Bab 48. Keputusan Luna

1628 Kata

Luna mendorong koper miliknya keluar dari kamarnya. Ia sudah berulang kali memastikan bahwa tidak ada barang yang tertinggal di ruangan itu. Hari ini sudah ia putuskan untuk meninggalkan rumah Diandra dan kembali ke apartemen lamanya. Sudah cukup baginya merepotkan sahabatnya itu. Ia tidak ingin gadis itu terseret lebih dalam ke pusaran masalahnya dengan Raka dan juga keluarganya. "Apa kamu yakin, Lun, mau balik ke apartemenmu?" tanya Diandra cemas. Seakan tidak rela jika Luna harus bertemu dengan Raka nantinya. Luna mendesah pelan. "Terus, aku mesti kemana lagi? Kan gak mungkin kalau aku tinggal sendirian disini." Kalimat itu terasa seperti menyentil Diandra karena pembicaraan mereka tempo hari. "Maaf ya, Luna. Ini sudah jadi tradisi di keluarga kami. Aku sama sekali tidak berniat u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN