Kucoba untuk memejamkan mata agar cepat tertidur namun nihil aku tidak bisa tertidur juga, kusudah coba pejamkan mataku namun fikiranku melanglang jauh kemana mana. Mencoba mencari solusi yang terbaik agar aku tidak salah ambil keputusan dan tidak akan menyesali kedepannya. Kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 01.00 malam, kulihat diatas nakas tidak ada ponselku. Kucari cari dikamar tidak ketemu dan baru kuingat kalau ponselku kutinggalkan diruang tamu, segera kubergegas menuju ruang tamu kuraih ponselku dan kubuka ternyata ada ribuan panggilan tak terjawab dari rendi. Dan kulihat juga ada 50 pesan dari rendi dan kubuka satu persatu yang isinya kalau ia berharap agar kubisa menjadi istrinya secara sah secepatnya. Tiba tiba air mataku jatuh menetes keluar tanpa aba aba dari tubuhku, semakin lama air mataku semakin deras, ada rasa sesak didadaku mengingat sebuah kebenaran yang sungguh sulit untuk ku maafkan. Jujur aku masih belum bisa melupakan kejadian demi kejadian hari ini. Aku berfikir kalau seandainya aku memaafkan rendi kedepannya apakah suatu hari nanti aku tidak disia siakan oleh rendi karena dikehidupan masa lalunya tidak berjalan dengan baik, ia menyerah dengan keadaan sulit yang menimpanya. Kedepannya jika rendi bersamaku nantinya jikalau ia berada disebuah situasi yang sangat menyulitkannya apakah rendi akan menyerah lagi dan menyia nyiakan diriku. Atau rendi tetap berjuang bersamaku sampai akhir?? Begitu banyak berandai andai dan pengharapan untuk hidupku kedepannya dengan rendi. Yang selalu kutakutkan adalah masa depannya akan seperti apa?? apakah rendi akan menjadi tangguh setelah memiliki pengalaman yang sebelumnya bersama mantan istrinya??
Ku acak acak rambutku karena terlalu frustasi memikirkan semuanya. Begitu banyak hal yang aku takutkan untuk melangkah bersama rendi. Ku tekan nomor sila dan kumenunggu apakah sila menjawab telpon dariku mengingat kalau saat ini sudah tengah malam, ternyata ada sebuah jawaban telpon dari sila " halo ranti, ada apa malam malam begini lo telpon gue?? lo gak kenapa kenapa kan??ortu lo udah balik kan dari luar kota??? halo...halo...ranti jawab gue kok lo diem aja???pekik sila". Seketika lamunanku buyar karena suara cempreng sila ditelpon. "eh halo sil, gue saat ini butuh banget curhat sama lo ...gue gak tahu harus apa dan gimana buat langkah kedepannya sil. Sumpah gue bingung banget dan saat ini gue seperti orang bodoh yang tidak memiliki otak yang cukup cerdas untuk menyelesaikan sebuah masalah rumit. Entah kemana otak brilian gue yang biasanya semua permasalahn yang sangat amat rumit bisa gue pecahkan tapi sekarang otak brilian gue lagi hang out kemana entahlah . "Coba lo jelasin ke gue gimana penjelasan dari rendi?? selidik sila padaku.
