"Kalian mau kemana, Sayang?" Wajah Hermawan muncul di luar cafe. "Loh, bukannya kamu bilang kalau kamu lagi sibuk?"ujar Starla pada suami tercintanya. Keningnya berkerut melihat kehadiran suami tampannya di tempat itu. "Iya, aku memang sibuk. Tapi bukan berarti aku membiarkan istriku melakukan semuanya sendiri. Ini semua untuk anak kita, jadi aku juga harus turun tangan, dong." Hermawan tersenyum pada istrinya. Satu tangannya merangkul pundak sang istri, sementara tangan yang lain mengusap lembut perut buncit Starla. "Jadi gimana sekarang? Apa aku masih dibutuhkan, gak?" sindir Luna ketika melihat suami istri itu bertingkah mesra di depan matanya. "Starla biar pergi denganku saja, Lun. Lagian Mama sudah menunggu Starla di butik langganannya untuk fitting baju." Lelaki itu menjelaskan

