Saat mereka sampai di tempat dimana mereka meninggalkan Luis dan Yoesef, mereka hanya mendapati tas milik keduanya yang tergeletak begitu saja di atas tanah. Infusan yang sudah tidak berisi juga tergeletak di atas kain tempat Luis berbaring sebelumnya. Arial menatap pada talkie box miliknya yang sudah hancur, ia menatap pada Jonathan meminta lelaki itu mengecek keberadaan Luis dan Yoesef.
“Apakah kita menunggu tim lain?” Rio bertanya ketika mendapati anggota Arial terdiam melihat kekacauan yang terjadi. Bima ikut menatap Arial, menunggu jawaban dari lelaki itu. Saat Arial hendak menjelaskan, tiba-tiba sebuah sambungan masuk ke talkie box miliknya.
“Kkssskk… Sambungan masuk?” Arial mengambil talkie box nya, menunda apa yang harus ia jelaskan pada Rio dan Bima.
“Arial terhubung!” Jawab Arial, ia menunggu balasan dari sambungan itu sambil melirik pada Jonathan yang masih fokus pada tugasnya.
“Kkssskk… Pesawat evakuasi telah jatuh! Saya ulangi! Pesawat evakuasi telah jatuh! Kami telah mengirimkan pesawat penjemput sekarang. Misi di batalkan!” Seluruh anggota Arial terdiam, Jonathan yang menatap layar vitualnya kini menatap pada sang ketua. Bima menyipitkan matanya mendengar permasalahan ini, Rio berdiri dari duduknya dan menghampiri Arial.
“Tunggu, tapi…”
“Kksskk… Arial, ada yang harus kita bicarakan di kantor pusat. Batalkan misi sekarang! Pesawat kalian akan segera datang.” Suara Yahmar yang mereka kenali terdengar, ia mengatakan bahwa mereka harus segera pulang ke markas W.A.E. Setelahnya sambungan itu terputus begitu saja, menandakan bahwa hal itu adalah perintah yang mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat.
“Sial!” Arial membanting talkie box itu dan menghampiri Jonathan seraya berteriak padanya.
“Jonathan! Laporanmu?! Apa yang terjadi disini?” Jonathan terdiam dan mematikan layar virtual itu, membuat Arial mengerenyit bingung.
“Misi telah di batalkan, Arial. Tim block lima sudah kembali ke markas dengan heli pengamat beberapa menit yang lalu, dan tim block tujuh… Maksudku Badian, Tameer, dan Dara sudah berada di atas pesawat penjemput.” Laporan Jonathan selesai, namun bukan itu yang ingin Arial ketahui. Ia menanyakan apa yang terjadi pada Yoesef dan Luis, kemana keduanya menghilang.
“Bukan itu yang ingin ku dengar!” Arial membentak pada Jonathan. Andre segera menahan Arial agar tidak lebih jauh melangkah mendekati Jonathan yang hanya dia di tempatnya. Bima memperhatikan keduanya, mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Sementara Raihan yang berdiri di samping Rio, memilih untuk mengecek isi tas milik Yoesef dan isi tas milik Luis.
“Arial.” Rio memanggil sahabatnya tersebut, ketika dia rasa amarah dari Arial harus segera di tenangkan. Karena jika tidak, hal itu hanya akan menyebabkan masalah yang baru. Namun Arial tidak mendengarkannya dan tetap menatap pada Jonathan.
“Misi telah di batalkan, Arial.” Jonathan menjelaskan kembali bagaimana status misi saat ini pada Arial. Ia tahu apa yang sebenarnya Arial inginkan darinya, tetapi Jonathan tidak menemukan apapun tentang Luis maupun Yoesef. Sinyal itu telah sengaja di matikan oleh salah satu di antara mereka, menyebabkan ia tidak dapat menemukan dimana posisi mereka saat ini. Selain itu, status pembatalan misi yang diberikan oleh kantor pusat pada mereka, menandakan bahwa situasi yang sedang mereka hadapi saat ini benar-benar berbahaya untuk keselamatan tim.
“Tapi…”
“Kita bicarakan ini nanti Arial!” Andre berbisik pada Arial, dan melirik pada Rio dan Bima yang ada di belakangnya. Membuat Arial terdiam, karena ia mengerti maksud dari Andre.