"Gue bingung sil, harus mulai cerita dari mana karena situasinya sungguh sulit. Begini sil, lo tahu kan ratna kalau dulu adalah pacarnya rendi?? "ya gue tahu ranti soal itu". "Nah,semua berawal dari ratna...pada saat ratna dan rendi pacaran mereka datang bertamu dan kita berbincang bincang setelah beberapa bulan kemudian gue ama ratna ketemu lagi dia jelasin ke gue kalau dia ama rendi udah putus. Dia beralasan kalau ratna belum siap menjalani hubungan yang serius dan ratna mencoba nge jodohin gue sama rendi menurut lo bukannya itu ide yang gila ?? karena yang lo tahu kalau itu cowok mantannya temen lo alias bekas temen lo terus dikasihin ke lo gimana coba perasaan lo?? udah kayak tempat barng bekas aja gue buat ratna, tapi ratna kekeh mau ngejodohin gue sama rendi dan parahnya lagi tu anak tau tau buat obralan ke rendi pake whatssup gue. Gue disuruh lanjutin obrolannya dan gue cobalah lanjut dichat dan ternyata gue ama rendi nyambung dan lama kelamaan dari chat itu si rendi minta ketemuan ama gue. Karena dari chat aja kuta komunikasinya tanpa bertemu secara langsung. Dan akhirnya rendi minta alamat kantor gue dan tiba tiba dia udah ada didepan kantor gue jadi kita pulang bareng. Dan setelah pertemuan pertama gue dan rendi kami terus berlanjut. Hari demi hari gue nyaman sama rendi, karena perhatian dan sikap terbukanya sama gue begitupun sebaliknya rendi juga nyaman sama gue. Dia selalu ingin dekat gue terus gak mau berjauhan sampe gue dan rendi udah melakukan itu, gue dan rendi terhanyut oleh suasana saat itu, setelah kesadaran gue balik gue panik banget karena sesuatu yang amat sangat berharga buat gue udah diambilsama rendi. Dan dengan gentle nya rendi mau tanggung jawab.Minggu depannya rendi minta tunangan sama gue ke ortu gue dan ortu dia. Semua berjalan lancar dan tanpa hambatan namun setelah ada insiden privat number itu semua berubah total. Bener bener bagaikan bencana besar buat gue, karena dapat memporak porandakan perasaan dan kehidupan gue sekaligus hidup pemilik privat number itu. Dan sebuah kebenaran yang sangat diluar dugaan gue sil, ternyata pemilik privat number itu adalah mantan tunangannya rendi yang ternyata mereka sudah tinggal bareng selama 2 tahun dan mereka sudah nikah siri dan memiliki anak. Bisa lo bayangin kalau lo jadi gue sil?? betapa kaget dan syok nya gue rasanya bagaikan disambar petir disiang bolong. Dan lo tahu apa ucapan rendi yang buat gue goyah adalah...kalau rendi sangat amat menginginkan gue jadi istri sahnya. Dan gue udah minta waktu 1 minggu sama rendi buat mikirin keputusan yang akan gue ambil kedepannya. Mendengar perkataanku sila terkejut "apa!!!!! apa yang lo bilang ini bener bener kenyataan ranti??!!! sungguh rumit banget kehidupan lo ranti, sumpah kalau gue jadi lo gue bisa bisa gila. pertama mengingat kalau keperawanan lo udah diambil rendi dan untungnya lo ama dia udah tunangan tapi belum menjamin masa depan lo bakal bahagia karena rendi punya masa lalu yang menurut gue rumit secara dia udah punya anak dan tanggungan pasti besar dan terhimpit ekonomi yang sulit dan pada situasi sulit bahkan terdesak rendi menyerah dengan keadaan. Dan coba lo fikir ulang ranti kalau seumpamanya lo bener bener udah jadi istri sah rendi dan kalian bajal punya anak dan suatu hari kalian dalam keadaan yang terdesak ekonomi apakah rendi akan berjuang demi lo dan anak lo nantinya?? karena yang sebelumnya aja dia menyerah dengan mudahnya . Mungkin menurut gue si rendi udah mencapai titik yang amat sangat melelahkan hingga dia memutuskan untuk menyerah. Menurut pendapat gue mendingan lo ketemuin si rendi sekali lagi terus lo lontarkan pertanyaan tentang masa depan kalian posisikan rendi pada situasi saat dia menyerah dulu . Lo tunggu apa jawaban dari rendi, dari situ lo bisa simpulin keputusan apa yang harus lo ambil kedepannya. Jangan sampe lo disia siakan sama si rendi karena lo berhak bahagia ranti mengingat lo adalah cewek yang multi talenta baget menurut gue. Bahkan lo bisa dapetin idol korea favorut lo itu si cha eun wo percaya deh sama gue. Mendengar itu aku menjadi tersenyum, yah itulah sila sahabat terbaikku dalam situasi tersulit dihidupku ia selalu berusaha membuatku tersenyum karena ucapan konyolnya sila. "Sil, thank's ya gue sekarang udah sedikit baikan dan otak brilian gue kayaknya udah balik nih dari hang outnya. sedikit demi sedikit gue udah bisa cari titik terang buat kedepannya. lo emang sahabat terbaik gue sil forever.