Sejak pertengkaran di ladang, jarak antara Via dan Darwin membentang bagai jurang yang dalam. Keduanya saling menjauhi, menghindari kontak mata, dan membatasi interaksi seperlunya. Akibatnya, suasana di tim KKN menjadi tegang dan tidak nyaman. Keceriaan dan keakraban yang sebelumnya mewarnai setiap kegiatan, kini digantikan oleh keheningan yang canggung dan kecurigaan yang tersembunyi. Proyek irigasi yang seharusnya menjadi prioritas utama, berjalan dengan kurang lancar karena kurangnya koordinasi dan semangat kerja. Para anggota tim terpecah menjadi dua kubu, sebagian mendukung Via, sebagian lagi mendukung Darwin. Komunikasi menjadi sulit, keputusan sulit diambil, dan pekerjaan pun terbengkalai. Via merasakan beban yang begitu berat di pundaknya. Ia merasa bersalah karena telah

