Bab 47. Tamu Tak Diundang

1334 Kata

Luna berusaha menelan salivanya dengan susah payah. Tenggorokannya terasa tercekat dan perih. Membuatnya sulit untuk mengatakan sesuatu. Seperti ada yang menahan hingga membuat lidahnya terasa kelu. "Aku mohon, Luna. Jangan menghindariku lagi!" Suaranya terdengar berat, sementara raut wajah yang ditunjukkannya begitu memelas. "Mau apa lagi? Aku gak punya urusan sama kamu. Jadi pergilah! Aku tidak ingin ribut disini." Luna menyahut dingin. Tangannya bersedekap di depan d**a, sementara netranya tertuju ke arah yang lain. "Aku bukan ingin ribut denganmu. Aku hanya ingin meminta maaf padamu. Tolong lihat aku, Luna!" Orang itu mencondongkan wajahnya ke depan. Hanya suara dengusan kasar dari Luna yang terdengar sebagai jawaban. "Aku minta maaf, Luna. Aku terlalu pengecut untuk menerima keb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN