Raka tampak memasang wajah tegang, dan membuka telinganya lebar - lebar. "Iya, Bos. Pemilik utama cafe itu bernama Luna. Dan pemilik kedua bernama Diandra. Keduanya dikabarkan belum menikah," jelas orang itu lagi. Raka menyunggingkan senyum liciknya. "Apa lagi yang kau punya?" tanya Raka. "Kami sudah mendapatkan alamat dari Ibu Luna, Bos. Tapi maaf Bos, untuk Ibu Diandra, kami belum bisa mendapatkan banyak informasi tentangnya." Raka diam beberapa saat. "Tidak masalah. Saya akan mengurusnya sendiri," katanya kemudian. "Kirimkan saja alamat perempuan itu pada saya sekarang!" perintah Raka pada orang itu. Setelah itu pembicaraan mereka pun terputus. Raka menyimpan kembali ponselnya, setelah mendapatkan pesan yang berisi alamat yang dimintanya pada orang asing yang berbicara padanya t

