BAB 20

962 Kata

Nafla menatap dirinya sendiri yang tengah dihias secantik mungkin. Ia bahkan tidak menyangka bahwa bisa secantik ini karena perubahan wajahnya yang mendadak drastis. Melirik jam yang sudah menunjukkan pukul lima pagi, Nafla mulai bersiap-siap. Semalaman ia tidak tidur hingga perias datang pukul dua dini hari yang kini membuatnya tampak lelah dan untung saja semuanya tertutupi oleh make up yang begitu mempesona.  “Kamu cantik sekali, Sayang,” gumam ibunya yang telah siap memakai kebaya putih. Menatap haru puteri bungsunya yang tengah duduk di meja rias.  Nafla tersenyum tipis, “Ma, dimana Kak Rena?” “Ada di kamarnya. Sejak semalam dia nggak keluar kamar.” Sandra menatap puteri bungsunya yang terlihat sendu. “Udah, jangan dipikirin. Ini hari bahagiamu, lho. Mama yang akan urus Kakak kamu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN