Nafla tahu, keputusannya kembali mungkin akan membuat hatinya turut terluka. Namun, tidak selamanya ia bisa sembunyi, terutama dari sang kakak. Lagi pula, kini ada buah hati yang sedang dikandungnya dengan penuh ketulusan, buah hatinya bersama Asgaf yang dibuat penuh cinta. "Selamat datang kembali, Sayang," gumam Asgaf pada sosok istrinya yang sedang dirangkulnya dengan perasaan cinta serta rindu yang menggebu. Nafla mengangguk tipis dan sesaat hendak menjawab, Caca justru memeluknya erat setelah keluar dari mobil. "Jangan pergi lagi, Ma," bisiknya lirih. "Jangan tinggalin Caca sama Papa lagi. Caca menyesal, Caca minta maaf." "Nggak apa-apa, Sayang. Mama sudah memaafkanmu." Caca menengadahkan kepalanya sambil menatap Nafla haru. "Benarkah?" "Iya, Ca." "Terima kasih, Ma. Terima kasih,

