" Chris... Lepasin.." desak Marissa memukul punggung Christian yang memeluk tubuhnya erat. Satu tangan Christian lalu membuka kenop pintu kamar tamu yang berada tepat di belakangnya dan menarik tubuh Marissa untuk ikut bersamanya. " Vier, ngapain kamu disini? Gimana kalau Zara lihat?" Christian lalu menutup pintu kamar tersebut lalu menguncinya dengan rapat. Ia kemudian menatap wajah Marissa dengan sendu. Mengusap lembut pipinya dengan ibu jarinya. " Kenapa kamu nggak cerita?" Marissa sedikit kebingungan. " Soal Yana dan papa kamu" lanjut Christian yang langsung membuat Marissa memberikan senyum terpaksanya, dan mengangkat kedua bahunya sesaat. " Aku nggak tahu kenapa. Aku hanya nggak mau merusak waktu kita berdua. Aku nggak mau kamu kepikiran." Christian menempelkan keningnya tepa

