Christian membuka kamar hotel dimana ia pertama kali menghabiskan malam bersama Marissa. Kamar yang menjadi saksi bagaimana Marissa pertama kali menyerahkan dirinya pada pria yang kini menjadi suaminya tersebut. Marissa membuka matanya perlahan ketika tangan Christian sudah tidak menutupi kedua matanya lagi. " Vier.... Ini cantik banget..." pujinya ketika melihat dekorasi kamar pengantin mereka. Kamar serba putih dengan dipenuhi hiasan sedemikian rupa. " Kamu ingat tempat ini?" tanya Christian. " Tentu aku ingat... Dan aku suka kamu bawa aku kesini." jawab Marissa bahagia. " Vier, aku bahagia banget akhirnya kita menikah dan melewati semua ketidakmungkinan yang selalu aku pikirkan. Dulu, aku selalu merasa nggak akan pernah bisa merasa sebahagia ini dengan orang yang aku cintai. Apal

