Menghela nafas berulang kali, sesaat kemudian mendesah berat. Pikirannya tidak bisa terfokus hanya pada lembaran kertas yang menumpuk di mejanya. Saat ini otaknya sedang tidak bisa diajak berkompromi dengan hatinya. Dibiarkannya saja tumpukan kertas itu berserak di atas meja tanpa berniat merapikan atau menyimpannya kembali. Luna menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya. Matanya tampak terpejam kuat. Kedua tangannya memijit pelipis yang terasa berdenyut. Laporan akhir tahun, membuatnya sakit kepala. Semuanya harus sudah selesai sebelum cafe diliburkan untuk beberapa hari. Dua hari, hanya itu waktu yang dia miliki untuk menyelesaikan laporan kedua cabang cafe yang dia pegang saat ini. Belum lagi percakapannya dengan Diandra saat sarapan tadi, membuat konsentrasinya terpecah. Ja

