupun dokter yang bertanya tadi terdiam. Kembali fokus pada tugas mereka untuk mengoprasi kaki Bima. “Itu bukan urusan kalian untuk mengetahuinya, tugas kalian saat ini hanyalah mengoprasi kaki pasien yang ada di hadapan kalian! Cepat lakukan dan jangan banyak bertanya!” Galak, itulah kesan yang Bima rasakan ketika melihat dokter Rina yang kini menatap padanya.   Dokter Sam berjalan dengan tergesa-gesa ke arah ruangan kantor pusat dengan sebuah file di tangannya. Ia melirik pada beberapa ruangan untuk mencari adakah Yahmar disana, ataukah lelaki itu sudah menunggunya di ruang rapat. “Sam!” panggilan dari Gantara yang berada di lorong kanan dari jalan yang ia lewati membuatnya berhenti. Gantara segera menyusulnya dan memberikan sebuah data yang ia dapatkan dari ruang arsip. Sambil kembali berjalan menuju ruang rapat, Sam membuka file yang Gantara berikan dan terkejut ketika membaca isi cari file tersebut. “Jadi maksudmu Yoesef…” “Benar! Dia sudah mengirim beberapa file rahasia W.A.E ke pihak luar, dan aku tidak yakin bahwa pihak yang ia pilih adalah pemerintah.” Gantara berucap lebih lanjut, keduanya sudah berada di depan ruang rapat. Mereka masuk tanpa ragu, melihat Yahmar sudah berada di sana. Tim Arial yang juga sudah menunggu, namun mereka belum melihat Jina dan Astri yang seharusnya sudah berada di sini. Gantara menatap pada Yahmar yang memberikan aba-aba seloah menyuruh mereka untuk ikut menunggu. Tanpa banyak bertanya, dokter Sam mengambil kursi di samping Yahmar di depan sana. Begitu pun dengan Gantara yang duduk di samping sang dokter, mereka melanjutkan pembahasan mengenai hal yang akan mereka informasikan pada seluruh orang yang ada di sana. “Maaf, kami terlambat.” Seluruh mata kini tertuju pada dua orang wanita yang sudah berpakaian rapi. Mereka segera duduk di kursi yang kosong dan menatap pada Yahmar, seolah memberi tahunya bahwa rapat sudah bisa dimulai. “Baiklah, laporkan apa yang ingin kau laporkan Arial!” Suara Yahmar terdengar menggema saat ini, ruangan yang mereka pakai lebih besar dari sebelumnya dan sosok Yahmar kembali menjadi sosok yang sangat tegas begitu rapat di mulai. Arial berdiri dari tempatnya, terlihat semua anggota tim hanya menunduk. Meskipun mereka telah berhasil menyelamatkan seluruh anggota tim Speech devision, tetapi mereka juga telah kehilangan beberapa anggota tim termasuk Luis, sang ketua. “Saya akan melaporkan beberapa hal yang mengakibatkan tim kami gagal melakukan misi. Hal pertama, Saya memberikan opsi untuk membagi tim menjadi tiga. Tim heli yang kami tugaskan untuk menyelamatkan Zeino di blok lima, Tim Brian yang menggunakan pesawat evakuasi kami tugaskan di  blok tujuh untuk menyelamatkan Dara, serta Tim Luis yang berada di kantor pusat untuk menyelamatkan Rio. Semuanya berjalan sesuai dengan perhitungan yang matang, dan aman. Tetapi semua menjadi  tidak terkendali ketika hal kedua yang saya putuskan membuat pesawat evakuasi terjatuh.” Arial terdiam untuk sesaat, mengambil jeda untuk penjelasannya dan mengambil nafas dengan dalam untuk menenangkan diri. Tekanan yang Arial rasakan saat ini sangat kuat, ia harus menjelaskan sekaligus mengakui seluruh kesalahannya yang telah membuat tim ini gagal. “Hal kedua tersebut adalah, Saya melakukan perintah tanpa membicarakannya dengan Luis terlebih dahulu. Saya meminta pada Brian untuk menembakkan LPP-1K500 dari atas pesawat untuk mengalihkan perhatian pemerintah. Sedangkan Tim kami yang