Bab 37

1232 Kata
“Satu perusahaan yang tidak pernah sejalan sengan pemerintah dan tidak juga sejalan dengan kita semua. Perusahaan tambang Emas dan Minyak, Eerste een Company.” Yahmar mengucapkannya, ia menyebut sebuah perusahaan yang selalu menentang keberadaan mereka, tetapi juga menjadi lawan dari pemerintah. Perusahaan tambang ilegal terbesar di dunia. Mereka semua terdiam, perusahaan ilegal itu selalu mempunyai cara yang berbahaya untuk melawan mereka. Dua kali W.A.E mengganti markas keberadaan, karena  serangan dari perusahaan ini. Yang menghancurkan dan meluluh lantahkan kantor sebelumnya. “Kita akan kembali melawan mereka?” Tanya Matt, seorang ketua dari devisi Sambungan W.A.E Information System. Mereka menatap Yahmar dan Gantara, kemudian melihat Yahmar menghela nafasnya dengan pelan. “Ini hanya sebuah kemungkinan. Lagi pula ini bukan sebuah perang yang harus kita hadapi, kita hanya perlu menyelamatkan Luis.”  Yahmar menjawab, James menimpali ucapan Yahmar tersebut dengan sebuah sindiran halus. “Tetapi menghadapi mereka seperti menghadapi pasukan perang yang siap untuk bertempur, Yahmar.” Yahmar terdiam, menatap pada James yang duduknya kini bersandar pada kursinya. Astri merasakan keadaan rapat di ruangan itu mulai memanas. “Jadi kau tidak ingin menyelamatkan Luis?” Pertanyaan itu yang tiba-tiba saja terucap dari mulut Sam yang duduk di belakang Yahmar dan Gantara. Arial menyipitkan matanya mendengar pertanyaan sensitif tersebut, sementara Asrti dan Jina masih setia untuk mendengarkan argumen yang terjadi di antara semua ketua devisi di ruang rapat tersebut dalam diam. “Aku tidak mengatakan hal seperti itu, tentu saja kita harus menyelamatkan anggota kita yang tertangkap musuh. Aku hanya sedikit keberatan dengan perkataan yang Yahmar ucapkan.” James sudah tidak lagi bersandar, saat ini dia mencondongkan tubuhnya kedepan. Menaruh kedua tangannya ke atas meja sambil menatap pada Yahmar, Gantara dan Sam di depan sana. “Apakah kau tidak pernah menyadarinya, Yahmar? Kita semua selalu berperang, khususnya bagi tim W.A.E devisi Keamanan. Kami menjaga kalian pada garda terdepan, melawan semua musuh! Dan dengan seenaknya kau mengatakan pada kami bahwa ini bukanlah perang?! Dari awal organisasi ini berdiri, disitulah kata ‘Perang’ sudah di sebutkan. ‘Kami akan melawan siapapun yang menentang misi kami, meski kami harus berperang!’ itulah yang selalu kita junjung, Yahmar!” Mereka semua terdiam. Seluruh anggota rapat terdiam mendengar ucapan James yang merupakan sebuah teguran keras untuk Yahmar. Dia benar… Semua yang di ucapkan James benar, mereka tidak bisa melupakan bahkan tidak bisa menghindari fakta bahwa saat ini mereka sedang berperang, meski tidak benar-benar berperang pada medan perang. Tetapi tim devisi Keamanan W.A.E lah yang benar-benar merasakan bagaimana perang itu terasa. Hal itu pasti sangat berat untuk seluruh anggota tim devisi Keamanan W.A.E yang sering terjun untuk melawan pemerintah dan musuh W.A.E lainnya. “Tidak, James… Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja…” “Kau ingin mencoba menenangkan kami semua. Aku tahu itu, tetapi aku rasa kita tidak bisa menutupinya saat semua sudah mengetahui bagaimana keadaan yang sesungguhnya.” James memotong penjelasan yang akan Yahmar ucapkan. “Kita semua berjuang bersama untuk menyelamatkan apa yang kita cintai, dan untuk menyelamatkan planet ini dari kehancuran. Maka kau tidak perlu takut untuk mengatakan bahwa kini kita sedang berperang. Karena kita melakukan hal itu untuk menyelamatkan hal yang kita cintai dan planet ini.” Kembali James mengatakan hal yang benar di hadapan mereka semua, Yahmar terdiam menundukkan kepalanya. Ia merasa malu di hadapan mereka semua ketika James dengan lantang mengatakan hal tersebut. “Lanjutkan saja, Yahmar.” Ketika mendengar James berucap kembali, dan menyuruhnya untuk melanjutkan hal yang harus ia lakukan. Yahmar mengangkat kepalanya, menatap pada lelaki yang menjabat sebagai ketua tim W.A.E itu. James mengangguk pelan dengan wajah yang serius, Yahmar tahu bahwa ucapan yang James ucapkan hanya sebagai teguran untuknya. Bukan berarti James mengajaknya untuk berlomba siapakah yang terbaik di antara mereka berdua. Yahmar sangat mengerti bagaimana sifat keras yang James miliki. “Oke, maafkan atas apa yang baru saja terjadi. Sekarang kita akan kembali fokus pada hal yang harus kita lakukan. Aku sadar bahwa kita saat ini sedang berperang, dan James benar… Kita tidak perlu takut untuk mengatakannya, karena kita melakukan hal ini untuk menyelamatkan hal yang kita cintai, dan planet ini.” Yahmar mengucapkannya, dan mengakui bahwa ia salah. “Sam, bukankah ada sesuatu hal yang ingin kau sampaikan lagi?” Yahmar menatap pada Sam yang mengangguk, kemudian berdiri untuk mengambil posisinya di depan para anggota rapat. “Bima.” Jina dan Astri dengan terkejut menatap Sam yang tiba-tiba menyebutkan nama seseorang yang mereka… Kenali. “Telah di temukan oleh Raihan dalam keadaan hidup, dimana ia mengalami patah kaki kiri, dan luka jahitan besar di bagian d**a. Sehingga kami akan merencanakan untuk melakukan rontgen setelah melakukan pengoprasian pada kakinya yang sedang di lakukan saat ini.” Seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar, Jina menatap pada Arial yang ternyara sudah menatapinya dan Astri. Lelaki itu mengangguk dan tersenyum tipis, mengatakan bahwa apa yang di ucapkan Sam adalah hal yang benar. Entah bagaimana rasanya, Jina dan Astri sangat terlihat bahagia, bersyukur dan tidak percaya di suatu saat yang sama. Jina menggenggam tangan Astri dan meremasnya, menatap sahabatnya tersebut dengan senyuman yang berkembang. Untuk sejenak kedua wanita itu melupakan keadaan Luis yang membuat mereka cemas sebelumnya. Para ketua devisi lainnya terlihat sangat tidak percaya, bahkan Yahmar yang ada di samping Sam langsung menanyakan hal tersebut pada dokter itu. “Kau serius?” Tanya Yahmar, Sam menganggukkan kepalanya. Kemudian menatap Raihan yang duduk di sisi para anggota tim keamanan W.A.E yang ada di dalam ruangan itu. “Kita bisa langsung menanyakan itu pada Raihan. Dia yang menemukan Bima!” Sontak mereka semua menatap pada anak itu. Anak muda yang kini duduk tepat di samping Arial dan Jonathan. Ia melihat kearah semua orang yang menatapnya, dan merasa sedikit risih dengan itu. “Dimana kau menemukannya?” Yahmar yang pertama kali bertanya, ia benar-benar tidak Percaya dengan fakta itu. Karena… Ia berpikir bahwa Jina pasti akan sangat berbahagia melihat ‘kekasihnya’ kembali hidup. Kekasih? Kita semua tahu bahwa Bima dan Jina hanya berteman, namun tidak dengan Yahmar. Ketika  pertama kali para ketua devisi bertemu dengan Astri, Arial, Rio, Luis dan Jina, Yahmar melihat keadaan mereka yang benar-benar  mengkhawatirkan. Pasalnya, kala itu Yahmar melihat Rio, Luis dan Jina tidak memancarkan semangat hidup sama sekali pada mata mereka. Setelah Yahmar mencari tahu alasannya, ternyata kematian Bima lah yang membuat mereka bertiga seperti itu. Yahmar mengira jika Rio dan Luis adalah orang yang merasa paling bertanggung jawab atas hal yang menimpa Bima, karena merekalah yang merencanakan aksi itu. Lalu bagaimana dengan Jina? Mengapa gadis itu merasakan kehilangan yang sama seperti yang Rio dan Luis rasakan?   Hal itulah yang membuat Yahmar berpikir dan yakin, bahwa Jina adalah kekasih dari Bima.  “I.. Itu, saya menemukan seorang lelaki di dalam Inconigto room yang saya pikir itu adalah Rio.” Raihan menjawab dengan terbata-bata, ia belum pernah mengikuti rapat seperti ini selama ia berada di W.A.E. Dengan orang-orang hebat di dalamnya, membuat dia sedikit gugup untuk menjelaskan apa yang terjadi. “Kau tidak mengetahui bahwa orang yang kau selamatkan bukanlah Rio?” Raihan semakin takut dan gugup ketika mendengar pertanyaan dari James, ketua devisinya. Ia yang pasrah hanya bisa menganggukkan kepala, membenarkan hal tersebut.       * Eerste een Company adalah salah satu perusahaan milik swasta yang bekerja pada sektor pertambangan emas dan minyak. Perusahaan yang telah diberi label ilegal oleh internasional itu, menjadi salah satu lawan besar dari pemerintah. Perusahaan ini juga merupakan salah satu musuh dari W.A.E, tentu saja karena isu yang di bawa oleh W.A.E akan mengganggu kinerja mereka. Perusahaan Eerste een akan melakukan segala hal untuk menghancurkan lawan-lawan mereka, W.A.E pernah melakukan pergantian markas karena perusahaan ini mengirimkan bom juga semacamnya dari langit ketika mereka mengetahui dimana letak markas W.A.E yang sebenarnya di sembunyikan dari publik itu.  To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN