Saira masih membiarkan Gibran menangis di atas punggung tangannya dan membuatnya sedikit basah karena air mata. Di dalam hati, Saira turut menangis dan bertanya-tanya apa maksud Gibran datang ke rumahnya dan menangis seperti ini. Dari tempat Saira dan Gibran berada, Saira yakin Kemal dan Adnan tidak akan bisa mendegar dan melihat mereka, namun Saira tau mereka masih di tempat terakhir kali ia meninggalkan mereka. Saira tidak berkata apa-apa selama ia memangkukan wajahnya di punggung tangan Saira. Ia hanya mengulang-ulang permintaan maaf yang membuat Saira tidak mengerti. “Gibs, kamu kenapa? Ada yang bisa Saira bantu?” tanya Saira pada akhirnya. Ia tidak tega melihat laki-laki yang ia sayangi tidak berdaya dan hanya tertunduk, sementara kakinya masih b