berada di pusat dapat menyelamatkan Rio dengan mudah.” Arial menunduk, ia menyadari kesalahan fatalnya ketika ia mengucapkannya secara lantang. Seluruh anggota timnya menunduk, Astri dan Jina hanya terdiam tidak percaya dengan apa yang di akui oleh Arial. “Hal ketiga adalah…” Arial terdiam untuk beberapa saat, ia merasa tidak sanggup dengan pengakuan terakhirnya yang membuat salah satu temannya kini menghilang. “Hal ketiga bukan salahmu, dan kedua hal sebelumnya juga bukan sepenuhnya salahmu, Arial.” Kini Arial menatap pada Yahmar yang berdiri di hadapan mereka semua, ia menaruh file yang ada di tangannya dan menyuruh Arial untuk kembali duduk. Saat Arial duduk, Yahmar mulai membuka suaranya. “Hal pertama yang akan kami lakukan adalah memberikan surat teguran untuk Arial karena telah memberi perintah tanpa kordinasi dengan ketua. Namun itu tidak akan mempengaruhi kinerja Arial. Dan Hal kedua yang akan kami lakukan adalah mencari tahu dimana keberadaan Luis saat ini.” Yahmar melirik pada dokter Sam, yang kemudian membuat dokter tersebut berdiri. “Keadaan yang Luis alami saat ini disebut dengan Txc71 efect. Yaitu dimana ketika seorang yang terkena racun Txc71 mempunyai daya tahan tubuh yang sangat kuat untuk melawan Txc71 masuk kedalam tubuhnya. Yang menjadikan tubuh kehilangan kesadaran selama beberapa jam dan demam tinggi di sertai menggigil.” Sam menunjukkan gambaran reaksi tubuh seseorang yang terkena oleh racun Txc71 milik pemerintah itu. “Reaksi ini bukanlah suatu hal yang harus di waspadai, karena itu adalah reaksi yang normal dari tubuh seseorang. Tetapi satu hal yang perlu kita waspadai adalah jangan sampai pihak pemerintah mengetahui bahwa racun itu mengenai Luis. Karena jika tidak, itu dapat berbahaya untuk keselamatannya.” Sam melanjutkan penjelasannya dan kembali duduk di kursinya. James ketua devisi dari tim W.A.E devisi keamanan mengangkat tangannya, ingin mengajukan sebuah pertanyaan. Yahmar mempersilahkannya dengan menganggukan kepala. “Jadi, maksudmu pemerintah belum mengetahui hal ini?” Tanyanya. Yahmar mengangguk, kini Gantara berdiri dari tempatnya dan membuka file-file yang telah dicuri oleh Yoesef. “Ini adalah kumpulan file yang diketahui telah di copy oleh Yoesef tanpa sepengetahuan kita semua.” Yoesef memperlihatkan sebuah file yang bertuliskan top secret government. Yang mengartikan bahwa file tersebut adalah file rahasia tentang pemerintah. “Dari bukti yang ada di sini, kita belum bisa memastikan bahwa Yoesef adalah penyusup dari pihak pemerintah. Karena ia sendiri telah mengcopy data yang memuat tentang pemerintah.” Gantara terdiam ketika tiba-tiba ia merasakan satu hal yang janggal. Seluruh anggota rapat menatap kediamannya. Yahmar menyipit dan menepuk bahu temannya tersebut untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. “Gantara?” panggilnya pada lelaki itu, Gantara meliriknya dan mengucapkan suatu hal yang membuat Yahmar mengerenyikan dahinya. Membuat seluruh anggota rapat merasa penasaran.       * Txc71 efect adalah saat dimana ketika seorang yang terkena racun Txc71 mempunyai daya tahan tubuh yang sangat kuat untuk melawan Txc71 masuk kedalam tubuhnya. Yang menjadikan tubuh kehilangan kesadaran selama beberapa jam dan demam tinggi di sertai menggigil. Hal ini adalah hal yang lumrah ketika seseorang mengalami luka dan masuknya bakteri juga virus ke dalam tubuh manusia.   To be Continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN