" Trus gimana Riss?" tanya Zara langsung ketika mereka telah berada di dalam kamar milik Zara. " Aku mau tau soal mama kamu dulu. Ayo Ris..." Marissa duduk bersandar di sofa berwarna biru muda yang tak jauh dari jendela kamar Zara yang memang di dominani oleh warna biru dan putih. " Aku nggak tahu harus mulai darimana. Sebenarnya aku ngerasa ini bukan hal yang harus keluar dari rumah aku. Toh aku nggak mau membebani orang lain dengan masalah aku. Lagian nggak ada yang nanya selain kamu." " Ris, aku teman kamu kan? Apapun masalah kamu. Yang bikin kamu sedih ataupun marah ataupun bahagia. Kamu selalu bisa membaginya sama aku. Seperti kamu yang selalu bersedia ada untuk masalah aku. " ucap Zara sambil mengusap lembut punggung tangan Marissa. " Makasih ya..." (" Aku harap kamu akan selal

