Bab 34

1171 Kata
“Kami telah mengirim pesawat jemputan untuk menjemput tim badian yang berhasil menyelamatkan Dara di block tujuh, sektor delapan kota Sub. Pesawat ini juga akan menjemput tim Arial yang berhasil menyelamatkan Rio di pusat kota, kantor pemerintahan sektor delapan kota Sub.” Jina dan Astri terlihat menghela nafas mereka dengan lega ketika mendengar bahwa tim Arial berhasil menyelamatkian Rio. “Heli pengamat tim Faisal juga telah berhasil menyelamatkan Zeino, mereka juga sedang dalam perjalanan kemari.” Laporan dari Yahmar tersebut terdengar baik-baik saja. Tidak ada situasi buruk yang mereka dengar kecuali jatuhnya pesawat evakuasi. Yahmar dan Gantara saling melirik untuk beberapa saat, kemudian Yahmar melanjutkan penjelasannya yang baru akan masuk ke dalam penjelasan inti. “Dan… Alasan kami membatalkan misi ini bukan hanya karena jatuhnya pesawat evakuasi, tetapi karena kami mencurgai adanya musuh yang masuk kedalam organisasi W.A.E, yang secara tidak sengaja kami masukan ke dalam tim penyelamatan sektor delapan yang di ketuai oleh Luis ini.” Mereka semua terdiam mendengar inti dari pembahasan ini. Jina memiliki firasat buruk mengenai ini, ketika ia mengingat talkie box milik Arial yang tiba-tiba terputus. Ia mulai mengkhawatirkan Luis. Astri yang merasakan hal yang sama dengan dirinya, menatap pada Gantara yang menatapinya dengan serius. Wanita itu menahan nafasnya sebentar, mempersiapkan diri untuk mendengar penjelasan selanjutnya yang akan segera di jelaskan.    “Untuk itu kami akan mencari tahu lebih lanjut mengenai data diri dari Yoesef Sofian. Mengenai kondisi yang terjadi pada Luis, akan di jelaskan lebih lanjut oleh Dokter Samuel.” Yahmar mempersilahkan kepada dokter Samuel untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Luis sebenarnya. Samuel berdiri dari tempatnya, ia mengirimkan sebuah file berisikan vonis terhadap kondisi Luis. “Aku dan beberapa dokter lainnya sudah membicarakan ini, juga sudah memikirkan kemungkinan ini dengan sangat matang. Jika nanti hasilnya vonis yang kami lakukan ini tidak tepat, kondisi yang terjadi pada Luis tidaklah terlalu buruk.” Samuel menatap seluruh ketua devisi, dan juga menatap pada kedua wanita itu. “Txc71 atau yang biasa kita kenal dengan Racun mematikan jarak jauh seven one hours. Adalah racun mutakhir milik pemerintah yang dapat bersarang di dalam tubuh selama tujuh puluh satu jam. Dengan kata lain, Luis memiliki kesempatan hidup di tangan pemerintah selama tujuh puluh satu jam.” Samuel menatap pada Yahmar dan mengangguk, mengartikan bahwa penjelasannya sudah selesai. Kemudian Samuel kembali duduk di kursinya, setelah Gantara menarik file tadi dan menggantikannya dengan file profil milik Yoesef. “Saat ini, sambungan kami dengan Luis dan Yoesef telah terputus secara sepihak. Jonathan, sambungan W.A.E yang ada di tim Luis juga sudah mengkonfirmasi bahwa mereka berdua menghilang dari lokasi dimana terakhir kali mereka di tinggalkan.” Gantara yang kali ini menjelaskan pada mereka situasi yang terjadi pada Luis. “Maka dari itu, kami akan menunggu Arial dan akan mengkonfirmasi kembali apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Jadi kami berharap agar kalian semua dapat menjaga kerahasiaan misi ini di hadapan para anggota lain. Dan… Jina, Astri. Kumohon agar kalian dapat menenangkan diri. Karena kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Luis.” Seluruh ketua devisi menatap pada dua orang wanita itu, Yahmar sebisa mungkin menyunggingkan senyumannya agar mereka berdua tenang. Tetapi tetap saja itu tidak membantu terlalu banyak. Astri mengangguk pelan, sedangkan Jina hanya menundukkan wajahnya. Maka rapat itu selesai detik itu juga. Tetapi tidak ada dari mereka yang keluar dari ruangan tersebut, mereka memilih untuk menunggu kedatangan pesawat penjemput dan heli pengamat.   Yahmar berjalan mendekati Jina dan menepuk bahu wanita itu dengan pelan, seraya berkata padanya agar mereka beristirahat di dalam kamar yang ada di dalam ruang rapat tersebut. Kamar itu memang dirancang untuk berada di dalam ruang rapat, pihak W.A.E berpikir bahwa guna dari kamar tersebut dapat menenangkan siapa saja yang merasa tertekan dan stress pada saat rapat di adakan. “Istirahatlah bersama dengan Astri di kamar istirahat. Aku akan memberitahu kalian jika pesawat sudah tiba.” Jina menatap lelaki itu dengan sangat sedih dan khawatir. Yahmar juga mengerti bagaimana perasaan Jina dan Astri saat ini, maka dari itu ia meminta keduanya beristirahat agar mereka tidak jatuh sakit karena masalah ini. “Bagaimana dengan Luis?” Bukannya melaksanakan perintah tersebut, Jina justru bertanya tentang keadaan Luis yang belum pasti pada Yahmar. Lelaki itu menghela nafasnya, dan memegang kedua bahu Jina seraya berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. “Jangan terlalu di fikirkan dulu, aku yakin pemerintah tidak akan sebodoh itu untuk membunuh Luis. Karena Yoesef tahu, bahwa Luis dapat menciptakan alat teleportasi yang kau jelaskan tepat di saat sebelum mereka menghilang.” Jina terdiam, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya saat ini. Ia meragukan perkataan Yahmar karena ia mempunyai dugaan lain mengenai Yoesef.   “Apa ada yang kau pikirkan Jina?” pertanyaan dari Gantara yang datang menghampiri mereka membuat Jina dan Yahmar meliriknya. Sementara Astri yang sebelumnya ada disamping Jina, kini memilih untuk berdiri dari tempatnya untuk menghadap pada Gantara. Astri menggerakkan kedua alisnya, seakan-akan memberitahu pada Gantara bahwa dirinya telah salah menanyakan hal tersebut pada Jina. Gantara tersenyum santai dan merangkul pundak Astri untuk kembali menghadapkan dirinya ke arah Jina dan Yahmar. “Kita harus membahas ini Astri, tolong jangan membuat temanmu gusar dengan pemikirannya sendiri.” Ucapan dari Yahmar sukses membuat kedua mata Astri terbelalak. “Bukan itu maksudku, tetapi Jina…” Astri terdiam ketika ia melihat raut wajah Jina yang sangat sedih itu menatap padanya. Astri menelan ludahnya dan merasa bersalah karena ia berpikir ucapan Gantara benar. Dia seakan membiarkan Jina merasakan kegusaran yang ada di dalam hati dan pikirannya sendirian, tanpa bertanya apa yang dirasakan oleh wanita itu. “Maafkan aku.” Akhirnya perkataan itulah yang keluar dari mulut Astri. Jina menggelengkan kepalanya tanda ia tidak menganggap hal itu sebagai sebuah kesalahan. “Tidak, Astri! Aku tidak merasa seperti itu…” Jina berucap dan tersenyum seperti di paksakan pada Astri. Yahmar yang melihat senyuman palsu itu lantas bertanya pada Jina, persis seperti pertanyaan yang di ajukan oleh Gantara sebelumnya. “Jadi apa yang mengganggu pikiranmu, Jina?” Wanita itu mendongak, melirik pada Yahmar yang berdiri disampingnya. Mereka melihat senyuman palsu tadi luntur dari wajahnya yang kemudian tertunduk. “Aku hanya belum yakin mengenai Yoesef… Apakah dia adalah pihak pemerintah? Ataukah pihak perusahaan swasta yang menginginkan kehancuran W.A.E?” Ketiganya terdiam mendengar dugaan Jina yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya. “Benar, kita tidak memikirkan hal ini sampai ke sana!” Gantara menatap pada Yahmar dengan terkejut, Yahmar segera menghampiri para ketua devisi dan berbincang dengan sangat serius disana.   “Tunggulah disini, kurasa Yahmar akan membicarakan hal ini dengan mereka semua. Ah tidak! Kalian tunggulah di dalam kamar istirahat, kami akan segera melaporan hasilnya pada kalian berdua.” Gantara menepuk bahu Astri dengan pelan, menyuruh agar wanita itu membawa Jina kedalam kamar istirahat. Sebelum ia bergabung dengan Yahmar dan seluruh ketua devisi lainnya.   Astri menatap pada sahabatnya tersebut dan tersenyum menggenggam tangannya.   “Ayo Jina, sebaiknya kita ikuti perintah mereka dan berbiara di dalam kamar.” Ajaknya pada Jina. Wanita itu akhirnya mengangguk menyetujui ajakannya untuk beristirahat ke dalam kamar istirahat tersebut.     * Racun Txc71 adalah racun buatan pemerintah yang dapat di kendalikan dari jarak jauh. atau yang biasa di kenal dengan Racun mematikan jarak jauh seven one hours. Ini adalah racun mutakhir milik pemerintah yang dapat bersarang di dalam tubuh selama tujuh puluh satu jam. Dengan kata lain, korban memiliki kesempatan hidup di tangan pemerintah selama tujuh puluh satu jam.  To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN