Nafla hanya mampu mengikuti kemana pun sang suami membawanya. Kini, ia dan Asgaf berada dalam satu mobil tepat setelah resepsi mereka selesai. Asgaf ingin memberikan kejutan untuk istrinya itu sementara Caca dititipkan pada kakek dan neneknya. “Kita mau kemana?” Asgaf melirik Nafla yang terlihat lelah. Ia menggenggam tangan istrinya yang terkulai begitu saja di atas paha Nafla lalu menautkan jari mereka satu sama lain. “Kalau kamu capek, tidur saja dulu. Nanti Mas bangunin kalau sudah sampai.” Nafla mengangguk dan bersandar di pundak suaminya. Ia memejamkan matanya walau benaknya terus menerus bertanya-tanya tentang tujuan mereka. Dan tak lama setelahnya Nafla terlelap begitu saja saat merasakan rambutnya dielus elus oleh tangan besar yang kukuh tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk

