Beberapa hari sudah Nafla tinggal bersama neneknya dan juga Dimas. Ibunya bahkan memperpanjang cuti hingga satu minggu mengingat Nafla terlalu sering melamun dan juga jarang makan. "Mbak, kesana yuk?" ajak Dimas sambil menunjuk beberapa anak yang bermain ke arah bukit di kaki pegunungan. "Seru lho!" Nafla tersenyum sambil menggeleng pelan. "Nggak, Mas. Mbak lagi males." Wajah Dimas berubah sendu dan tak lama nenek dari dua saudara sepupu itu muncul dari pintu dapur. "Sudah, Mbak Nafla lagi nggak enak badan jangan dipaksa, Mas." "Ya sudah, Mbak istirahat saja." "Makasih, Mas." Nafla berjalan menuju jendela ketika Dimas sudah beranjak keluar. Membuka sedikit gorden di rumah sederhana neneknya sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang menggunakan sepeda dan sebagian menggunakan moto