Ia tidak bisa membiarkan Rio dan Bima mengetahui bahwa Luis telah menghilang dalam misi ini. Tidak dengan kondisi Rio yang kelelahan dan Bima yang terluka seperti itu. Meskipun dalam hatinya ia sangat ingin menyelamatkan Luis dari apapun bahaya yang terjadi padanya. Tetapi ia juga harus mengamankan kedua orang yang telah berhasil ia selamatkan ini, terutama Bima yang selama 4 tahun mereka anggap telah meninggal.
“Txc71?” Astri bertanya kembali pada dokter yang memberikan hasil kemungkinan dari kondisi yang Luis alami. Sang dokter mengangguk pada kedua wanita di hadapannya itu.
“Bisa anda jelaskan apa itu Txc71?” Jina mencondongkan tubuhnya kedepan, meminta sang dokter untuk menjelaskan apa istilah dari racun yang melekat pada Luis tersebut. Dokter itu mengangguk, membenarkan kaca mata yang ia gunakan dan membuka sebuah file virtual agar kedua wanita itu dapat melihat bentuk dari racun Txc71 tersebut.
“Racun Txc71 adalah racun mematikan milik pemerintah yang dapat di kendalikan dari jarak jauh.” Jina dan Astri mengerenyit bingung, mereka belum pernah mendengar tentang racun yang dapat di kendalikan selama ini.
“Dan…” Dokter tersebut menghentikan penjelasannya, ketika Yahmar datang menghampiri mereka dengan tergesa-gesa.
“Simpan penjelasan itu untuk nanti, dok! Ayo Jina, Astri! Ada hal yang harus kalian ketahui saat ini!” Yahmar menyuruh agar dokter tersebut menunda penjelasannya pada dua wanita ini, dan mengajak mereka berdua untuk pergi ke kantor pusat W.A.E. Astri sempat bingung ketika Yahmar membawanya ke tempat itu, karena ia adalah seorang anggota tim penggerak dan bukan seorang Assignor Section yang di perizinkan masuk ke kantor pusat begitu saja. Ia harus memiliki izin terlebih dahulu untuk masuk kesana.
“Ada apa Yahmar?” Jina bertanya pada sang ketua yang membukakan pintu ruang kantor pusat untuk keduanya.
“Masuklah dulu, kami akan menjelaskannya nanti.” Itulah yang Yahmar ucapkan pada Jina.
Ketika keduanya melangkah masuk kedalam ruangan itu, mereka terkejut melihat seluruh ketua devisi telah duduk menunggu di depan meja rapat. Seluruhnya menatap pada Jina dan Astri, Yahmar yang berada di belakang mereka pun menyuruh keduanya untuk mengambil kursi di sana.
Masih dengan gaun tidur di balik jas milik Yahmar, Jina berbalik mendongak untuk menatap lelaki yang lebih tinggi darinya itu. Ia meminta penjelasan Yahmar, dan juga sedikit malu untuk berhadapan dengan seluruh ketua devisi dalam pakaian yang seperti itu. Tetapi Yahmar menyipitkan matanya dan mengangguk. Membuat Jina mau tidak mau duduk di sana, berhadapan dengan seluruh orang penting ini dalam balutan baju yang seperti itu.
“Jadi kita akan memulai pembahasan ini.” Yahmar berjalan ke arah papan di mana posisi itu adalah posisi pimpinan rapat berdiri. Gantara sudah berada di sampingnya dengan layar virtual yang ia mainkan, ia mengirimkan data ke tengah meja rapat. Sehigga mereka dapat melihat sebuah berkas-berkas yang telah ia susun sebelumnya.
“Misi penyelamatan tim Rio, sektor delapan kota Sub. telah di batalkan. Status misi tingkat satu.” Penjelasan awal Yahmar tadi sukses membuat Jina dan Astri terkejut. Pasalnya Rio, Arial dan Luis… Mereka semua ada dalam misi tersebut. Jina sekuat mungkin menahan air matanya, dan mencoba menenangkan dirinya. Mendengarkan lebih lanjut penjelasan yang akan Yahmar jelaskan pada mereka semua.
“Pesawat evakuasi telah jatuh beberapa puluh menit yang lalu. Korban jiwa belum dapat di pastikan.” Astri merasa bahwa tubuhnya sudah lemas, wajahnya memucat. Tentu hal tersebut dapat di sadari oleh para ketua yang melirik padanya dan Jina. Mereka semua tahu bahwa di dalam misi tersebut ada Arial, Luis dan Rio, Orang-orang penting bagi W.A.E. Dan mereka sengaja mengadakan rapat ini dengan keduanya karena merasa bahwa kedua wanita itu harus mengetahui situasi genting yang di alami ketiga teman mereka itu.
To be continued