# Berbagai kemungkinan#

466 Kata
Setelah selesai berbincang bincang ditelpon bersama sila kini aku merasa sedikit lega dan bisa tidur walaupun belum bisa tidur dengan nyenyak karena dalam keadaan tidurpun otakku masih berkelana kemana mana.Ku buka mataku yang terasa teramat berat karena aku semalam tidur jam 04.00 pagi demi ketenangan hatiku sementara. Kulihat jam dinding dikamarku menunjukkan pukul 08.00 pagi. Lalu karena mataku masih belum bisa terbuka maka kulanjutkan tidurku. Baru saja mataku tertutup tiba tiba ponselku berdering segera kuraih ponselku dan kulihat ternyata rendi yang menelponku an segera kujawab "halo, ada apa telpon saya pagi pagi?? oh iya nanti temui saya jam 3 siang di rumah saya, saya ada satu pertanyaan buat anda yang harus anda jawab karena jawaban dari anda lah nantinya yang akan menentukan kedepannya akan seperti apa." kukatakan dengan lantang kepada rendi " baik ranti sayang aku akan datang kerumahmu sebelum jam yang kamu tentukan karena bagiku lebih baik menghabiskan banyak waktu denganmu karena aku sangat merindukanmu sayang...lalu kujawab ketus " anda tidak merindukan saya melainkan merindukan tubuh saya". "Demi tuhan ranti sayang aku benar benar merindukan dirimu, aku merindukan perhatianmu, aku merindukan quality time berdua kita, aku merindukan ceriamu, aku merindukan kebawelanmu, aku merindukan semua laranganmu pokoknya semua hal yang ada didirimu ranti bukan tubuhmu" teriak rendi padaku. Aku benar benar tulus padamu menerima semua kekuranganmu, aku benar benar ingin menghabiskan sisa hidupku hanya dengan kamu ranti. Kumohon percaya padaku...aku tidak ada niat untuk mempermainkan perasaanmu ataupun hidupmu. Baiklah kututup telponnya ya sayang karena aku sedang ada dikantor sampai ketemu jam 3 siang nanti, dah istriku...aku mencintaimu". Lalu sambungan telponpun terputus. Deg, rasanya hatiku seperti dipukul oleh sembilu mendengar kata istriku dari mulut rendi. Bamyak hal yang kutakutkan nantinya begitu kusandang gelar istri dari rendi  Yang kutakutkan adalah jikalau suatu hari nanti apakah nasibku akan sama halnya dengan mantan istrinya terdahulu ataukah rendi akan benar benar membuktikan semua ucapannya padaku?? Entahlah ini merupakan detik detik yang menegangkan dalam hidupku rasanya seperti akan turun ke medan perang. Dan apakah suatu hari nanti rendi tidak akan berkhianat dibelakangku??Apakah nanti suatu hari rendi akan berpaling dariku dan lari dengan wanita lain yang lebih segalanya dariku?? Begitu banyak ketakutan yang aku bayangkan kedepannya, karena mengingat paras rendi yang seperti cowok korea yang pastinya banyak disukai oleh banyak wanita diluar sana sedangkan aku?? aku jauh dari kata cantik karena parasku tidak seperti cewek korea yang glowing. Bagaimana suatu hari nanti rendi mulai bosan denganku.Jujur saja, aku merasa rendah diri jikalau nantinya kusandang gelar istri dari rendi sebab aku wanita yang tidak terlalu menomorsatukan penampilan sedangkan rendi selalu menomorsatukan penampilan. Rendi selalu ingin terlihat perfect dimata seluruh wanita didunia ini. Dan yang kutahu kalau rendi selalu ramah terhadap wanita manapun yang suatu hari nanti bisa membuatku cemburu berlebihan. Ya tuhan begitu peliknya hidupku hingga aku bingung harus menentukan seperti apa langkahku kedepannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN